LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 45. Kekesalan Anis


__ADS_3

"Nanti kangen kalau gue berangkat sekarang! " goda Windu.


"Ih geli banget! " gumam Ale.


"Tau ih, malu malu ini lo Ndu! " kata Anis.


"Malu maluin apa mau in aja Nis, lo juga kenapa pipi nya merah banget gitu? lo bilang aja kali kalau kangen! " kata Ale menggoda dua sahabat nya itu.


"Le lo bener bener deh, pulang dari Lawu resek bener!" pekik Anis.


"Hahaha. Kena setan nya Lawu kali! " timpal Windu..


"Lo juga, puas lo prank kita semua! dasar lo pulang dari Surabaya juga jadi ngeselin! " sewot Anis.


"Tapi lo rindu gue kan! "


"Kagak. Amit amit banget! " jawab Anis.


"Hahahahaha! " tawa Ale dan Windu pecah.


Anis semakin merengut dan sinis.


"Berangkat gak Le? kalau enggak gue tinggal nih! " kata Anis.


"Berangkat dong, yuk cus! " jawab Ale sambil duduk di jok belakang motor Anis.


"Bye Ndu! " kata Ale sambil tersenyum miring.


"Hati hati di jalan Nis, Bye Le! " jawab Windu.


Tanpa menjawab Anis langsung menjalankan sepeda motor nya dengan pelan. Windu pun menjalan kan mobil nya menuju arah yang berlawanan.


"Nish! " kata Ale.


"Hmm. Apa? puas lo Le liat sahabat lo mati kutu! " pekik Anis yang masih merasakan sisa sisa malu.


"Elah. Orang sama Windu ini. Lo beneran suka kan sama Windu! " kata Ale.


"Tau ah. Lo bener bener Le! " pekik Anis.


"Wakakak. Windu beneran suka tau sama lo! " kata Ale.


"Apaan! "


"Beneran. Alasan dia balik karena dia mau deket elo tau Nis! " yakin Ale.


"Orang dia balik karna lo jemput, coba aja enggak udah pasti dia akan kuliah di sana! " ketus Anis.


Sejujurnya Anis tau jika Windu begitu menyayangi Ale sahabatnya itu. Tapi kecewa tetap memenuhi hati nya karena tak sedikitpun keinginan nya di kabulkan oleh Windu dan apapun keinginan Ale sudah pasti di kabulkan oleh Windu.


Anis tidak yakin jika Windu kembali karena diri nya. Sudah pasti karena Ale menjemput nya dan mereka baikan.

__ADS_1


"Serius. Dia nolak saat gue ajak balik. Gue udah iklas selama sahabat gue bahagia. Eh dia akhirnya ikut gue pulang Nis. Karena gak mau kehilangan lo! " yakin Ale lagi.


"Bulshit! "


"Dia sampe minta izin gue buat macarin sahabat gue. Dia bilang kalau kita tak bisa lagi seperti dulu. Dia melarang ku memeluknya lagi nanti kalau cinta nya sudah lo Terima! " kata Ale.


"Serius? " tanya Anis.


"Lo pernah tau gue bohong? " tanya Ale balik.


"Enggak! " jawab Anis polos.


"Berarti? "


"Beneran Le Windu suka gue? " tanya Anis meyakinkan diri.


"Bukan kah dia selama ini juga merhatiin lo? " tanya Ale.


"Bukan nya hanya merhatiin elo Le! "


"Lalu kenapa dia begitu hafal cara makan lo, kebiasaan lo dan semuanya. Dia laki laki ter sweet yang pernah gue kenal Nis. Gue yakin lo gak akan tersakiti di tangan dia! " kata Ale.


Anis diam sejenak sambil mendengar ucapan Ale dan memori nya berputar ketika Windu mengajak nya ke mall saat dia suntuk waktu itu.


"Iya dia hafal makan kesukaan gue. Dia hafal makan gue. Dia berbagi kegelisahan sama gue! Apa bener lo serius sama gue Ndu? " batin Anis.


"Kenapa lo malah bengong Nis. Ish mana gue aja yang nyetir! " kata Ale.


"Lo masih ragu sama Windu dan Gue? "


"Enggak! " jawab Anis.


