
Windu menatap intens ekspresi muka Ale dan tersenyum dalam hati.
"Lo lucu banget sih, takut banget ya gue gak balik. Gue sebenarnya gak mau balik Le. Tapi gue gak tega biarin lo ngadepi Baji*ngan model Danish sendirian. Cukup semalam aja lo hancur, gak gak rela Danish mainin hati lo. Tapi asik kali di kerjain. " batin Windu
"Gak tau le. Gue suka di sini. Dan udah mulai cari kampus di sini soalnya. "
"Ndu." kata Ale sambil berkaca- kaca.
"Kenapa lo jadi cengeng banget sih Le. Bikin gue gak tega aja. Lanjutin gak ya. " batin Windu.
Windu tetap diam di tempat.
Air mata Ale mulai meneteskan membalik kan tubuh agar Windu tidak bisa melihat nya. Ale berjalan ke arah ranjang nya, dan Windu melanjutkan langkah nya ke kamar mandi untuk membasuh muka dan membersihkan diri.
Suara air kamar mandi terdengar dan tumpah sudah tangis Ale.
"Hiks. Hiks. Astaghfirullah. Ndu. Hiks Huaaaa. " tatap Ale.
Hati Ale sangat sakit membayangkan akan jauh dari Windu. Siapa yang akan membela nya dan membantu menghadapi Danish.
"Gue gak boleh memberatkan langkah sahabat gue. Gue harus bahagia kalau Windu bahagia di sini. Hiks. Gue akan kuat ngadepin Danish sendiri. Gue akan kuat menghadapi dunia sendiri. " gumam Ale sambil menyeka air mata nya.
Windu yang keluar tanpa mematikan air karena meminta sabun cuci muka Ale tersenyum mendengar celoteh Ale.
"Lo memang harus kuat Le. Maafin gue ya isengin lo mulu. Kenapa lo nangisnya kenceng amat sih. " batin Windu.
Kemudian Windu kembali ke dalam kamar mandi dan mengurungkan diri meminta sabun Ale.
Setelah selesai semua Windu keluar dan Ale bergantian ke kamar mandi. Walau tampak sendi tapi tidak ada lagi air mata dan isak tangis Ale.
Setelah satu jam Ale keluar kamar mandi dalam keadaan sudah bersih dan cantik.
Windu menatap sahabat nya itu,
"Gimana Danish gak tergila- gila sama lo. Cantik banget gini. " goda Windu.
"Ish. Apaan sih. " ketus Ale.
"Lo salting ya di bilang cantik sama gue. "
"Idih. Pede abis lo. Banyak kali yang bilang gue cantik, semua orang mengakui nya. " canda Ale.
"Ih. Super narsis. Gadis cantik yang patah hati nya. "
"Lo ya Ndu. Nyebelin parah. " teriak Ale sambil akan menyerang Windu dengan bogem an nya.
"yeeek. Si galau ngamuk. "
Windu berlari memutari kasur pasien agar tidak terkena bogem an Ale.
__ADS_1
Ale mengejar sambil cemberut karena Windu terus menertawai nya.
"Hih, Capek. Lo nyebelin. Gue mau pulang. " sewot Ale kemudian berjalan ke tas gunung nya dan akan memakai nya.
Windu yang tidak tega Ale memakai tas seberat dan sebesar itu buru buru berlari dan menahan tas nya.
"Kan. Ishh. " teriak Ale sambil mendaratkan bogem nya di perut Windu.
Dug
"Ish. Awas ya aku bales ni. " jawab Windu yang langsung mengunci pergerakan Ale.
"Gak mau. Yee curang lo. " kata Ale sambil berontak dari kuncian Windu.
Kemudian Windu menggelitik pinggang kecil Ale. Ale tertawa kegeli an.
"Stop Ndu aaaaaaa stop. hahaha. " teriak Ale.
Kemudian Windu menghentikan aksi nya dan langsung merengkuh Ale dalam pelukan nya.
"Gue akan ikut pulang sama lo. Dijemput cewek secantik ini mana bisa nolak. " bisik Windu di telinga Ale.
"Serius!. " kaget Ale sambil mendorong Windu dan menatap Windu mencari kebohongan di sorot mata nya, dan Ale tidak menemukan kebohongan.
