LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
part 13. Windu & Ale


__ADS_3

"Dia lebih percaya dengan fitnah yang danish ucapkan, dia lebih percaya orang yang baru di kenal nya daripada gue, ternyata dia tidak mengenal gue dengan baik nis, " jawab windu.


"Fitnah apa. ? "


"Gue ng*ewe cewek, katanya gue dilarang sama danish terus gue gak mau dan nonjok danish duluan," kata windu.


"Hah, padahal kenyataan nya kebalikan nya kan? " tanya anis.


"Lo percaya gue. " tanya windu.


"Iya lah, lo bukan laki laki kurang ajar kayak danish, " kata anis.


"Kok elo tau. ? " tanya windu.


"Lo lupa, tiga tahun lalu HTS an sama gue, " kata anis.


"Oh iya lupa, alumni nya danish, " kekeh windu,


"Enak aja alumni, jijik tau. " elak anis.


"Ya gitu deh," jawab windu.


"Aku rasa kalau lo sampai nonjok dia berarti bukan ngajak, atau bilang. pasti dia udah ng*ewe makanya lo emosi dan tonjok dia. " tebak anis.


"Lo aja tau Nis, kenapa ale lebih percaya danish. padahal gue sama dia udah dari kecil lo. " sedih danish.


"Lagi kasmaran, cinta buta Ndu, apalagi Ale gapernah jatuh cinta sebelumnya. " seru anis.


"Terus? ceritain rinci" desak anis,


"Tapi lo janji jangan kasih tau Ale dulu, gue takut dia gak fokus ujian nya, " kata windu,


"Iya janji" jawab anis menautkan jari kelingking nya,


kemudian danish menceritakan secara detail yang terjadi dua minggu yang lalu, kemudian percakapan danish tadi, dan acara bogem mentah tadi, semua windu jelaskan secara rinci pada anis, juga menunjukkan video danish yang sedang ng*ewe, Anis begitu shock mendengar cerita windu.


"Ndu, gue gak nyangka sumpah, lo tau kan Ale udah sayang sama Danish, Ale kita yang gak pernah buka hati buat cowok, Ale kita ndu. " shock Anis.


"Maka dari itu, gue jaga sampai ujian kelulusan, paling tidak agak tidak menggangu Ale ujian," jawab Windu.


"Ndu, bagaimana hancur nya hati Ale ndu, " sedih Anis.


"Lo tau gue juga sayang banget sama Ale, dari kecil gue jagain dia Nis, " kata Windu.


"Lo pokok nya harus jaga rahasia, sampai paling tidak kelulusan kita, " lanjut Windu.


"Oke," jawab Anis.


"Ya udah, yuk makan, nasi lo udah teriak teriak tuh, " kata Windu.


"Enak aja, bukan suara nasi yang lo denger, tapi suara perut gue yang teriak teriak, " ketus Anis.


"Dasar gadis jadi jadian, " kata Windu saat melihat Anis langsung lahap dengan makanan nya dan tidak ada anggun anggun nya itu.

__ADS_1


"Biarin, " kata Anis dengan mulut yang penuh nasi goreng.


Windu hanya tersenyum dan melanjutkan makan nya, tanpa menjawab gerutuan Anis.


Tak terasa waktu sudah semakin sore, mereka memutuskan untuk sholat dan pulang, Windu mengantar Anis di tempat tante Windu untuk mengambil sepeda motor milik Anis.


"Lo hati hati ya, " kata Windu.


"Lo juga ya, baik baik tuh hatinya, jangan gantung diri di pohon cabe karena kecewa, " canda Anis.


"Mulut lo ya, gak mati malah gue dianggap gila kalau gantung diri nya di pohon cabe," jawab Windu.


"Sana pulang, jangan keluyuran lagi," kata Anis.


"Iya bawel, sana pulang, takut di cari nyokap lo," kata Windu.


"Oke gue duluan ya, bye ndu," jawab Anis kemudian Anis melajukan sepeda roda dua nya pulang.


