LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 48. Percikan Api


__ADS_3

Anis memarkirkan sepeda motor nya dan Ale masuk untuk mulai antri.


"Alee! "


Saat Ale akan memasuki pintu kaca itu, Danish yang tengah duduk di luar menyapa nya. Sontak Ale menoleh.


"Danish, lo diisini? " tanya Ale sekenanya karena kaget.


"Hmm! "


"Udah lama? Sama siapa? " tanya Ale.


"Hay beib, sory lama di toilet ya! " kata seorang perempuan yang baru saja datang dari arah belakang Danish.


Danish hanya mengangguk dan menatap Ale dengan tatapan aneh, Ale yang melihat adegan tersebut pun langsung masuk ke dalam dan segera antri.


Dengan gemuruh dada yang tak luar biasa hebat nya, dengan hati yang seakan di remas dengan kedua tangan raksasa, dengan kaki dan seluruh otot tubuh nya seakan lepas dari tubuh.


Ale menahan diri dan air mata sekuat tenaga nya, menahan sesak nya udara yang menghimpit dada nya.


"Anis benar, sakit ini ribuan kali lebih sakit. Lo memang BAJINGAN Danish. Gue salah membiarkan hati gue sendiri hancur karena lo. Please air mata jangan turun! Lo kuat Ale, jangan kelihatan lemah didepan pecundang itu! " racau Ale dalam hati.


Suasana kian sesak, dan sakit hati itu berubah menjadi amarah dalam diri Ale. Danish sampai hati tidak mengejar nya, dia sampai hati tidak menjelaskan apapun dan diam seribu bahasa. Itu sudah menjadi jawaban atas apa hubungan yang telah mereka jalin.


Antrian masih panjang membuat Ale yang sudah kehilangan mood makan nya ingin segera pergi dari tempat itu.


Entah bagaimana cerita nya, tiba tiba Danish telah berdiri di belakang Ale.


"Gue rasa, gue emang gak penting buat lo!" Bisik Danish.


"Astaghfirullah, dia kembali playing victim. Pecundang!" umpat Ale terus beristighfar.


"Apa segitu tidak penting kah gue, sampai lo tidak peduli gue jalan sama cewek lain!" Lanjut Danish.


Tanpa menjawab ucapa Danish, Ale berbalik dan berjalan menuju keluar dari kedai bakmi favorit nya.


Ale berjalan tanpa menghiraukan Danish yang mengikuti nya. Amarah nya sudah di awang awang, jika Ale menanggapi ciutan Danish sudah bisa Ale pastikan dia akan menangis, jadi dia memilih pergi dan menenangkan diri nya.


Ale adalah type perempuan yang tidak bisa berbicara perasaan nya, sedih, senang, marah, benci, semua perasaan yang menghinggapi hati nya dia akan menangis.

__ADS_1


Dari kejauhan Ale melihat Anis dan Anis pun bergegas mengambil kembali sepeda motor nya karena Anis melihat Danish berjalan di belakang mengikuti Ale.


Tanpa pikir panjang Anis menstater kembali motor nya dan berjalan menuju Ale, Anis ingin segera menyelamatkan sahabat nya.


Saat sepeda motor Anis mendekat Danish langsung menarik tangan Ale kencang setengah menyeret menuju mobil yang tak jauh dari sana.


"LEPASKAN GUE! " pekik Ale ketakutan sambil berusaha melepaskan diri.


"LEPASIN SAHABAT GUE, BAJINGAN! " pekik Anis yg turun dari sepeda dan langsung mengejar Ale.


Ale sangat ketakutan pun dengan Anis, Anis sangat takut Danish berbuat jahat dan kasar pada sahabat nya itu.


Bagaimana pun Ale berontak dan meminta, Danish tetap menang tenaga. Anis pun tak mampu menolong.


Danish tetap melaju kan mobil nya setelah memasukkan Ale ke dalam mobil dengan kasar.


Anis yang tak lagi bisa menahan mobil Danish pergi langsung menelpon Windu.


"Assalamualaikum! " jawab Windu.


"Hiks, Ndu hiks. Tolong hiks. Huh huh huh!" racau Anis sambil menangis dan ketakutan.


