
Pagi ini rombongan berjumlah 6 orang tersebut tengah bersiap siap berangkat menuju cemoro kandang. Semua ponsel sudah di matikan sejak malam kemarin.
Selain di cemoro kandang tidak ada sinyal. mereka mau menghilang dari peradaban ponsel beberapa hari. Menikmati pemandangan hijau mereka tanpa dipusingkan dengan orang lain.
"Le lo udah siap belum. Semua udah di bawah nih. " teriak Reza dari luar pintu.
"Reza minta tolong panggil kan chia dan putri dong. " kata Ale.
"Lo kenapa Le. " kata Reza khawatir.
"Gue haid Za. Gimana dong. " lirih Ale di balik pintu.
"Ha. Astaga Ale. " kata Reza.
Kemudian Reza turun ke arah temen temen nya.
"Put, Chi kalian ada yang bawa pembalut gak? tuh Ale haid katanya. " kata Reza pada dua temen putri nya.
"Wah, bahaya ni. Bawa sih kan biasanya kalian minta buat alas tas karier kalian di pundak. " kata Chia, kemudian Chia bergegas ambil pembalut dan pergi ke kamar.
"Siapa nih yang gendong kalau nafas nya ga kuat. " kata Jojo.
"Gue aja. "
"Gue aja. "
Kata Reza dan Kendra bersamaan.
"Enak di elo, ga enak di Ale lah, " kata Putri sambil memukul pelan pundak Reza dan Kendra.
"Hahaha." tawa Jojo renyah melihat due teman nya kena pukul.
"Ye kan kita mau nolongin doang Put, sensi amat sih lo." keluh Kendra.
"Gue yakin Ale kuat. Dia gak akan butuh bahu kalian untuk menggendong nya. Dia kan wanita kuat. " yakin Putri.
"Iya gue tau, tapi lo gak lupa kan kejadian Shera waktu pendakian jalur cemoro sewu tahun lalu. kita semua gendong dia bergilir. karena nafas nya hampir habis dan kaki nya lemas. Shera juga satu taekwondo sama Ale. " kata Reza.
"Bukan perkara kuat nya, kalau lagi haid naik gunung nafas dan kaki nya yang di serang. Apalagi Ale haid hari pertama. Dulu aja si Shera haid nya udah hampir selesai. " tambah Kendra.
"Udah ah, doa yang baik baik. Kita cuma berenam. Jalur kandang juga sepi banget. Jangan sampai Ale bengong. Apa kita ubah jalur kita ke cemoro sewu aja ya." kata Putri.
"Yang mau cemoro kandang kan Ale, Coba tanya dia aja deh. " kata Reza.
Sebenarnya semua menginginkan tracking jalur cemoro kandang, tapi jika terlalu beresiko. Mereka juga tidak akan memaksakan.
Terlebih Mendaki dalam keadaan Haid memang sangat bahaya. selain mudah terserah makhluk ghaib di gunung, juga stamina nnya tidak fit. Nafas nya pendek, kaki lemas, dan pusing.
Setelah beberapa waktu Ale turun dengan Chia.
__ADS_1
"Apa kita gak jadi aja ya, lo kayak udah pucat aja tuh." kata Reza.
"Gak, nanggung banget. Gue sehat dan pasti bisa. yuk." kata Ale penuh semangat.
"Oke." jawab semuanya.
Dan mereka pun naik mobil yang mereka sewa untuk berangkat ke cemoro kandang. Mereka sambil ngemil dan makan nasi di mobil. juga memastikan persediaan makanan selama mendaki cukup. karena estimasi waktu yang mereka tempuh sekitar 3 hari 2 malam.
"Apa rubah jalur aja buk, lewat cemoro sewu. Rame kan tuh di sana. jadi banyak pertolongan dan jalur nya sudah jelas. " kata Chia.
Putri, Reza, Kendra, dan Jojo melongo mendengar pertanyaan Chia, karena mereka baru saja membahas itu.
"Gue rasa kita harus tetap di jalur cemoro kandang aja. Kita sudah menyiapkan 3 hati dua malam kita nanti sia sia, selain itu jalur kandang ini kan landai jadi InsyaAllah kaki gue kuat." kata Ale.
"Kan bener. " kata Putri, Reza, Kendra dan Jojo bersamaan.
Kemudian saling pandang dan tertawa terbahak- bahak. Sedangkan Ale dan Chia saling pandang dengan tatapan heran.
