
Me
22.00: wahhhhhh, alhamdulillah. akhirnya makasih alenaku yang tercantik sejagat raya. jadi kita pacaran ni?
^^^alenaku^^^
^^^22.01: gak^^^
Hah!! apa maksud Ale ini, dia melambungkan hati dan harapanku, dalam sekejap menjatuhkan hatiku lagi.
me
22.01: loh katanya buka hati
^^^alenaku^^^
^^^22.02: bukan berarti mau pacaran kan^^^
me
22.02: terus?
^^^alenaku^^^
^^^22.02 : yaudah jalani aja^^^
me
22.03: HTS maksud lo le?
22.04: le
22.08: lo tidur le
22.10 :le
Huh, pasti udah tidur. Ale Ale kenapa aku sebegitu menginginkan kamu. Padahal kamu mempermainkan hati ku.
Gadis itu kenapa sulit sekali di taklukkan ya, apa 3 tahun ini tidak cukup menjadi bukti keseriusan dan kesetiaan ku.
Ale
Aku gelisah, hingga mata ku tak mau terpejam. Malam ini aku hanya men scroll media sosial. Aku tidak sabar pagi datang dan datang ke rumah Ale.
Aku tak berani lagi WA, karena takut Ale akan risih dan membatalkan niat membuka hati nya. Hingga tidak ku sangka jam sudah menunjukkan pukul 2.30 pagi.
Aku bergegas datang ke rumah Ale. Aku akan membeli nasi campur di sebelah rumah Ale untuk saur pagi ini.
Aku berharap akan bertemu dengan nya disini,
aku memarkirkan mobil ku di rumah Windu, ya seperti biasa Windu akan memaki ku, dan memarahi ku.
Kemudian Windu akan ikut makan di tempat nasi campur itu.
"Lo ini gila apa gimana sih Nish ?. " kata Windu.
"Kenapa?. " tanyaku sambil terus berjalan bersama Windu.
"Tau gini, kenapa lo pulang sih jam 10. Jam segini udah gangguin gue lo. " kata Windu.
"Wawahahha, nasib mengejar cinta Ale. " kata ku.
"Udah gue bilangin, udahan aja deh. Lo gak bakal dapetin dia. " kata Windu.
"Lah kenapa?. " tanya ku.
"Dia itu penganalisis, dia pasti juga menganalisis lo pantes gak buat jadi masa depan dia. Orang lo aja puasa bolong bolong, sedangkan Ae dia bantuin bokap nya aja puasa terus. " kata Windu.
"Ya, dia luar biasa. makanya aku begitu pengen dapetin dia." kata ku.
"Dia bukan cewek buat mainan, dia cewek yang buat di nikahi bro." kata Windu.
__ADS_1
"Iya gue tau, gue juga mau nikahin dia kok." kata ku.
"Tai kucing," kata Windu.
"Serius nyet," kata ku.
"Gue gak percaya banget sama lo, modelan kayak lo tuh celap celup udah." kata Windu.
"Gila lo ya, gue ngejar dia udah tiga tahun bro, terus cuma celap celup doang? ya sayang bro. Mau gue celup celup sampe tua." kata ku.
"Ya ya, gue do'ain deh. Lo berhadapan sama gue kalau lo sakitin dia." kata Windu.
Dan ternyata kita sudah sampai di tempat jual nasi campur dan pecel madiun, ramai sekali. Kita duduk di atas tempat duduk lesehan.
"Bu, campur 2 ya." kata Windu.
"Ok mas windu sama teman nya minum gak?. " kata ibu penjual itu.
"Teh anget deh." kata Windu.
"Ngantri ya mas." kata ibu itu.
"Siap bu." kata Windu sambil bercanda.
"Bu, Ale udah kesini belom bu?. " kata Windu.
"Di dapur anak nya, tadi pas ibu bangun jam 1 ternyata ika sakit, jadi ibu bangunin Ale buat bantuin ibu, dan alhamdulillah anak nya bangun cepet." kata ibu itu.
"Ngapain bu di dapur?. " tanya Windu.
"Dari tadi yang goreng goreng Ale, paling sekarang goreng tempe, emang baik banget anak itu." kata ibu itu.
"Boleh ke belakang gak bu? ." kata ku.
"Boleh kok orang kelihatan juga, sekalian bilangin minta tolong teh anget 2 gitu ya nak." kata ibu itu.
