LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 25. I love you on 3.265 mdpl


__ADS_3

"Lo gak denger gue?. "


"Denger lah. " kata Anis cepat.


"Selamat tidur sayang, Nice dream. " kata Windu.


Deg


Diujung ponsel Anis terpaku dengan suara dan kata sayang dari Windu.


"Nis Lo masih sadar?. " tanya Windu.


"Sadar lah, Lo sih jangan sayang sayang gitu ah. Kalau gue baper gue juga yang repot sendiri. " gerutu Anis menutupi ke salting an nya.


"Ya kan gue sering bilang. Kalau baper yaudah pacaran aja. "


"Dasar buaya rasa ikan lele. "


"Wakaka. Cocok dong sama Surabaya sayang. "


"Kan sayang sayang lagi," ketus Anis.


"Kenapa? Lo udah baper?. "


"Iya gue baper nih, ayo tanggung jawab. " kata Anis bercanda.


"Ya udah yuk pacaran. Jadiin gue cowok lo"


"Nduuuu. Gue serius ih. " kata Anis mulai kesal karena jantung nya semakin tidak bisa di ajak kerja sama.


"Gue serius Nis. Gue sayang lo. " terdengar suara berat seperti candu itu sangat serius.


"Ndu."


"Gue serius Anis. "


"Gak lucu. "


"kelanis Maharani jadiin Windu Saputra cowok lo."


"Lo serius apa nge prank gue doang?. "


"Serius Anis. " kata Windu lagi.


"Gue mau jadi cewek lo kalau lo balik lagi kesini. Kasian mama lo kelihatan sedih banget. "


"Yaudah berarti tunggu gue 4 tahun lagi. "


"His. Nyebelin. "


"Yaudah gih tidur. "


"Oke gue tidur dulu ya Ndu. "


"Nice dream sayang. " kata Windu langsung menutup panggilan telpon nya.


Windu tersenyum sambil mengakhiri telpon nya. Sebenarnya memang windu suka dengan Anis tapi karena sahabat dengan Ale yang otomatis kenak dan deket banget sama Windu. Windu jadi lebih menyakinkan diri nya.


Windu kemudian membuka laptop nya kembali dan melihat adegan Danish dengan wanita itu sudah berakhir. Dan Danish sedang tidur di atas kasur tersebut dengan wanita yang juga terkulai di sampingnya tanpa selimut.

__ADS_1


Windu buru buru mengkopi dan memotong dari awal kejadian saat menghentikan acara berdua berdiri dengan Leo.


Kemudian hening tidak ada suara dan hanya gambar kasur kosong. Hingga beberapa lama barulah Danish dan wanita itu masuk ke dalam latar pertunjukan.


Abi telah menghapus suara percakapan mereka. Abi menghilangkan jejak nya.


"Semoga lo baik baik aja Le. Semoga lo juga bahagia Kelanis Maharani ku. Kenapa saat jauh gini kecewa gue menghilang sama lo Le dan rindu gue membuncah sama lo Nis. " gumam Windu sambil melihat langit- langit kamar nya, dan kemudian memejamkan mata nya.


...******...


Matahari pagi menyinari ke enam anak manusia yang tengah melangkah berjuang menuju puncak. Menyemangati diri karena kelelahan beberapa hati ini sudah menumpuk pada bahu mereka.


Saat saat terakhir pendakian ada di 100 meter sebelum puncak. Rasa lelah rasa senang bercampur saat melihat puncak sudah ada di depan mata.


Hingga tiba pada puncak adalah kebahagiaan yang tak bisa di beli. Kepuasan tersendiri pada diri sendiri karena mampu berjuang dan bertahan hingga dapat menaklukkan gunung ini.


mereka bersorak bahagia karena telah bersama sampai di sini.


"Lo hebat Le. Kita gak ada yang gendong lo. Lo hebat. Ale hebaaaaaaattt. " teriak Reza di ketinggian 3.265 mdpl.


"Gue hebaaat. sahabat sahabat tersayang gue hebaaattt. " teriak Ale sambil senyum mengembang di ujung bibir nya.


"Kita semua hebaattttttt. " teriak Chia.


