LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 41. Titik balik Abi


__ADS_3

"Pap, apa perusahaan kita Sinatria Corp. bisa mengalahkan Dhanesa Group? " tanya Danish.


"Kenapa begitu? pap dan daddy nya abi berhubungan baik boy, kenapa harus saling mengalahkan jika bisa bekerja sama! kamu ini bicara apa sih Nak? " tanya pap merasa heran.


"Danish dan Abi berantem pap! "


"Biasa itu mah kalau berantem, laki- laki. Urusan pribadi tidak bisa dicampur adukkan dengan perasaan boy! " kata pap sambil menepuk sedikit kerasa pundak Danish.


"Tapi Abi udah mutusin hub pertemanan ini pal! "


"Emang masalah kalian apa? " tanya pap mulai serius.


"Danish berantem sama cewek Danish pap, terus Abi belain cewek Danish. Kelihatan nya Abi suka sama cewek Danish pap! " kata Danish.


"Biasa laki laki kayak gitu, mungkin hanya emosi sesaat! "


"Tapi ini beda pap, Abi minta Leo pilih sama dia atau sama Danish! " keluh Danish.


"Lalu? "


"Leo memilih Abi! " kesal Danish.


"Ya berarti kamu yang salah Nish! " kata Pap.


"Itu karena daddy Abi lebih berpengaruh pap! " kesal Danish.


"Pap rasa otak kamu yang harus dibersihkan. Pertemanan tidak memandang harta Nish. Kalau Leo memilih Abi karena harta sudah berarti bukan persahabatan yang tulus! " kata pap bijak.


"Pap ih. Danish keatas! " pekik Danish langsung berdiri.


"Kapan kamu akan dewasa Nish! " jawab pap.


Danish pergi meninggalkan pap nya menuju ke lantai atas.


...*****...


"Boy sini! " kata daddy nya dari meja makan.


"Apa apa dad? " tanya Abi berjalan menuju sang daddy.


"Anak daddy akan ambil jurusan apa? " tanya daddy setelah Abi duduk.


"Apa boleh Abi ambil selain bisnis? " tanya Abi sambil menantang.

__ADS_1


"Hahahaha tentu tidak. Siapa yang akan menjalankan Dhanesa group! " kata daddy sambil terkekeh.


"Sambil kuliah nanti ingat Bi, kamu harus part time di perusahaan daddy.


"Ish. iya dad Abi tau! " kesal Abi.


Sebenarnya Abi sudah lelah akan ultimatum dari daddy nya itu, untuk par-time saat kuliah tiba. Masa senang-senang dan bebas nya hanya sampai lepas dari SMA. Karena itulah daddy Abi tidak pernah melarang Abi melakukan apapun kecuali drugs( narkoba).


Karena saat masa kuliah Abi harus merasakan kerja dari bawah hingga sampai pada Direktur Utama disematkan pada nya.


Cara keluarga Dhanesa mendidik putra putra penerus seperti itu, agar menjadi pemimpin yang amanah dan tidak semena-mena. Dingin dan galak bukan berarti semena- mena jika dilakukan di porsi yang tepat.


Agar ketika menjadi pemimpin nanti Abi bisa menghargai kerja bawahan nya. Karena itu pula Abi tidak ingin berpacaran atau mengejar Ale nya. Karena akan menyakitkan jika memiliki hubungan tapi harus kehilangan waktu 4 tahun dengan rasa sakit menanti. Atau akan banyak masalah di 4tahum itu.


Karena itulah Abi memilih menjaga dari jauh dan akan mengambil nya nanti dengan cara terbaik.


"Tanggalkan semua fasilitas dan pilihkan kosan yang biasa saja! " lanjut daddy nya.


"Iya dad, Abi sangat tau itu."


"Good boy. Bersabarlah dan nikmati proses mu nak. Kau harus sukses agar membahagiakan orang yang kau cintai. Daddy, mommy dan Ale mu itu! "


"Daddy! " pekik Abi kaget.


"Dady serius! " kata Abi tidak percaya.


