LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 47. Persahabatan


__ADS_3

"Benar kan. Karena lo membentengi diri. dia jadi beli wanita Ale. Bukan cuma sekali tapi berkali kali bahkan menyiksa wanita yang di bayar nya! " kata Anis mencoba menyadarkan Ale.


"Hiks! Sruuut! " sisa tangis Ale sambil mengeluarkan ingusnya di tisu.


"Jijik banget sih lo Le! " pekik Anis.


"Gue sedih Nis, jangan protes napa! " cuek Ale sambil mengelap air mata dan ingus nya.


"Hisssss! " cibir Anis.


"Gue harus gimana Nis? jujur aja emang rasanya beda banget dari sebelum ada masalah ini. Tapi gue cinta sama dia Nis, gue gak bisa biarin dia pergi dari gue! " kata Ale sedih masih dengan menyusut air mata yg terus turun.


"Oke gue paham dia cinta pertama lo Le, tapi jangan bodoh. Penghianatan adalah penyakit Le, ini akan terus berulang jika kamu maafkan! " kata Anis.


"Gue hanya khawatir kalau lo akhirnya menyerah kan markota lo pada orang yang tidak halal untuk lo, dan lo masuk ke dalam lembah tak bertepi yang Danish ciptakan! " lanjut Anis lagi.


"Naudzubillah nis, jangan sampe! Gue masih bisa dan memilah mana yang baik buruk dan mana yang dosa nis! " pekik Ale.


"Gue percaya itu sama lo, tapi gue gak percaya sama setan yang ada di sekeliling kalian! " kata Anis.


Deg


Deg


"Lo bener nis, gue kenapa begitu naif sekali! " batin Ale.


"Baiklah, kali ini aku beri kesempatan terlebih dahulu, jika dia mengulangi nya lagi, maka tidak akan ada kesempatan lagi! " jawab Ale tidak ingin gegabah.


"Oke setuju, tapi lo harus selalu cerita sama gue ya? Janji! " todong Anis dengan jari kelingking ke arah Ale.


"Oke! " kata Ale sambil menautkan jari kelingking nya.


Anis pun tersebut dan memeluk sahabat nya itu.


Anis begitu bahagia bisa berbicara hati ke hati dengan sahabat nya itu, kekhawatiran nya selama ini sedikit berkurang. Sebenernya karena Ale gadis yang tertutup dan tidak mudah berbagi dengan orang lain, Anis sangat kerepotan memahami perasaan Ale.


Ditambah lagi Ale tidak pernah dekat dengan cowok kecuali dengn Windu. Ale terlihat kuat dan selalu senyum seperti tak pernah ada masalah, begituoun tadi tidak terlihat masalah ternyata Ale menyimpan luka nya sendirian.


Anis sangat tau jika Ale tetaplah seorang gadis remaja yang sedang melewati masa puber sama seperti dirinya. Membutuhkan waktu mengeluarkan segala keluh kesah dalam hati nya, membutuhkan pendengar untuk semua masalah tanpa penghakiman, membutuhkan apresiasi juga pengakuan akan penting nya keberadaan nya.


Masa dimana ketika salah langkah, maka masa depan nya akan hancur dan ketika di langkah yang tepat maka masa depan nya ada dalam genggaman nya.


Dan Anis ingin menjadi orang yang selalu ada dan menjadi tempat sampat untuk semua kotoran hati maupun kotoran pikiran sahabat nya, seperti dia yang selalu ada untuk Anis.

__ADS_1


"Yaudah yuk, ke kelas! " jata Anis sambil memandang sahabat nya dan memegang tangan sahabat nya.


"Yuk! " jawab Ale.


Dan mereka pun menuju kelas nya hari ini. Memang sudah tidak ada pelajaran jadi siswa boleh kapan saja masuk ataupun tidak masuk.


Jam berapapun datang karena hari ini ada jadwal mengecek indentitas untuk di tulis di ijasah juga cap tiga jari berkas sebelum nanti selesai ijazah dan surat keterangan hasil ujian nya keluar barulah cap tiga jari dan bisa di ambil ijazah masing- masing siswa.


Mereka beriringan masuk ke kelas, jam masih menunjukka pukul 7.45 menit.