"Kenapa? " tanya Abi yang tengah duduk di bersama Windu.


"Ale hiks, tolong Ale huaaaa hiks! " kata Anis yang masih bingung dan takut dengan situasi ini.


"Ale kenapa Nis? tenang dulu. Bicara prlan- pelan gue ke elo langsung habis ini!" jawab Windu pelan agar Anis tenang.


Windu memberi kode pada Abi, mereka pun bergegas ke parkiran. Abi memasuki sebelah kemudi dan Abi yang mengemudikan mobil nya. Windu pun men loudspeaker ponsel nya karena tangan nya digunakan untuk memakai sabuk pengaman.


"Ale hiks, di tarik Danish masuk ke mobil nya, hiks. Danis kasar. Ndu selamat in Ale. Hiks gue takut! "


"Lo dimana? Danish ke arah mana? " tanya Windu mulai panik pun dengan Abi yang mulai terbakar emosi mendengar gadis pujaan nya di perlakuan tidak baik oleh Danish.


"Bakmi GM, hiks mobil Danish ke arah kota tua!"


"Lo tenang, gue kejar mereka sekarang. Tunggu kita di sekolah ya, disana rame dan tenangin diri lo! " jawab Windu sambil berpegangan tangan karena Abi sudah tancap gas ketika Anis memberitahukan lokasi nya.


"Oke, janji ya Ndu selamatin Ale, Danish tadi hiks kayak mau berbuat jahat! " jawab Anis dengan suara parau dan putus putus.

__ADS_1


Panggilan pun berakhir, Abi dan Windu pun bergegas menuju tempat yang biasa Danish gunakan untuk melakukan hal yang tidak semestinya dengan dada Abi dan Windu yang bergemuruh luar biasa.


"BAJINGAN DANISH! " pekik Windu.


Abi tidak menyaut karena fokus menaikkan kecepatan mobil nya agar bisa menyusul dan menyelamatkan Ale sebelum terlambat.


Sedangkan di dalam mobil Ale terus menangis karena cengkraman tangan Danish tidak juga melonggar. Sekuat tenaga Ale berontak dan tidak menunjukkan ketakutan nya.


"Lo mau bawa gue kemana Nish? Lepasin gue gak? " teriak Ale.


"Lo kejam Le, dan gue bisa lebih kejam dari lo! " jawab Danish penuh penekanan dengan seringai yang menakutkan.


Seringai ini sangat Ale kenali saat menonton video yang Windu berikan.


Ketakutan Ale tak lagi bisa di tutupi.


"Mau lo apa Danish. Lo salah gue masih memberi maaf, tapi lo ulangi lagi. Lo pikir hati gue bisa lo injek injek. Lo pikir gue gak punya hati! " pekik Ale memancing belas kasih Danish agar tidak berbuat macam macam terhadap nya.


"Lo yang gak punya hati Le! ELO! " teriak Danish seperti orang yang tengah kesetanan sambil memukul setir nya.


Ale hanya dia melihat kemarahan Danish yang seperti telah kehilangan kendali pada diri nya sendiri.


"ELO. Elo Le! Lo yang katanya maafin gue, yang katanya elo sayang sama gue. Mana? Mana Le?? Elo yang nglarang gue pergi tapi elo yang sendiri yang nyuekin gue. Elo gak pernah benar benar sayang kan sama gue!! JAWAB! " Marah Danish.


"Nyuekin darimana nya? Kalau gue gak sayang kenapa gue nangis nangis minta lo balik dan gue maafin kesalahan fatal lo Nish. Elo yang balik mengulangi lagi kesalahan lo. Gue sakit lihat lo pergi dengan cewek lain. Elo yang penghianat. ELO PENGHIANAT! " pekik Ale tak kalah emosi dengan perkataan Danish.


"Semalam, sampai sekarang bahkan pesan ataupun telpon gue Lo abaikan. itu yang Lo bilang sayang. TAI KUCING! " teriak Danish menumpahkan kekesalan hati nya.


"YA, GUE EMANG TAI KUCING. TURUNIN TAI KUCING INI! "


.


.


.


.


Happy Reading semuanya 😊

__ADS_1


__ADS_2