"Gue sama Windu saling sayang hanya sebatas teman dan sahabat. Percayalah itu Nis. Kemarin saja setelah Windu dengar gue maafin Danish dan mau melanjutkan asa kami. Dia biasa saja hanya khawatir sebagai sahabat saja! " jelas Ale.


"ALE LO BODOH BANGET. SUMPAH! " teriak Anis.


"Ha! " Ale yang mendengar teriakan Anis mendadak seketika tercengang.


"Ha. Lo gila maafin Danish yang kayak tai itu. Lo mikir gak sih Le. Lo bodoh apa gimana sih! " kata Anis menggebu gebu.


"Ini bahas lo sama Windu kenapa jadi marah karena gue sama Danish sih! " kata Ale.


"Lo bener - bener deh ya Le. Apa kurang yang dilakukan Danish buat Lo. Dia menyimpang jauh dari tujuan hidup lo Ale! " pekik Anis.


"Gue juga gak tau Nis! " jawab Ale santai.


"Lo gila ya Le. Santai bener. Gue udah ngotot banget gini! " pekik Anis.


"Gak usah masuk sekolah deh, gue bener bener mau bawa lo ke tempat rukiyah! " lanjut Anis lagi.


"Enak aja, gue gak kerasukan Anis! " kata Ale.

__ADS_1


"Apa namanya terus? Lo udah tau dengan mata kepala lo, kurang jelas apa coba? dia sampah Le. Dia udah jauh dari tujuan hidup yang lo mau. Gimana mau bersama kalau muara tempat bertemunya di tujuan yang berbeda! " kata Anis menggebu gebu.


"Gue juga gak tau sama perasaan gue sendiri Nis! " jawab Ale.


"Apa nya yang gak tau? Lo cinta buta? " pekik Anis.


"Bahkan respon Windu biasa aja semalam, lebih emosi an elo Nis, Lo masih gak percaya sama Windu? " tanya Ale merubah topik pembicaraan karena Ale pun sedang tidak tahu arah hati nya, dia tidak nyaman mendengar nama Danish disebut.


"Gue percaya sama Windu. Yang gak gue percaya itu sikap lo ya mau lanjut sama Bajingan model Danish." kesal Anis.


Anis tau jika Ale sudah mengalihkan pembicaraan seperti ini, sudah bisa di pastikan Ale sedang tidak ingin cerita atau tidak nyaman dengan pembicaraan ini.


"Lo jelas-jelas gak nyaman Le. Kenapa lo mau menyentuh luka itu? " batin Anis.


"Hahaha apa bajingan tidak ada kesempatan berubah Nis? bahkan Seorang pezinah sekalipun ketika bertaubat dan meminta ampun, Allah akan mengampuni nya! " kata Ale.


"Kesempatan itu untuk siapa saja Le, tapi jangan berharap dia berubah karena lo, bulshit! " ketus Anis.


Jujur saja Anis saat ini tengah sangat emosi menghadapi sahabat nya itu. Apa yang ada di dalam. otak Ale. Apa yang membuat Ale kembali setelah melihat kebiadaban Danish.


Anis tidak ingin Ale di perlakuan seperti wanita bayaran yang ada di vidio yang dia tonton. Anis sangat menyayangi Ale.


"Udah tuh sampe, berhenti Nis." kata Ale di depan gerbang sekolah mereka.


Mereka berdua pun menuntun sepeda motor mereka dengan tanpa kata dan tanpa memandang satu sama lain.


Anis dipenuhi dengan emosi dan kesal, sedang Ale tak ingin melihat sahabat nya emosi karena dirinya.


Sungguh Ale pun juga bimbang dengan hati nya. Ale begitu ingin mempertahankan Danish kemarin, mendengar dia akan pindah membuat dada nya sesak.


Tapi benar kata Windu, sekuat apapun Ale berusaha mengembalikan seperti semula tetap tidak akan sama. Rasa nya sudah berbeda.


Hati nya berbeda.


Perasaan juga sudah pernah hancur.


Tidak akan mudah.


"Sehat Le? "


.


.


.


.


.


Happy Reading semuanya 😊

__ADS_1


__ADS_2