
"Ndu."
"Kita telah saling kehilangan Le. Kecewa ini menyakitiku. " potong Windu.
"Gue gak bisa. Gue gak bisa kehilangan lo. "
"Nyatanya kita tidak saling percaya lagi, biarkan doa ini yang menjagamu dari jauh. "
"Ndu." kata Ale melepaskan diri dari pelukan Windu kemudian menangkup kedua pipi Windu.
"Tatap mata gue. Apa bener lo udah ninggalin gue. Gue udah bener bener kehilangan lo?. " lirih Ale dengan suara bergetar.
Windu menatap mata Ale yang merah berurai air mata, ikut meneteskan air mata.
"Maafin gue. Gue bukan tidak percaya sama lo. Gue percaya banget sama lo. Sangat amat percaya hingga gue menuduh lo supaya lo bicara yang sejujurnya tanpa peduli ujian dan itu akan ganggu ujian gue. "
"Ndu. Gue gak pernah gak percaya sama lo, lo bahkan jagain gue dari kecil tanpa sedikitpun mencoba untuk melecehkan gue. Bagaimana bisa aku lebih percaya pada orang lain. "
"Tapi tanpa bukti, apa yang bisa aku lakukan. Aku mencintai Danish memang tapi aku tidak buta jika dia tidak layak menjadi imam ku, maka aku akan tinggalkan. Aku tidak akan mempertaruhkan masa depan ku. Aku lebih memilih sakit, walaupun tertatih gue punya lo, maka gue akan bangkit." jeda nya.
"Dan lo malah pergi dan menjauh tanpa memberi tahu ku apapun. Lalu apa yang bisa aku lakukan. Berbicara saja tidak kamu beri kesempatan" lanjut nya.
Kemudian Windu teringat perkataan nya dengan Danish sebelum berangkat ke Surabaya. Jika Ale tidak membalas WA ataupun panggilannya setelah berantem itu sampai Windu berangkat ke Surabaya tiga hari lalu.
"Ya lo emang percaya gue Le. maafin gue yang udah kemakan sama emosi gue sendiri. " batin Windu.
"Maafin gue Ndu. Maafin gue kalau lo pikir gue berubah atau gak percaya lo lagi. Hiks " kata Ale.
"Gue sangat sedih banget saat ayah bilang lo pindah dan kuliah di Surabaya. Dunia gue rasanya berhenti dan sesak sekali dada gue. Hiks. " lanjut Ale sudah melepas tangan nya dari wajah dan masuk ke dalam pelukan hangat sahabat nya itu.
"Dasar cengeng, maafin gue juga yang marah tanpa memberi kesempatan untuk berdamai. " kata Windu.
"Jadi lo maafin gue. Lo gak ninggalin gue lagi. " kata Ale menatap Windu antusias.
"Iya. Gue juga sedih banget. "
"Huaaaaaa... Hiks Hiks.. " tangis Ale lagi lagi pecah dalam pelukan Windu.
"Udah dong Le, baju gue dari tadi penuh sama ingus lo." canda Windu.
"Biarin. Lo nyebelin. "
"Hahahaha."
Kemudian Windu naik ke ranjang dan duduk berhadapan dengan Ale.
__ADS_1
"Sekarang cerita apa kesalahan Danish. " kata Ale.
"Lo yakin akan denger dan percaya gue. "
"Sangat yakin dan sangat percaya."
"Huh." Nafas berat Windu hembuskan.
"Istirahat dulu yuk, lo kan masih sakit. "
"Ini sakit gara gara lo. gue gak papa. "
"Jadi pas lo di tempat oma lo, yang malam gue telpon lo itu gue dapet WA dari Leo, nih lihat. " kata Windu sambil menunjukkan ponsel nya juga pesan Leo beserta video.
"Sejujurnya dia udah janji sama gue buat berhenti free se*x gitu. Dia berhenti saat deketin lo. Gatau kenapa katanya di paksa Leo makanya dia mau itu. " kata Windu sambil melihat ekspresi Ale yang terkejut melihat video yang dia tonton.
