
Jangan harap Abi tidak melakukan apa apa pada Danish setelah semua yang dialami Ale hati ini. Danish menelpon orang nya untuk menjemput Danish di kamar laknat itu dan membawa ke markas mami tanpa dan di sekap di ruang bawah tanah.
Setelah urusan nya selesai dengan dokter psikiater malam hari nya orang tua Ale datang dan Windu tetap setia menemani Ale.
Ale sekarang banyak diam dan melamun, orang tua Ale terlihat sangat sedih dan berterima kasih pada Windu dan Abi karena telah menyelamatkan Ale sebelum kejadian lebih parah terjadi dan berterimakasih pula pada Anis yang berfikir cepat untuk meminta bantuan.
Orang tua Ale menyuruh Windu mengantar Anis pulang karena sudah malam dan Abi pun pamit karena Abi tidak sabar memberikan perhitungan pada Danish.
Windu menuju mobil nya yang sudah diantar orang Abi dan Abi menuju mobil nya menuju markas mami.
yah, di kota ada salah satu bar yang sangat terjaga kerahasiaan pelanggan nya, Tidak akan bocor walau nyawa pemilik bar taruhan nya. Mami panggilan semua orang pada pemilik bar itu.
Abi memiliki kamar bawah tanah di tempat mami untuk menghukum seseorang tanpa sepengetahuan daddy nya. Karena di jamin aman identitas nya Abi membuka seluruh jati diri asli nya di sini juga sisi kelam Abi terlihat di balik kelembutan nya.
Abi langsung menuju basement dan masuk lift menuju ground bawah tanah. Membuka lift dan hanya ada beberapa kamar khusus menjadi markas nya. Lebih tepat nya mami menyediakan tempat nya untuk bersembunyi jika ada polisi datang untuk Abi pergunakan. Jalur nya pun rahasia setelah memasuki salah satu kamar harus membuka ubin dan tangga kebawah untuk sampai di ruangan itu.
Abi melihat Danish sudah berdiri dengan tangan kaki telentang karena di ikat.
"Selamat malam mantan sahabat ku! " kata Abi menyapa Danish yang menoleh ke arah nya
"Lepasin gue Bi, gue gak ada urusan nya sama lo! " kata Danish pelan karena sudah tidak ada tenaga karena setelah di hajat habis-habisan oleh Windu langsung berdiri beberapa jam dengan tangan dan kaki terikat hingga mati rasa.
__ADS_1
"Gak ada? Bagaimana bisa gak ada kalau lo hampir memperkosa wanita gue! " pekik Abi tepat di depan Danish.
"Hah, Ale wanita lo! sejak kapan? " tanya Danish bingung. Pantas saja Abi semarah ini karena menganggap Ale adalah wanita nya.
"Sejak 6 tahun yang lalu, saat kami masih SMP dan gue mencintai nya dari pandangan pertama. Tapi lo datang merayu nya setiap saat walau dia menolak lo mentah mentah. Dan setelah lo dapat kan, lo malah sakiti hati nya. Dan sekarang Lo perkosa dia. Selama ini gue diam karena gue anggap lo sahabat gue dan Ale tetap aman walau berpacaran dengan lo! " kata Abi berapi api mengingat kejadian barusan.
"Dan hari ini lo lancang Danish, Ale gue lo sakiti badan dan mental nya! " teriak Abi di depan Danish.
"Abi, kenapa lo gak bilang! kalau lo bilang gue akan lepasin dia dengan suka rela! " kata Danish pada Abi.
"Sebegitu mudah nya lo mempermainkan wanita, lo perlu tau rasanya di permainkan Danish. Agar lo sadar! " kata Abi
"Bawa masuk! " teriak Abi.
"Pesanan Anda hari ini performanya tidak bisa di ragukan lagi tuan muda! " kata mami pada Abi yang sudah duduk di kursi nya di depan Danish.
Danish masih diam menerka apa yang akan Abi lakukan padanya, Danish yakin masih ada sejumput sayang Abi pada diri nya dan tidak akan membunuh nya.
"baiklah mami, Terima kasih. jangan lepaskan dia malam ini. Dan silahkan kalian nikmati lubang tai milik sahabat ku itu! " kata Abi menyeringai.
Mami pun kembali keluar dan Danish terbelalak mendengar titah Abi pada beberapa laki laki berbadan besar yang datang tanpa pakaian dan memiliki barang yang sangat besar.
__ADS_1
"Ucapkan selamat tinggal pada lubang tai lo yang masih virgin detik ini! " seringai Abi sambil menatap Danish dan menyesap rokok nya sambil melihat kejadian yang menjijikan tapi menyenangkan untuk pembalasan mental Danish.
"Nggak, lo gak mungkin sekejam itu sama gue, gue sahabat lo Bi! " teriak Danish kesetanan karena para pria kekar itu sudah mulai melucuti pakaian nya dengan gunting, dan sebagian memasang besi pneumatik pada pergelangan kaki Danish. Jika Danish berontak, Gagang besi itu akan semakin melebar dan otomatis kaki Danis akan semakin lebar terbuka.
"Lo gila Bi, Abiii gue sahabat lo. Lo gak akan sekejam ini kan! " teriak Danish meminta pertolongan pada Abi. Dan Abi hanya diam seribu bahasa.
.
.
.
.
.
Happy Reading semuanya.
Kita sudah ada di ujung riwayat dari Sang pecundang.
Loser man sudah akan menerima pembalasan.
__ADS_1
crazy up yok.
kita tamat in sekalian