
Rok Ale sudah compang camping dan Ale sudah di ujung kekuatan kekuatan nya.
"Hiks. Ya Allah tolonglah aku, selamat kan lah aku dari dosa besar ini! "batin Ale sambil menutup mata nya sesaat kemudian mengumpulkan tenaga nya untuk melawan Danish.
Tapi lagi-lagi Danish lebih banyak tenaga untuk menghajar nya dan mendaratkan beberapa ciuman dan selalu bisa Ale hindari.
Danish yang kalut karena tak satupun ciuman nya mendarat sempurna di bibir Ale, karena Ale terus berteriak dan berontak menggerakkan diri nya.
Danish pun mendaratkan satu tamparan keras di pipi Ale dengan sangat keras. Begitu keras nya hingga wajah Ale terlempar ke sebelah kanan dengan darah semakin mengucur deras.
Bersamaan dengan itu suara pintu di buka.
Brak.
"BAJINGAN LO DANISH! " teriak Windu seperti kesetanan melihat Ale yang hampir telanjang dan sudah tidak berbentukberbentuk dengan luka lebam dan darah di mana mana.
Windu berlari dan menghajar Danish, perkelahian pun terjadi antara Danish dan Windu, kedua pemuda pemegang sabuk hitam taekwondo. Windu yang membara terbakar emosi setinggi gunung Everest pun tak pernah sedikitpun dia hentikan semua serangan bertubi-tubi pada tubuh Danish walau sebagian Danish membalas serangan nya.
Abi saat masuk langsung menghampiri Ale yang terkapar dengan hanya menggunakan pengaman aset kembar dan rok compang camping tidak berbentuk.
Abi menghampiri Ale dan membawa tubuh bergetar Ale dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Lo baik-baik saja Le. Lo aman! " kata Abi menenangkan sambil mengusap surai di pelukan Abi.
"Hiks, Hiks. Gue hiks sakiiitt! " rintih Ale di tengah tangisan nya.
Abi yang sadar langsung melepas baju nya dan memakaikan pada tubuh hampir polos itu, mengancingkan baju nya dan mengusap ujung bibir nya yang robek, muka babak belur dan darah segar yang baru saja luruh ke bawah...
"Lo sudah aman sekarang, Lo akan baik baik aja. Ada gue sama Windu! " kata Abi menenangkan kemudian kembali memeluk tubuh Ale yang gemetar. Mungkin kejadian barusan membuat nya trauma.
Abi melihat Windu sudah menguasai pertandingan dengan Danish. Windu memang di atas Danish soal bela diri pun dengan pelajaran di sekolah. Danish sudah hampir babak belur kena bogeman mentah Windu. Sedang Abi masih terus menenangkan tubuh bergetar itu dengan hati membara ingin pula menghajar Danish seperti Windu, hati nya tercabik melihat kondisi Ale seperti ini.
Abi sangat marah, deru nafas nya naik turun melihat kondisi Ale sudah seperti kehilangan banyak tenaga, kamar yang berantakan dan pecahan kaca di mana mana menandakan perlawanan yang dilakukan Ale. Walau begitu Abi bersyukur karena bisa menyelamatkan Ale sebelum sesuatu lebih parah terjadi dan menghancurkan jiwa Ale.
"BRENGSEK LO NISH! " maki Windu sambil menindih dan menghajar Danish dengan pukulan nya.
"ALE MEMBERI LO KESEMPATAN BUKAN BUAT LO PERKOSAA BANGSAAT! " teriak Windu kesetanan melihat ekspresi Danish yang menyeringai.
"Jangan-jangan lo yang udah nikmati tubuh indah itu, hingga marah banget, padahal dia cuma sahabat lo Ndu! " jawab Danish santai sambil menyeringai.
"BAJINGANNN! " teriak Abi yang ikut semakin emosi karena Ale di hina oleh Danish. Windu jadi terdiam mendengar suara amarah Abi menggelegar. Dan tentu saja Danish takut melihat kemarahan Abi.
Danish betul betul pecundang sejati. Bagaimana bisa dia melempar kesalahan nya dengan tuduhan hina yang tidak beralasan. Kata kata itu menyulut emosi Abi. Abi sudah tidak sanggup lagi diam karena ucapan si brengsek Danish.
__ADS_1
"LO YANG BRENGSEK, LO YANG HINA. BUKAN WINDU ATAUPUN ALE DANISH. PECUNDANG! " teriak Abi dengan mata merah nya sambil melepaskan dekapan nya pada Ale. Ale menghalangi Abi berdiri di tengah tangis nya karena Ale tidak ingin Danish meninggal di hajar dua orang itu.
"Hiks. Jangan! " lirih Ale sambil menggelengkan kepala nya di dekapan nya.
"Oke, aku antar ke mobil dulu ya Le! " jawab Abi pelan yang menggendong Ale keluar dari kamar laknat itu.
Sedangkan Windu masih menatap Danish dengan tatapan sinis dan jijik "Hahaha, Bajingan yang gagal melakukan aksi nya sangat menyedihkan, hingga men fitnah orang lain, Cuih! " kata Windu sambil meludah di lantai sebelah tangan Danish.
Kemudian berdiri dari tubuh Danish yang hampir telanjang itu.
"Pecundang, tetaplah pecundang! " kata Windu sambil menyeringai menakutkan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading semua reader budimanš