
Ada jalur yang mereka harus merangkak sedang di sebelah kanan dan sebelah kiri ada sejak berikan yang menurun gitu.
"Le ngomong dong Le. " kata Reza.
"Ha." kata Ale
"Ngomong dong. Lo mau minum gak. " kata Kendra.
Ale sebenarnya tidak berniat bengong, emang tiba tiba aja padahal dia jalan dan mendengarkan ucapan teman teman nya. tapi dia berasa semakin masuk dalam dunia yang lain.
"Hehe iya, gue ga tau nih juga. Astaghfirullah. " kata Ale.
"Nyanyi deh, suara lo kan bagus. " kata Kendra.
"Jangan. mending lo cerita apa aja. " kata Reza.
Sepanjang jalan mereka semua terus mengajak bicara Ale. Mereka tidak membiarkan Ale diam sedikitpun. Kendra selalu memegang pundak Ale.
Ya Kendra tau apa yang di alami Ale. Saat memegang pundaknya dia juga merasakan aura itu. Sehingga dia memberi isyarat pada Reza untuk terus membuat Ale berbicara. Sedang Kendra menarik satu tangan di pundak Ale dan satu nya dia biarkan ada di pundak Ale.
"Le. Lo tau gak ayam apa yang gak enak di makan. " kata Reza main tebak tebak anak karena tidak ada yang bisa di ucapkan lagi.
"Ayam apa ya. Ayam enak semua deh Za. " kata Ale.
"Ada kok yang ga enak di makan. " kata Reza.
"Ya elah Le mau aja lo dikibulin Reza. Ya ayam mentah lah, mana enak dimakan. " ketus Putri.
"Hahahahah." semua tertawa mendengar jawaban Putri.
"Wkwkwk. Kenapa gua gak kepikiran ke sana ya. " kata Ale.
"Gak nyampe kali. makanya jangan serius aja. " kata Reza.
"Ishh." kata Ale cemberut.
"Pos 1 di depan mata teman teman. " teriak Jojo dari depan.
"Alhamdulillah." kata semuanya serempak.
Mereka sejujurnya ada berharap ada orang di pos 1. Bukan rombongan lain, karena sudah di jelaskan kalau tidak ada yang mendaki hari ini cuma rombongan mereka. Akan tetapi mereka berharap seperti di setiap Pos di cemoro sewu selalu ada warung yang berjualan minuman panas juga tempat singgah para pendaki.
Namun kekecewaan harus mereka telan habis karena di pos satu hanya ada pondok tua yang tidak terawat tanpa ada penghuni, selain tanda bahwa itu pos 1.
"Kayaknya kita lanjut aja ya, masih fit kan? " kata Jojo.
"Iya lanjut aja, masih semangat. " kata Reza.
"Iya Lo, semangat jailin si Ale dari tadi. " jawab Chia.
"Aduh, Adek Chia ku selalu cemburu. maafkan babang nya, hari ini milik ayang Ale dulu. " kata Reza.
Dan disambut suara tawa dari semua teman temannya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00.
"Kita harus semangat, semoga di Pos 2 ada makanan dan tempat sholat. semangat semua nya. " kata Jojo sebagai ketua rombongan didepan.
"Aamiin." jawab mereka semua serempak.
"Putri oke?. " tanya Jojo.
"Oke pak ketua. " kata Putri.
"Chia Oke?. " tanya pak Jojo
"Oke dong. " kata Chia dengan suara cempreng nya.
"Ale Oke?. " kata Jojo
"Oke bos. " kata Ale.
"Ya udah semangat semuanya. " kata Jojo.
"Lah, gue sama Reza kenapa gak di tanya?, " kata Kendra.
"Kalau lo perempuan gue tanya bro. " jawab Jojo cuek.
dan disambut tertawa dari semua teman teman nya.
"Yok semangat, Maksimal jam 3 kita sudah harus bangun tenda ya. Berbahaya kalau terlalu malam. beresiko juga cari ranting pohon terlalu malam. " kata Reza.
"Siap. jam 3 sampai manapun aku cari tempat untuk bangun tenda. " kata Jojo.