"Huaaaaa. Lo terbaikkk. " teriak Ale sambil masuk memeluk Windu lagi.
"Lo seneng. "
"Bangeeeeeettt Ndu. "
Kemudian meninggalkan rumah sakit dan akan menginap semalam di rumah tante kemudian balik ke Jakarta naik mobil.
Ale sangat bahagia dan sedikit melupakan sakit hati nya.
...******...
Sedangkan di sebuah kamar yang cukup luas itu. Danish tengah menata emosi nya.
Danish menghubungi Ale dari semalam ponsel Ale mati. Danish tidak tau lagi harus menghubungi dengan apa lagi.
"Lo bener bener ya Le. Lo gak pernah menganggap gue penting dalam hidup lo. Mungkin emang gue gak pantes buat lo Le. Gue udah sangat capek. " gumam Danish begitu menyedihkan.
Kemudian Danish mengirim sebuah pesan.
Danish
09.57 : Gue emang bukan prioritas lo Le. Sampai memberi kabar saja tak pernah lo luangkan. Maaf jika menurut lo gue gak pantas. Terima kasih untuk waktu berharga lo selama ini. Gue sadar dari dulu bukan gue yang lo mau. Gue nyerah Le. Gue gak sanggup lagi berjuang untuk lo.
Windu membaca kembali pesan yang dia kirim ya terus centang satu abu abu itu.
Kemudian Danish melempar ponsel nya ke kasur dan siap siap. Setelah siap Danish mengambil ponsel nya lagi dan berangkat.
__ADS_1
"Aku akan terus mikirin Ale kalau di kamar ini terus. Gadis jahat. Gadis tidak berperasaan. " celoteh Ale sambil meluapkan emosi hati nya.
Danish melajukan mobil ke sebuah rumah yang besar dan mewah. Dia masuk ke dalam gerbang dengan mudah karena satpam di sana mengenal dia dan mengetuk pintu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Danish. Mommy pangling loh, lama gak main ke sini."
"Iya nih Mom, tumben mom yang buka. "
"Iya nih, mommy mau arisan. Langsung ke kamar Abi aja."
"Makasih mom. Mommy emang super cantik dan baik. " jawab Danish sambil berlari ke arah kamar Abi.
Mommy Abi hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah sahabat anaknya itu.
ceklek.
Abi yang baru selesai mandi menuju walk in closed hanya dengan handuk sebatas pinggang saja menoleh kaget ada yang berani buka pintu tanpa mengetuk,
"Lo. ngapain lo. Kurang ajar banget lo gak pake ketuk pintu. " ketus Abi.
"Hehe. Maaf gue suntuk banget inget Ale terus kalau di rumah. " jawab Danish sambil merebahkan diri nya di kasur super empuk milik Abi.
Abi yang mendengar nama Ale di sebut pun diam sebentar dan melanjutkan memakai baju nya.
"Kenapa emang?. Bukannya turun gunung langsung di telpon. " kata Abi dengan menutupi dongkol di hati nya.
"Iya, Habis itu gak ada kabar lagi bro. Gue sayang banget sama Ale tapi dia begitu kejam, dia gak berperasaan, apa agak bisa sedikit saja balas perasaanku. " kelud Danish sambil membenamkan mukanya.
"Kata lo dia udah sayang sama lo. "
"Dia pernah bilang kalau mulai sayang sama gue, tapi dari sifat nya yang acuh ke gue gak menunjukkan sayang sama sekali. " Keluh Danish.
"Dan lo tau. Gue telpon dan WA gak nomernya gak aktif, masak di rumah nenek nya gak ada sinya gak mungkin kan Surabaya gak ada sinyal. Gue panas semalem liat postingan temen nya yang nge tag dia. " lanjut nya.
"Postingan apa?. "
"Foto berdua di ambil dari belakang candid gitu, sedang di pinggir tebing sambil bercanda. Yang di tag Ale sama Reza. Gue cemburu bro. "
"Reza?. "
.
.
.
.
Jeng Jeng Jeng
__ADS_1
Danish gak tau aja Abi sudah terbakar cemburu sejak lama.
Pantengin terus ya, jangan lupa like komen dan vote. Makasih semua udah mau baca remahan peyek mak.