"Siap bu." kata ku.
"Le." sapa ku.
Dia menoleh dan melongo.
"Elo, ngapain ke dapur?. " kata nya terkejut.
Aku melihat mata nya satu, pasti dia mengantuk. kemudian duduk di dekat penggorengan, rambutnya di kucir satu cempol khas bangun tidur tapi rapi, ada beberapa anak rambut keluar, muka tanpa polesan apapun dengan sayu. Dia sungguh cantik.
"Itu, kata ibu nya minta tolong teh anget 2 ." jawab ku.
"Oke, bentar lagi gue anter." kata nya cuek kemudian berdiri ke arah meja di dekat ku, aku masih di pintu tidak berani masuk ke dapur.
"Ini siapa le? ." tanya ku.
"Ini ika, lagi sakit, makanya ibu minta tolong aku bantuin, tapi ika gak tega aku sendirian jadi di temeni di sini." kata Ale.
"Oh, lo cantik banget Le." kata ku.
"Lo gila ya, gue kayak mummi gini lo bilang cantik." kata nya tertawa.
Kemudian berjalan membawa dua cangkir teh hangat ke depan, aku mengekor i nya.
"Lo tidur ya semalem? ." tanya ku.
"Iya, gue ngantuk banget ." jawab nya.
"Gue gak bisa tidur tau nunggu balesan lo." kata ku.
Kemudian di berbalik badan dan menatapku.
"Kamu gila ya? kenapa gak tidur. Jangan bilang lo kesini buat ketemu gue ." kata nya.
__ADS_1
"Iya, gue khawatir." jawab ku.
"Huh, dasar. Apa yang lo khawatir in?. " kata nya berbalik lagi dan berjalan ke arah Windu.
"Kalau lo cabut niatan buka hati lo," jawab ku lagi.
Dia hanya melirik ku, kemudian menatuh teh hangat itu di depan windu.
"Bilangin tu temen lo win, kayaknya dia agak gila deh. Suruh pulang sana tidur." katanya pada Windu.
"Aku rasa iya Le, lo bener dia udah gila. Tapi gak mau pulang. Mau gue bakar idup idup kasian." kata Windu sambil tertawa ngakak.
Ale hanya tersenyum.
"Heran gue, kenapa ada makluk macam dia." kata nya.
Kemudian Ale berdiri dan berjalan ke arah dapur lagi melewati aku, kemudian
"Le." panggil ibu penjual nasi nya.
"Iya bu, ada apa? ." kata Ale.
"Masih ngapain nak di dapur? ." tanya ibu itu.
"Goreng tempe bu, ini goreng yang terakhir. " kata Ale.
"Yaudah kalau udah matang angkat taruh piring bawa kesini ya, sekalian waktunya kita sahur." kata ibu itu, kemudian ibu menutup pintu nya.
Tinggal beberapa orang yang di dalam rumah.
"Iya bu" jawab Ale.
"Loh kok Ale yang bantuin bu?." tanya salah satu pembeli.
"Iya, Ika tiba tiba sakit. Jadi tadi bangunin Ale." kata ibu penjual.
"Baik banget emang Ale ini." kata ibu tadi.
"Ya dia sangat baik." gumam ku.
Kemudian beberapa saat semua pembeli habis dan Ale keluar dari dapur membawa tempe goreng dan 2 gelas teh hangat lagi, untuk nya dan ibu penjual pasti.
"Makan bareng aja bu." kata Windu.
"Iya nak Windu" kaya ibu itu membawa dua piring nasi campur kami dan dua piring nasi pecel nya dan Ale.
Kami duduk di meja bersama empat orang.
Kemudian kami makan, aku terlalu fokus melihat Ale hingga nasiku masih banyak, sedang ibu penjual sudah ke dapur buat beres beres dan lain lain, Ale masih makan dan Windu main hape nya.
"Lo mau liatin gue aja ni? emang saur lo kenyal? ." kata Ale tiba tiba tanpa liat gue, aku liat Windu melirik Ale dan aku kemudian main hape lagi.
"Eh iya, lo suka nasi pecel le?. " tanya ku.
"Biasa aja." jawab nya singkat.
"Jadi gimana? ." tanya ku lagi.
.
.
.
.
Happy reading ya para readers budiman,
Semoga suka dengan novel kedua ku,
jangan lupa like, komen dan vote ya,
__ADS_1
❤ dukung mak terus