LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 21. Tracking #5


__ADS_3

"Le buka mata mu. " kata Reza menggoyang- goyangkan tubuh ku.


Aku pun membuka mata dan melihat Reza, saking senangnya aku memeluk Reza.


"Aaaaa. Hiks. Hiks. Gue takut. Jangan tinggalin gue. " kata ku.


"Lo yang ninggalin kita. Lo baik baik aja" tanya Reza.


Kemudian merenggangkan pelukan ku dan melihat Chia dan Kendra berdiri di sebelah Reza.


Aku melihat plang dengan lima arah panah, puncak, Harga dumilah, hargo dalem, dan arah datang ku.


Tadi yang ku lihat pohon terakhir ternyata sebuah plang pertanda arah, Padang sabana yang ku lihat tadi sedikit berbeda tidak seluas yang ku lihat tadi.


Ya Allah, Apa benar aku tadi masuk ke dunia lain. Mana mungkin?.


"He jangan bengong Le, Lo baik baik aja. Gue gendong ya. " kata Reza.


"Enggak, gue gpp. Dari tadi gue disini. " kata ku.


"Jangan bercanda, kita bolak balik lewat sini mencari kamu. Satu jam lo kemana. Gue sampai nyari lo ke puncak terus turun lagi. " kata Kendra.


"Ha. Satu jam. " jawab ku seperti orang bodoh.


Aku berjalan ke padang sabana tadi masak satu jam, kayak nya bentar deh.


Ditengah tengah aku berfikir turun titik titik air hujan.


"Hujan Le, yuk ke Jojo. " kata Reza.


"Dimana Jojo?. " kata ku sambil berdiri.


"Gatau di puncak gak ada, kemungkinan di mbok yem. Itu titik yang bisa di cari. Kemungkinan ke sana agar kita mudah cari nya. " kata Reza.


Aku ikut berjalan cepat setengah berlari menuju arah yang di tuju Reza dengan genggaman tangan Reza yang sangat kuat.


Hujan mulai sedikit lebat dan kita langsung masuk ke tempat mbok yem. Mbok yem itu warung yang ada di puncak. Dulu yang mendaki tidak membawa tenda sering bermalam di mbok yem. Seiring berjalannya waktu sudah tidak boleh lagi.


Ternyata benar dugaan Reza, Jojo dengan Putri tengah duduk dekat pondok dalam rumah itu sambil berdiri menghampiri kami.


" Lo kenapa nangis Le." panik Jojo melihat aku menangis.


Tidak bisa dipungkiri ketakutan masih menghantui ku, sehingga aku berlari sambil menangis di bawah air turun dari langit.


"Hiks. Gue Ilang tadi. Huaa " kata ku sambil melepas tangis ku.


"Sini gpp. Udah aman udah aman. " kata Jojo memeluk ku.


"Yuk duduk, minum anget sama makan dulu biar gak sakit, gak makan dari tadi kan?. " lanjut nya.


Kemudian kita semua duduk dan makan serta minum hangat.


"Kenapa Lo bisa ninggalin kita?. " tanya ku pada Jojo.


"Gue gatau. Tiba tiba gue sama putri noleh dan kalian gak ada. Kita tunggu lama gak datang jadi kita tunggu sambil jalan. Kita sudah sampek dari jam 11 tadi, kalian yang kemana lama banget. " kata Jojo.

__ADS_1


"Ha. Jam 11??." seru Reza.


"Jangan bercanda lo, jangan ngaco." kata Kendra.


"Beneran sampai kita berdua sudah pasang dua tenda di tempat aman dan hangat, karena kita gabut nungguin kalian.


" Tadi Ale kepentok sakit perut dan kekuatan nya melemah, kita jalan pelan habis itu tiba tiba marah terus jalan duluan cepet. Kita pikir masih bercanda aja. Kita teriak namanya gak ada sahutan tiba tiba kita lari ngejar dia udah gak ada. " kata Kendra.


"Kita cari satu jam sampek udah ke puncak ke sini tapi kamu juga gak ada. kemudian balik lagi ke tempat terakhir terlihat. Eh dia nangis di bawah Plang lima jalur. " kata Reza.


"Kan gue udah bilang, bercanda atau gak jangan biarin Ale sendirian. Untung ketemu. " kata Putri sambil mengelus elus punggung tangan ku.