"Gue, Reza, Kendra dan Jojo tadi di bawah rundingan kayak gitu, dan kita mikirnya yang mau cemoro kandang elo Le, pasti gak mau. dan bener. " kata Putri masih sambil tertawa.
"Oalah. Hahaha dasar kalian ini. " kata Ale.
Kemudian perjalanan 3 jam itu dilewati dengan penuh canda tawa. Tanpa terasa 3 jam itu terasa sangat cepat. Dan mereka sudah sampai pada pintu masuk cemoro kandang.
Kalau masuk cemoro sewu ada gapura nya selamat datang, ada banyak sekali orang di sana. sudah ada jalur dari batu sampai pos 4.
Beda cerita yang ada di cemoro kandang yang mereka lewati.
Sangat sepi dan hanya ada beberapa penjaga di Pos penjagaan pintu masuk, satu loket karcis, dan ada tangga naik kemudian langsung di sambut patung yang keluar air dan dibawahnya banyak sesaji. menambah aura mistis di cemoro kandang. sebelah kanan patung ada jalan setapak yang masih tanah sampai ke puncak nanti.
juga sangat rimbun dan lebar pohon nya daripada cemoro sewu.
Mereka pun memulai pendakian, setelah mendapat peringatan dari petugas tadi. Masih terngiang di pikiran mereka masing masing sambil berjalan berurutan.
"Nanti selama pendakian, jangan bicara yang tidak baik, jangan berkata kotor, jangan merusak, yang melakukan tindakan terlarang dan jangan buang sampah sembarangan. Setiap rombongan jika melihat gagak lawu berarti jalan kalian benar, maka ikuti gagak lawu yang di depan kalian. Gagak itu petunjuk jalan. Sebenarnya saya tidak akan mengizinkan kalian naik, karena hanya ber enam. berhubung nanti ada juga yang naik satu rombongan lagi jadi saya perbolehkan."
Beruntung nya mereka bertepatan dengan bersih lawu.
Sebenarnya ada rasa takut dalam hati tiga laki laki tersebut. membawa tanggung jawab tiga perempuan dan salah satunya sedang haid.
Pertama jalan ada Jojo di belakangnya Putri, dilanjut Chia, Ale, kemudian Kendra dan belakang sendiri Reza.
"Le nih tongkat pakai, jangan sampai lo diem diem nanti gak kuat. " kata Reza.
__ADS_1
"Aduh, sweet banget sih. " kata Kendra.
"Dasar." kata Ale sambil menerima tongkat itu.
"Le kalau gak kuat bilang aja, babang Kendra siap gendong. " kata Jojo di depan menyahut.
"Enak aja, babang Reza aja yang gendong ayang Ale." kata Reza.
"Ihh, jijik tau ga. " sewot Chia.
"Adek Chia jangan cemburu dong, ade Chia bisa di pundak kanan dan ayang Ale di pundak kiri. " celetuk Reza.
"Hahahah. dasar si Reza mah. " kata Putri.
Ya mereka semua paham, Reza hanya membuat perbincangan sepanjang jalan mendaki. Karena Reza beberapa kali melihat Ale bengong saat istirahat minum.
"He Jo. Pelan pelan aja kita gak lomba jalan. Kita santai aja biar Ale sambil nafas. " kata Kendra.
Ya ada prinsip anak mapala saat mendaki, saling menolong saling peduli saling menjaga. Baru kenal aja bisa tuh saling bantu dan akrab. Karena itu atitude saat naik gunung.
"Oke pelan nih pelan. " kata Jojo.
"Wah luar biasa kita seperti masuk dalam sebuah film ya." kata Kendra.
" Stop. " kata Putri.
"Hehe, maaf maaf. " kata Kendra.
Ya mereka semua tahu yang di maksud Kendra. Mereka berasa masuk dalam sebuah film horor. Suara mereka bergema. ditengah hutan yang hanya ada jalur berlumpur. siang hari terasa gelap karena tingginya pohon pohon.
Ada jalur yang mereka harus merangkak sedang di sebelah kanan dan sebelah kiri ada semak belukar yang menurun gitu (jurang semak semak).
"Le ngomong dong Le. " kata Reza.
"Ha." kata Ale.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya,
serius se menegangkan itu guys.
__ADS_1
semoga suka dengan remahan peyek emak. 🌻🌻
jangan lupa like komen dan vote ya