
"Jangan bohong lo. " kata Danish.
"Bukan urusan lo. lebih baik lo pergi sekarang. " kata Windu berbalik dan berjalan meninggalkan Danish.
"Ndu." lirih Danish.
Windu menghentikan langkah nya dan diam tanpa menoleh.
"Gue sayang banget sama Ale, gue udah berjuang sedemikian rupa Ndu. Sumpah Demi diri gue sendiri. gue gak pernah nge*we dari gue janji sama lo sampai kejadian malam itu. " kata Danish dengan penuh permohonan.
"Tapi lo tetap udah ingkar sama janji lo. " kata Windu.
"Gue ngaku salah, gue minta maaf telah ingkar janji, tapi gue beneran sayang sama Ale, Ndu. " kata Danish.
"Sayang lo tai berarti Nish." kata Windu membalikkan tubuh dan mendekat ke arah Danish.
"Lo kenapa bisa bilang sayang?, " tanya Windu.
"Karena gue sayang sama dia. " kata Danish.
"Kalo hati lo benar sayang sama Ale, sedikit pun kamu tidak akan berpaling. Apalagi nge*we sama cewek lain. terlepas hanya dengan nafsu saja tanpa perasaan. bulshit. lo ngerasain perasaan bahagia bukan saat lo cr*ot." ketus Windu.
"Ndu, karena lo ga pernah ngrasain rasanya. " kata Danish.
"Bajin*gan kayak lo emang gak akan berubah. Karena alasan lo bakalan sama, lo ga pernah ngrasain. berarti kalau gue baikan sama Ale dan lo baikan sama Ale lo akan lakuin lagi, BAJ*INGAN. LO BAJIN*GAN" kata Windu penuh dengan urat leher yang keluar, kemudian berbalik dan beranjak.
Danish mati kutu.
"Ndu." lirih nya lagi.
"DIAM lo Bajin*gan. Lo bukan sayang sama Ale tapi Lo terobsesi. Rasa penasaran dalam diri lo itu bertumbuh menjadi obsesi mendapatkan Ale. Setelah dapat pun lo gak ada orientasi ke depan nya, ataupun punya mimpi bersama. fokus lo hanya dapetin Ale. Dan obsesi Lo akan ngehancurin Ale kalau begitu. obrolan kita stop sampai disini. " tegas Windu.
Windu kemudian pergi tanpa memperdulikan Danish lagi. Windu begitu emosi bicara dengan orang yang tak kolot seperti Danish.
Kemudian Windu masuk ke dalam mobil dan membanting pintu nya.
"astaghfirullah kenapa gue se emosi ini sih. " gumam Windu.
"Ale, kasian banget sih lo, sekalinya bisa buka hati malah sama bajin*gan tengik model Danish itu. bener bener ngomong sama dia makan ati banget. " gumam Windu lagi.
Kemudian Windu pulang dan akan bersiap siap.
Windu selama mendiamkan Ale ini tinggal di rumah tante nya dan berniat akan pindah ke kota Surabaya untuk melanjutkan kuliah nya.
Dan malam Windu akan berangkat karena sudah selesai ujian dan ujian praktek nya. Windu sengaja tidak memberi tahu kan kepergian nya pada Ale.
Semua urusan sekolah nya akan di urus oleh ayah nya. Dan akan mencari kuliah di sana. Cita cita nya untuk menempuh study di UI akan di pendam. karena Surabaya juga bagian dari cita cita nya.
__ADS_1
Kemudian setelah semua beres, dia akan berangkat sendiri dengan mobil kesayangan nya.
Sebelum dia berangkat mampir ke rumah Ale dulu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum te, om, " kata Windu.
"Waalaikumsalam Ndu, Loh mau kemana? ayo masuk nak, " kata mama Susi.
"Windu buru buru te, ini titip buat Ale ya. Windu pamit te, " kata Windu.
"Kamu yakin akan ada di sana?, " tanya mama Susi.
"Iya te, Assalamualaikum, " kata Windu.
"Pasti Ale akan sangat sedih. Waalaikumsalam hati hati nak, semoga Allah melindungi setiap langkah mu, " kata mama Susi.
"Aamiin." kata Windu kemudian berbalik dan kembali menuju mobil nya.
"Semoga lo selalu bahagia Le, Kuliah di tempat yang lo mau. Gue selalu sayang elo. Maafin gue ya, " batin Windu.
