LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 46. Nasihat Sahabat


__ADS_3

Hati nya berbeda.


Perasaan juga sudah pernah hancur.


Tidak akan mudah.


"Sehat Le? " sapa chia saat papasan menuju tempat parkir.


"Hah. Sehat Chi. Lo gimana? ada yang sakit gak? " tanya Ale pada Chia.


"Harus nya gue yang nanya? Lo sehat gak? habis turun langsung berangkat Surabaya apa gak capek? " tanya Chia.


"Gue sehat Alhamdulillah! " jawab Ale.


"Windu gimana? udah baikan kan?" tanya Chia.


"Alhamdulilah! "


"Masalah nya apa jadinya Le? Danish kan? " tanya Chia.


"Lo jadinya milih sahabat lo apa pasangan lo? " lanjut Chia lagi melihat Ale terus diam.


"Milih Danish, Pacar nya! " ketus Anis kemudian kembali berjalan setelah berhenti sejenak menghargai Chia, teman dari sahabat nya.


"Beneran! " pekik Chia.


"Gak. Anis ngaco! " jawab Ale kemudian berlari mengejar Anis.


"Nis! " kesal Ale sambil menaikkan nada bicara nya.


"Apa! " pekik Anis dengan suara tak kalah tinggi nya.


"Lo keterlaluan Nis! " kata Ale dengan suara menurun.


"Lo yang keterlaluan! gue sayang elo! gue khawatir sama Lo! tapi lo sendiri yang memilik menyelam dalam luka dan bahaya itu! " pekik Anis dengan dada yang sesak.


"Lo tau, seberapa gue peduli sama lo? lo tau, seberapa gue khawatir sama lo? gue emang gak berarti buat lo Le. Danish dan Windu yang berharga buat lo kan? " kata Anis dengan suara bergetar dan pergi meninggalkan Ale sendiri di parkiran.


Entah kenapa Anis begitu emosi mendengar Ale memaafkan Danish dan kembali lagi merajut ada yang terputus.


Anis membayangkan jika Ale masuk ke dalam perangkap Danish dan Ale akan terluka sangat dalam. Anis takut jika Ale menjadi korban dan diperlakukan dengan kejam oleh Danish.

__ADS_1


Saat ini saja, Ale belum di apa apa kan, Ale sudah sangat mencintai Danish. Hingga maaf pun mudah sekali dia ucapkan.


Keteguhan hati, konsistensi, prinsip dan harga diri tinggi Ale dimana sekarang? Kenapa bisa Ale menjatuhkan harga diri dan memaafkan laki laki yang sudah jelas tidak pantas untuk di jadikan imam.


Semakin berkecamuk isi pikiran Anis. Anis mempercepat jalan nya tidak peduli teriak an Ale yang tengah mengejar nya. Anis menuju ke lorong kamar mandi dan masuk ke kamar mandi sambil menutup pintu.


Dor dor dor.


"Nis buka pintu nya! " pekik Ale.


"Lo kenapa sih Nis? apa gue salah sebagai manusia memaafkan orang lain yang berbuat salah? " lanjut Ale sambil terus menggedor pintu Anis.


Anis yang di dalam kamar mandi duduk di closed duduk sambil menatap pintu dan menghela nafas.


"Jawab Nis? Apa gue salah? dia minta maaf dan gue maaf kan, apa itu salah? ayo lah keluar kita bicara. Jangan seperti anak kecil? " pekik Ale sambil terus menggedor.


Untung nya koridor maupun depan kamar mandi sedang dalam keadaan sepi.


"Nis. Lo kenapa kayak gini sih? Apa gue salah mencintai seseorang? Hiks! " kata Ale mulai menangis.


Ale berada di ujung persimpangan, Ale begitu menyayangi Anis seperti saudara nya sendiri. 6 tahun kenal dan bersama, bersahabat baik tidak pernah terjadi hal seperti ini.


Biasanya mereka saling mengerti dan memahami perbedaan mereka masing masing.


Windu sudah mengeluarkan ultimatum jika menyerah kan semua keputusan pada Ale tapi untuk dia, dia tidak bisa seperti semula pada Danish.