"Udah jangan di bahas lagi, buruan makan terus ke tenda biar bisa istirahat. " kata Jojo.


Aku diam seribu bahasa, dan memakan nasi pecel telur yang di berikan oleh Jojo. Aku tidak mungkin menceritakan apa yang aku alami tadi.


Aku bahkan tidak sanggup bercerita, mengingat saja membuat ku ketakutan. Kemudian Jojo meluruskan kakiku dan memijit kaki ku.


Aku diam saja. Jojo terus memijit kaki ku. Aku melanjutkan makan nya.


"Jangan biarin pikiran lo kosong Le. Jangan mikirin yang tadi, okey?. " kata Jojo.


"Iya Jo. " kata ku.


"Ya udah yuk buruan ke tenda, dia terlihat sangat terpukul, dia butuh istirahat. " kata Reza.


Kemudian mereka ke tenda mereka di deket hargo dalem. Agak naik dikit dari tempat mbok Yem.


...*******...


"I.. I.. iya tuan muda. " kata Erda.


"Lo bener bener gak bisa di andelin tau gak?. " kata Abi.


"Maaf tuan muda, Ale susah banget di deketin. Sudah berkali kali tuan saya sampaikan keinginan tuan muda, tapi Ale tidak mau. " kata Erda.


"Sialannnnnn." Teriak Abi.


"Le, Huh..


Abi menarik nafas nya panjang. Erda yang hanya anak pembantu di rumah nya diam saja tak berani menyahuti sang tuan muda itu.


"Danish saja belum mampu aku singkirkan, kenapa tambah si Reza lagi sih. " kata Abi.


Kemudian Abi menelpon Dady nya.


"Dad, sibuk gak? . " kata Abi saat telpon nya di angkat oleh Dady nya.


"Iya jagoan dady, gak kok. Ada apa boy. " jawab dady nya.


"Can you help me, dad?(bisakan kamu membantuku dad?). " jawab Abi lirih.


"Sure. Pasti honey. Semuanya untuk kamu. " kata Dady.


"Pecat pak Handoyo dad. " kata Abi lirih.

__ADS_1


Abi memang putra tinggal kesayangan pengusaha terkenal di ibukota itu di bidang food and beverage.


Dhanesa group menaungi banyak perusahaan makanan dan memiliki cabang di berbagai kota dan manca negara.


"Why?. " tanya dady nya bingung.


"Masak, anak nya pak Handoyo mau merebut calon ibu dari penerus nya Dhanesa group dad. " rengek Abi.


"Reza?, " tanya dady.


"Iya dad, dia ngambil gadis incaran Abi. " kata Abi.


"Jangan campurkan urusan pekerjaan dengan percintaan monyet mu itu boy. Udah ya. " kata dady nya.


"No dady no. Abi mau nya menikah cuma sama dia. Ini bukan cinta monyet dad. " kata Abi.


"Lalu?." kata dady.


"Please gertak pak Handoyo, Agar anak nya menjauhi Aleku. Abi sudah suka sejak SMP dad. " kata Abi


"Pokok nya Abimanyu Dhanesa hanya mau menikah dengan alkhalena Rahmuna seorang. Titik. " kata Abi kemudian mematikan sambungan telpon nya.


Kemudian menatap tajam pada Erda.


"Kamu. Pergi dari kamar ku. " teriak Abi pada Erda.


Kemudian Abi merebahkan badan nya di kasur empuk nya.


"Gadis kecilku, Kamu akan tetap menjadi milikku. Milikku seorang. " kata Abi sambil melihat langit langit kamar nya.


"Alkhalena Rahmuna. Bidadari penolong ku. " kata Abi.


Kemudian Abi teringat kenangan di masa dia duduk di bangku kelas 2 SMP.


#Flashback On


Saat itu musim kemarau. Saat SMP Antartika mengadakan expo sekolah dan berkolaborasi dengan expo SMP Samudera.


Sekolah Antartika baik SMP ataupun SMA adalah sekolah elite termahal di ibukota tersebut, kemudian urutan nomer dua di duduki oleh sekolah Samudra, sama baik SMP maupun SMA.


Jadi Hanya yang kaya raya yang bisa sekolah di Antartika.


.


.


.


.


.


Happy reading semua nya,


Semoga suka dengan tulisan mak ya,

__ADS_1


like komen dan jangan lupa vote


__ADS_2