Air mata nya menetes tapi tidak histeris seperti tadi. Air mata beda. Jika tadi karena takut kehilangan dan penyesalan, kali ini Air mata sakit hati dan kekecewaan.
"Le lo gak papa. "
"Gak papa. Lanjutin Ndu. Banjin*gan macam dia memang seharusnya dapet tonjokan yang lebih lagi. "
"Tapi lo nangis. "
"Mau gue peluk. "
"Udah gue capek nangis. sesek banget. Lanjutin biar gue tau semuanya. " jawab Ale.
"Kemudian dia memang akan buat lo percaya dia daripada gue dengan fitnah gue. Gue pikir keinginan itu tercapai. "
"Gak Ndu. Lo tau gue. "
"Terus kemarin Erga WA gue, ortu dia kan kerja di tempat Abi temen kelas gue. Dia lagi disuruh cek tempat biasa mereka ng*ewe itu. terus pas banget sama dia sedang melakukan kegiatan keji nya. nih chat nya. Dia minta tolong buat ijin ke Abi karena takut bangunin Abi tidur. Biar gak di marahin udah WA gue. " Windu memberi tahu ponsel nya.
Dan Ale melihat video yang dikirim Erga yang ketika Danish memainkan ****** sambil menji*lati leher dan telinga sedang Leo tengah memo*mpa tubuh wanita itu.
"Astaghfirullah." seru Ale sambil terus air mata nya turun.
Dia begitu jijik melihat video ke dua. Ale tidak menyangka jika Danish begitu menjijikan. Laki laki yang dia cintai begitu menyeramkan.
"yang ini sangat menyeram kan. "
"Maksud lo. "
"Kemudian gue telpon Abi dan Abi bangun. Abi gak marah Erga kirim ke gue karna peduli sama lo. Abi malah kasih link CCTV yang bisa di tonton kapan pun sesuai waktu. Karena itu CCTV Chip kecil yang dady nya pasang untuk memantau. Abi menjauhi mereka karena melihat mereka semakin menyimpang. Abi ini paling bener dan baik cuma kebawa aja. " kata Windu sambil menunjukkan video yang baru di simpan kemarin.
__ADS_1
Terlihat kamar kosong kemudian wanita pemeran utama yang barusan di habisi oleh dua pria tersebut. Disusul Danish yang sudah polos menghampiri.
"Mana tangan nya cantik." kata Danish penuh seringai menjijikkan.
Wanita itu menjulurkan tangannya dan Danish mengikat tangan dengan borgol karet untuk imajinasi se*x.
Dan Danish membawa peralatan yang di siap kan nya di atas kasur nya.
Kemudian Danish mengikatkan tangan yang terikat tadi ke salah satu tiang di sebelah kanan kasur.
Kemudian Danish membalik wanita tersebut dalam posisi menungging.
"Siap cantik. " seringai Danish.
"Apapun untuk mu boy. " jawab wanita itu.
kemudian Danish mengambil penutup mulut dan menutup mulut wanita itu.
Bola nya ditaruh di mulut dan dikencangi dari belakang hingga wanita itu terus membuka mulut dan tidak bisa berteriak kencang, hanya bisa dengan suara tenggorokan aja. Sedangkan dua penjapit itu Danish japitkan pada kedua pucuk squishy itu.
Ale bergidik ngeri melihat nya, begitu menakutkan nya ternyata sosok Danish. Dia yang begitu lembut saat bersama Ale ternyata sangat gila dan buat seperti binatang di luar. Air mata Ale terus menetes. Tidak bisa dipungkiri hati Ale tercabik- cabik.
"Jangan di lanjut Le. Lo gak akan tega dan tahan lihat nya. "
.
.
.
.
.
Happy reading semua nya.
Semoga suka ya.
Jangan lupa like komen dan vite ya semuanya.
Terima kasih.
__ADS_1