Setelah Jojo selesai, Jojo menemani Ale dan Reza sholat di atas batu tadi.
Kemudian mereka kembali berjalan sambil terus berceloteh. Main tebak tebak an atau membuli Ale.
Tanpa terasa Jam menunjukkan pukul 15.00 tapi tak kunjung menemukan tempat untuk membangun tenda. karena jalan yang menanjak.
"Jo, segera cari tempat bangun tenda. Hari semakin gelap." teriak Reza.
"Iya bro. Ini belum ada yang aman. " kata Jojo.
Gelisah mulai mendera Jojo, Reza, dan Kendra, Juga pada para perempuan. Karena memang sudah cukup sore dan lelah untuk melanjutkan perjalanan.
Mereka khawatir hewan hewan sudah mulai keluar sedang mereka belum ada tenda dan api unggun yang akan melindungi mereka dari binatang.
puku 15.30 mereka masih belum menemukan tempat untuk bertenda.
"Le mau aku gendong gak? kita harus jalan cepat biar tidak malam dan mendapatkan tempat untuk memasang tenda kita. " kata Kendra.
"Gausah Ndra. Jo jalan cepat aja. gue kuat kok." kata Ale.
Kemudian Jojo mempercepat jalan nya.
jalan terus mengajak tanpa ada tempat yang cocok untuk memasang dua tenda mereka. Hingga terlihat lamat lamat semua rumah yang terbuat dari seng putih.
__ADS_1
"Pos 3 di depan. kita bangun tenda di pos 3." kata Jojo.
"Alhamdulillah." jawab semua nya.
Dan benar di dalam persegi dari seng sebesar 10 meter x 10 meter itu beralaskan tanah. yang sengaja digunakan untuk bertenda.
"Yuk Ale, Chia, Putri kita pasang tenda. Reza Kendra cari ranting dengan cepat dan jangan jauh jauh. Gue jaga mereka sendiri lo. " kata Jojo.
"Oke." jawab Reza segera keluar dan mencari ranting.
Beruntung karena mereka semua anak mapala, jadi cewek cewek itu terlatih memasang tenda. Jadi Jojo tidak terlalu kesusahan.
Tenda 6x4 itu sudah terpasang di pojok an. dan sebelah nya 4x4.
Mereka memang sengaja memasang di pojok karena kalau ada pendaki kain bisa memasang tenda mereka di pojok yang lain.
"Kayak nya kita gak berani deh tidur bertiga. " kata Ale pelan ke arah Jojo.
"Iya bener Jo. Aku juga merasa gak berani tidur bertiga. ini beda dengan di cemoro sewu. " kata Chia.
" Baiklah kita geser tenda ini jadi berhadapan. semua tas masuk ke tenda 4x4. nanti kita gabungkan dia tenda saat tidur. semua Sleepingbag keluar kan dari tas dan masukkan ke dalam tenda 6x4." kata Jojo.
Jojo juga merasa gak akan tenang jika meninggalkan para perempuan di dalam satu tenda di sebelah.
Hari mulai gelap, Reza dan Kendra sudah kembali. Mereka langsung membuat api ingin di tengah tengah samping kedua tenda itu.
"Kok tendanya berhadapan?, " tanya Reza.
"Iya, karena perempuan tidak berani tidur di satu tenda. " kata Jojo.
"Jadi tenda kecil untuk tenda barang. " kata Kendra.
"Yap." kata Jojo.
"Mereka semua kemana?, " kata Reza
"Kebelakang pos ini. pipis katanya. " kata Jojo.
Kemudian api ingin sudah mulai menyala agak besar memanasi tubuh mereka. ditambah ada di dalam ruangan seng jadi hangat nya lumayan membantu.
Kemudian Jojo dan Kendra menyiapkan alat masak memasang gas di kompor portable, dan mulai menyalakan api nya. Memasak mie untuk semua teman teman.
Ketiga perempuan itu datang dengan muka yang sudah fresh.
"Loh sudah matang? " kata Ale.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading semuanya.
semoga suka dengan dengan cerita mak ya. 😊🙏