Windu menempuh jarang 800 kilometer seorang diri.
Dia ingin pindah juga ingin travelling untuk self reward nya, sehingga orang tua nya mengijinkannya.
📞 Anis
"Hallo, Assalamualaikum. " sapa Windu.
"Waalaikumsalam Ndu. Lo dimana?, " kata Anis.
"Dijalan, " jawab Windu singkat.
"Ini beneran, Lo bakalan stay di Surabaya. Lo gak jadi kuliah bareng kita di UI, " kata Anis.
"Iya Nis. Di sana juga banyak kampus bergengsi kok, " kata Windu.
"Apa sedalam itu rasa kecewa lo. " tanya Anis.
"Iya. Gue rasa gue emang harus jauh dari Ale Nis. Gue udah gak marah lagi tapi gue gak akan bisa kembali seperti dulu. " kata Windu.
"Lo bisa pasti. " kata Anis.
"Hati dan kepercayaan yang hancur akan sembuh seiring waktu, tapi akan tidak sama rasa nya. Aku harap kamu dan Ale baik baik aja dan selalu bahagia. Aku juga akan bahagia di sana. " kata Windu.
"Kenapa harus gini sih Ndu. " kata Anis.
__ADS_1
"Mungkin takdir nya harus gini. Jika bertemu lagi InsyaAllah akan ada di kondisi dan situasi yang lebih baik lagi, titip Ale ya Nis. Jangan biarkan dia luluh oleh Danish. " kata Windu.
"Iya. Lo hati hati. Jangan lupain gue. " kata Anis.
"Pasti cantik. Ya udah sana tidur. " kata Windu.
"Ndu. Semoga lo bahagia selalu. " kata Anis.
Dan setelah nya telpon itu selesai. Windu berangkat ke Surabaya. Anis menangis karena merasa kehilangan sabahat yang terbaik selain Ale. Dan Danish terpuruk dengan gelap mata nya tengah menyentuh minuman haram di sebuah karaoke dengan Leo dan Abi.
Leo tengah bernyanyi dengan seorang wanita yang di sewa sebagai pemandu lagu nya. Abi tengah menemani Danish meminum minuman keras itu.
"Lo parah Nish. Jangan banyak banyak. " kata Abi.
"Orang cuma sedikit Le, janji gak ma*buk aku sayang." racau Danish.
"Stop gila, " sentak Abi dengan mengambil gelas kecil di tangan Danish.
"Lo kenapa ikut campur urusan gue sama Ale sih Ndu. Lo tau lo yang bajin*gan. Lo bajin*gan. Lo bajin*gan. LO BAJIN*GANN WINDU. " teriak Danish mecarau penuh emosi.
"Stop. Lo udah mulai gila. yuk pulang. biar Leo sama wanita itu. " kata Abi sambil menunjukan wanita yang tengah menari basah dengan Leo.
"Gak Ndu. Lo jahat sama gue. Hanya karena gue nge*we sekali sama cewek. Lo buat hubungan gue dan Ale hancur. Lo jahat. LO JAHAT. LO YANG BAJI*NGAN. LO YANG SUKA ALE KAN. LO TAI ANJ*ING NDU, " teriak Danish sambil akan menonjok Abi.
Tanpa banyak bicara, Abi menghentikan pukulan itu, mengunci gerakan Danish yang membawa nya keluar private karaoke itu.
Membawa Danish ke mobil dan melemparkan Danish ke mobil. Dan Danish yang kelelahan juga efek alkohol yang di minum nya, kesadaran nya mulai hilang.
Kemudian Abi mengikat kaki dan tangan Danish. setelah itu melajukan mobil nya dengan senyum tersungging di bibir nya.
"Enak aja, Bajin*gan kayak lo mau dapetin Ale. Gak akan pernah gue biarin. Video yang gue kirim pakai ponsel Leo ampuh juga. Ale terlalu berharga buat rongsokan kayak lo. Ale akan jadi milik gue. Gadis baik dan manis itu akan menjadi milik gue Danish, " gumam Abi dengan seringai yang sangat menakutkan.
.
.
.
.
.
Oh no ternyata kamu jahat Abi.
cinta tidak akan membiarkan orang yang dicintai nya menderita.
like komen yang vote ya😊
__ADS_1