"Sangat serius. Dia memang gadis yang pantang untuk nya. Gadis yang sangat langka di jaman sekarang. Daddy juga menginginkan dia menjadi istri mu kelak. Jadi bersabar lah! " kata daddy.


"Daddy. Aaaaaaa! " teriak Abi memeluk daddy nya untuk meluapkan kebahagiaan nya.


Hati Abi membuncah saat sang daddy menyetujui dan mendukung nya dengan Ale.


"Ahh Bahagia yang tak terkira. Bagaimana jika benar terjadi, pasti aku akan sangat senang! " pekik Abi sambil memeluk daddy nya.


"Pilihan mu tidak salah untuk di ajak serius boy, tapi berhenti lah dengan semua yang kau lakukan sekarang, belajar jadi lebih baik. Tinggallah di pondok pesantren yang bisa untuk kuliah di dekat kampus mu itu. Belajar lah agama! " kata daddy lirih.


Abi melepaskan pelukan dan memandang daddy nya dengan bingung.


"Daddy, daddy ingin menambah jatah kerja kerasku? " tanya Abi.


"Satu tahun pertama fokuslah di pondok pesantren dan kuliah mu. Setelah terbiasa dan pintar mengaji, paham agama yang tidak bisa daddy ajarkan, tahun ketiga hingga lulus kau baru ditambah part-time. Bagaimana?" kata daddy dengan nada sedikit sedih.


Daddy sadar setelah mengawasi Ale selama 3 tahun terakhir. Gadis penuh perjuangan, baik, suka menolong, independen, mandiri itu nyatanya tidak pernah meninggalkan agama nya walaupun sekolah taekwondo naik gunung dan aktif di lingkungan rumah nya. Daddy sadar tidak memberikan lingkungan dan pengajaran yang baik untuk putra satu-satu nya.

__ADS_1


"Daddy! "


"Sini boy! " kata Daddy sambil menarik tangan Abi agar duduk di pangkuan nya seperti saat masih kecil.


"Aku berat dad! "


Daddy hanya menggeleng.


"Kau tau boy, apa yang daddy sesali saat ini? " tanya daddy sambil memandang wajah sang putra.


"Apa dad? " tanya Abi juga penasaran kenapa daddy nya seperti ini tiba-tiba.


"Kau. Kau putra daddy satu satunya. Daddy menyesal tidak memberimu pengajaran agama yang baik. Daddy yang membiarkanmu jatuh ke dalam kemaksiatan tiga tahun lama nya. Daddy sangat menyesal mendorongmu pada dunia itu! " kata daddy lirih.


"Daddy, ini buka salah daddy! "


"Kau ada dalam tanggung jawab daddy boy, daddy yang salah, daddy membiarkan mu jauh dari agama! " lirih daddy.


Abi hanya dia sambil meletakkan tangan nya di pundak. sang daddy.


"Daddy malu dengan seorang gadis, gadis yang tidak pernah meninggalkan Allah nya walaupun dia banyak melakukan kegiatan sekalipun. Daddy malu memberikan gadis taat itu seorang suami yang jauh dari Allah nya, jauh dari ajaran Nya, dan tidak mampu membimbing nya ke surga-Nya Allah boy! " lirih sang daddy.


"Dad! " lirih Abi.


"Bagaimana bisa Allah memberikan hamba-Nya yang taat pada seorang pendosa boy? Bagaimana Allah bisa menyatukan dua manusia jika aamiin nya tidak sama. Bagaimana bisa berkumpul jika tidak bermuara di muara yang sama! " jawab daddy lirih sambil berkaca-kaca.


Abi pun ikut berkaca-kaca membayangkan kelakuan nya yang sangat tidak karuan.


"Kuncinya adalah kasih sayang Allah boy, daddy dan mommy adalah sarana jika Allah berkehendak kalian bersatu! "


"Allah tidak akan memberikan hamba yang Dia sayang pada orang yang salah, Dia akan memberikan hamba kesayangan nya dengan yang terbaik! "


"Daddy! " lirih Abi lagi dengan suara parau nya.


"Jadilah hamba yang Allah sayang"


.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading semuanya


__ADS_2