Setelah Anis hilang dalam pandangan nya, Windu memutuskan untuk tidak pulang dan memilih pergi ke tempat latihan taekwondo, mungkin sedikit latihan bisa mengukur waktu hingga pulang waktu Ale sudah tidur.


Beberapa kali dari tadi ponsel nya bergetar, tapi tidak dilihat dan disentuh oleh Windu, rupanya kecewa dalam hati Windu begitu dalam.


Setelah sampai tempat latihan taekwondo, Windu meluapkan emosi yang di tahan nya,


"Kalau boleh jujur Le, dada gue sesek banget lo gini in, perasaan apa ini ya rabb. huh. Aku perlu waktu untuk menormalkan emosi ku, semoga kamu tidak semakin dalam jatuh nya Le. " batin Windu sambil meninju alat tinju di depan nya.


Setelah puas meluapkan emosi, dan dia merasa sudah sangat lelah, Windu mengakhiri latihan nya dan bergegas ke meja yang ada tas nya dan mencari air minum yang dibeli nya saat perjalanan ke tempat latihan.


Sambil minum, Windu melirik ponsel nya dan membuka polsek nya.


📩 17 pesan diterima


"Lo kenapa hubungi gue sih Le, gue beneran gak bisa liat lo sekarang." gumam Windu.


dibukanya pesan masuk itu.


Ale


12.30 : lo dimana kok gue cari dirumah gak ada?


13.00 : lo sibuk ya Ndu.


14.30 : kok lo belum pulang, pesan gue juga gak lo baca, kenapa? jangan bikin khawatir deh!!


15.00 : lo bener bener ya Ndu, gue khawatir sama lo


17.23 : lo marah sama gue karna gue belain danish Ndu?


17.23 : gue belain dia karena dia bener, dan gue mau lo juga gak sampai se jauh itu,


17.24 : gue sayang sama lo Ndu,


17.25 : masak lo kayak anak kecil sih, ngambek gak pulang Ndu

__ADS_1


18.45 : lo beneran ya,


18.45 : lo mau nya apa? ngomong dong baik baik


*18.46 : kalo lo mau nge*we sama cewek tu silahkan, gue gak larang deh. lo suka kan kalau gue gak larang*.


19.00 : Ndu


19.02 : Ndu, lo dimana?


19.03 : kenapa lo cuekin gue, angkat napa telpon gue Ndu


19.45 : terserah lo deh,


19.46 : gue gak peduli lagi sama lo,


19.59 : lo bebas ngapain aja.


Windu membaca semua rentetan pesan dari Ale, luapan emosi, ancaman, tuduhan, dan perhatian, semua nya ada di sana, dan Windu hanya menyeringai di akhir pesan yang dikirim Ale.


"Ya lo bener, gue bebas ngapain aja. gue juga gak ada hak peduli lagi ke elo." gumam Windu.


Kemudian Windu beranjak dari tempat duduk nya dan pergi, karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, jadi Windu memutuskan untuk pulang.


setelah sampai rumah, baru memasuki gerbang rumah dan memarkirkan mobil nya, ponsel Windu bergetar.


Diraih nya ponsel itu dan ternyata pesan dari Ale,


Ale


21.15 : malem banget pulang lo, dari mana aja


Reflek Windu menoleh ke arah rumah Ale, dan melihat Ale sedang berdiri di depan pintu rumahnya, sedangkan rumah nya sudah dalam keadaan lampu sudah di matikan semua.


"Katanya gak peduli lagi, dasar perempuan, " gumam Windu memasukkan ponsel nya ke saku dan langsung memasuki rumah tanpa membalas.


Kemudian Windu mandi, dan pikiran nya berkecamuk.


"Lo kenapa nungguin gue pulang sih Le, gue butuh waktu. Lo sendiri yang bilang gak peduli gue. kenapa lo kayak gini, kan gue jadi gak tega, tapi hati gue masih sesek banget tau." gumam Windu.


.


.


.


.


.


happy reading semua nya,


semoga suka ya sama cerita emak,

__ADS_1


remahan peyek yang mak tetep lanjut kan bercita cita menghibur banyak orang.


😊


__ADS_2