"lumayan juga kita bicara nya Le, 45 menit ternyata! " gumam Anis sambil berjalan beriringan.


"Lo yang mulai Nis, bener bener lo emang!" jawab Ale.


"Elo yang kudu di sadarkan Le! " jawab Anis sekena nya.


"Hisss! "


"Nanti pulang langsung ke bakmi GM yuk!" ajak Anis.


"Kebiasaan emang lo Nis, gass lah! " jawab Ale sambil terkekeh.


"Hahahah elo ya Le, bener bener tapi gas juga! " canda Anis.


Sebuah permasalahan tidak akan menghancurkan sebuah ikatan yang sudah terjalin erat, malah akan mempererat hubungan itu sendiri. Masalah adalah garam penyedap dalam sebuah hubungan baik dalam persahabatan maupun dalam hubungan percintaan, tapi bukan masalah yang melebihi batas toleransi dadi orang yang disakiti tersebut.


Cinta tidak lengkap tanpa kata saling mencintai. Jika sidak mencintai maka ada kata tai di dalam nya, berarti harus siap dengan semua tai tai yang ada pada diri pasangan nya.


Akan tetapi setiap orang ada batas toleransi untuk setiap tai yang dimiliki pasangan nya.


Nah, tai yang dimiliki Danish sudah melebihi batas toleransi yang dimiliki Ale, tapi sekali lagi Ale ingin memberi sebuah kesempatan walau nyata nya rasa dan perasaan nya berbeda.


Luka liku kehidupan ini yang akan membawa seseorang menjadi lebih dewasa dan bijak dalam bersikap.


Dan kebijaksanaan Ale sudah terlihat dari caranya memberi kesempatan dan mengesampingkan ego, harga diri, dan juga rasa malu.


Seperti apa ujung dari perjalanan percintaan mereka sepenuhnya ada pada tangan Danish. Akankah berlanjut atau akan stop sampai di persimpangan ataupun pertengahan jalan.


Jam menunjukkan pukul 11.30, Ale dan Anis memutuskan untuk ke masjid bersiap sholat dan akan pulang setelah nya, lebih tepat nya pergi ke bakmi GM.


Hari ini Ale dan Anis menikmati hari mereka dan melupakan kejadian pagi tadi. Ale pun melupakan jika dia tidak berkabar dengan Danish sejak kemarin malam dengan Windu dan akan menelpon balik tapi ada mama nya.


"Astaghfirullah! " pekik Ale di serambi masjid.

__ADS_1


"Kenapa? " tanya Anis.


"Gue lupa menghui Danish dari semalam, gue gak angkat telpon dia pula! " kata Ale sambil mengeluarkan ponsel nya dan duduk di teras masjid terlebih dahulu.


"Tidak ada pesan ataupun panggilan tak terjawab! Mungkin dia sudah tau dan berubah pengertian semenjak kejadian kemarin! " batin Ale sambil tersenyum.


"Dasar kasmaran! " pekik Anis melihat sahabat nya tersenyum sendiri.


"Apaan si! "


"Elo yang apaan? Kaget sendiri, panik sendiri, ketawa sendiri! " ketus Anis.


"Hehe! "


"Apaan emang? " tanya Anis dengan segenap jiwa kepo nya.


"Gak papa, dia gak ada bom pesan dan miscall gue. Semenjak masalah kemarin dia lebih pengertian dan baik aja! " kata Ale.


"Syukur lah kalau begitu, yuk masuk ke masjid! " kata Anis.


Ale pun kembali berdiri dan masuk ke dalam masjid dengan Anis.


Mereka berdua memang terkenal sebagai lem dan perangko, saking kemana mana berdua.


Setelah menunaikan ibadah wajib nya, Ale dan Anis keluar gerbang sekolah dan menuju bakmi GM kesukaan mereka berdua yang jarak nya sedikit jauh dari sekolah mereka, sekitar 8 kilometer.


Setelah perjalanan 20 menit mereka sampai dengan penuh suka cita, sepanjang jalan mereka mengoceh dan bercanda random.


Anis memarkirkan sepeda motor nya dan Ale masuk untuk mulai antri.


"Alee! "


.


.


.


.


.


Happy Reading semuanya

__ADS_1


__ADS_2