"I love you Putriiiiiiiiiiiii. Mau jadi cewek gue gak. " teriak Jojo di atas awan itu.


"So sweet. " pekik Ale dan Chia.


Bagaimana tidak sweet ditembak di puncak gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut.


"Terimaaa terimaaa terimaaa. " sorak Chia, Ale, Reza dan Kendra.


"Bunga keabadian ini merupakan lambang untuk hubungan kita. Semoga bisa bersama sampai sukses, menikah, punya anak dan menua bersama hingga maut yang memisahkan. " kata Jojo.


"I love you too. " jawab putri berteriak menjawab pernyataan Jojo yang membuat nya salting.


"Wahh. Selamat. " seru Ale dan Chia sambil memeluk Putri bersama. Mereka bertiga berpelukan.


"Lo udah rencana ya mau nembak disini. Sialan lo. " kata Reza.


"Ceritanya, kita nganterin bucin buat ngungkapin cinta sampai sejauh ini. " kata Kendra.


"Hahahaha." tawa mereka bertiga.


Dan cewek cewek hanya tersenyum mendengar pembahasan mereka.


Setelah berfoto dan menikmati udara pagi di ketinggian 3.265 mdpl sambil 🍴 roti untuk sarapan. Mereka memutuskan untuk turun segera.


Setelah turun dan beres- beres mereka melanjutkan turun jalur cemoro sewu kemungkinan sekitar 4 jam.


Mereka terus turun sambil bercanda sambil bertegur sapa dengan para pendaki lain yang juga turun, dan ada sebagian yang naik.


Jalur cemork sewu memang sangat ramai. Tidak ada tanah liat karena jalur nya sudah baru baru yang tertata rapi.


Pukul 12.30 mereka sudah sampai bawah dan mereka laporan kalau mereka naik jalur cemoro kandang. takut kalau dikira hilang karena tidak terlihat turu lewat cemoro kandang.


Setelah itu mereka istirahat di masjid sebrang jalan sambil menunaikan ibadah sholat. Ale yang tidak sholat bertugas mencari mobil sewaan.


Setelah mendapatkan mobil rombongan itu menuju bandara pukul 13.00.

__ADS_1


Selama perjalanan mereka sudah menyalakan paketan data mereka masing- masing.


Saat Ale menyalakan ponsel nya ada banyak sekali notif. Dia biarkan sampai selesai sambil melihat teman- teman nya yang melihat ke arah nya.


"Kenapa?. " tanya Ale.


"Banyak banget yang nyari lo. Pesantren putra lo ya. " celetuk Chia.


"Gila." jawab Ale sambil tersenyum.


"Paling rame Hape lo. " kata Chia.


"Orang sibuk. " jawab Ale.


"Gue turun sini apa ya. ke rumah nenek gue aja. " kata Ale.


"Izin dulu sama mama dan Ayah lo. Nanti kita lagi yang salah kalau lo kenapa- napa. " kata Reza.


Kemudian Ale telpon mama nya.


"Hallo ma. " sapa Ale.


"Hallo kak. Udah turun?. " tanya mama.


"Iya ma, ini di mobil mau ke bandara. Ale gak pulang boleh gak ma. Ale mau ke rumah nenek bentar. mumpung sekolah Ale udah kelar. " tanya Ale.


"Bentar mama tanya ayah dulu. " kata mama.


kemudian Ale mendengar lamat lamat mama berbicara dengan ayah nya.


"kak." kata ayah.


"Iya yah, Ale mampir ke nenek sendirian gak papa?. " tanya Ale.


"Nenek ke rumah budhe di surabaya. Kamu mau Surabaya? gak papa kalau mau. Nanti ayah telpon Windu biar antar kamu ke rumah budhe. " kata ayah.


"Apa yah?. " kaget Ale.


"Windu di Surabaya! ngapain?. " tanya Ale.


"Windu pindah dari tiga hari yang lalu ke Surabaya kak. Mau kuliah disana. " kata Ayah.


"Ayah bohong. "


.


.


.


.


Happy reading semua nya.


Semoga suka dengan tulisan remahan peyek mak ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


like komen dan vote ya😊

__ADS_1


__ADS_2