Dua sahabat Ale tersakiti dengan perbuatan Danish.


ceklek


Mendengar tangisan Ale, Anis membuka pintu kamar mandi nya dan berhadapan dengan Ale.


"Salah Le. Gue pun Windu sangat sakit dengan perbuatan bejat Danish. Itu bukan perbuatan pada manusia Le. Tapi pada hewan! " kata Anis dengan sorot mata yang tajam.


"Gue benci dengan keadaan ini Nis. Please jangan begini. Gue sayang elo tapi gue juga sayang Danish! Hiks! " kata Ale berurai air mata dengan sesak yang memenuhi dada nya.


"Selama 6 tahun gue kenal Lo, gue baru melihat lo kayak gini sekarang Le. Mau seperti apa lagi jika hubungan toxic ini lo lanjut! " pekik Anis dengan mata berkaca.


Anis tak tega melihat sabahat nya yang sangat baik, tegar dan kuat menjadi rapuh dengan derai air mata. Tangis Ale menyalur pada Anis.


Ingin rasanya Anis mendekap erat tubuh bergetar itu. Ingin rasanya Anis berdamai dan memaklumi tindakan Ale tapi nyatanya tidak bisa. Rasa sayang nya pada Ale sangat besar hingga dia memilih kuat agar Ale tahu mana yang baik dan salah.

__ADS_1


Anis tak ingin Ale salah langkah.


"Le dengerin gue kali ini aja. Gue sayang banget sama lo. Gue yakin Windu juga sayang banget sama lo. Jadi tolong sayangi juga diri lo! " kata Anis.


"Gue cinta sama dia Nis. Gue wanita biasa yang luluh juga dengan cinta Hiks yang ditawarkan pada gue. Gue ingin menolak setengah mati, nyatanya cinta itu sudah memenuhi hati gue Nis! " keluh Ale.


"Tapi ini gak sehat Ale, gak bagus. Aku pun bisa menjamin ini tidak akan bertahan lama! " kata Anis melunak mendengar ungkapan perasaan sabahat nya itu.


"Gue harus apa! " pekik Ale kesal dengan hati nya sendiri.


"Gue gak bisa mencongkel hati gue biar keluar dari tubuh gue kan Nis. Hiks! " lanjut Ale frustasi.


"Lo udah kayak gak punya Allah aja Le. Allah Maha membolak balikkan hati manusia Le! "


"Astaghfirullah! " lirih Ale.


"Perlu lo tau Le, freese*x atau pun apalah itu kelainan namanya, gak akan pernah sembuh jika dengan orang yang sama Le! " kata Anis penuh penekanan.


Ale pun menatap Anis menunggu kelanjutan ucapan Anis, karena jujur Ale gak tau perihal apapun maslah per ranjangan.


"Seperti hal nya selingkuh, pernah dimaafkan. Maka dia akan selingkuh lagi karena laki laki baj*ingan itu punya pikiran jika pasangan nya terlalu mencintai dia, pasti akan dimaafkan lagi kalau berbuat salah yang sama! " lanjut Anis menggandeng Ale menuju bangku panjang di dekat taman kecil di antara kamar mandi kan UKS.


"Iya juga! " batin Ale.


"Dan saat itu terjadi, Lo yang akan sakit berkali lupa karena jika yang pertama lo menganggap dia penghianat yang kedua selain penghianat dia juga tidak menghargai lo, sehingga Lo akan kecil hati karena merasa tidak di hargai, dicintai, dimiliki Ale! " kata Anis pelan.


"Percaya sama gue, dia udah ngrasain nikmat nya berhubungan badan. Dia akan ketagihan dan mencari lagi jika lo tidak mau! " kata Anis.


"Anis! "


"Benar kan. Karena lo membentengi diri dia jadi beli wanita Ale. Bukan cuma sekali tapi berkali kali bahkan menyiksa wanita yang di bayar nya! " kata Anis mencoba menyadarkan Ale.


"Hiks! "


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading semuanya


__ADS_2