
Windu langsung berlari menyusul Abi karena sangat khawatir dengan kondisi Ale setelah keluar dari kamar itu meninggalkan Danish terkapar babak belur.
Windu berlari menuju mobil Abi dan segera masuk. Windu melihat Ale dalam dekapan Abi. Kemudian mendekati dan masuk ke kursi kemudi karena Abi dan Ale di di kursi penumpang.
"Lo gak papa Le? apa yang sakit! " tanya Windu sambil mengusap rambut kusut Ale yang ada di dalam dekapan Abi.
"Hiks. Huaaaaaaa. Hiks Hiks! " tangis Ale pecah sambil meremas erat punggung Abi dan tanpa sadar kuku nya mengenai punggung Abi.
"Ayo, ke rumah sakit Ndu. Tolong kemudikan mobil nya, karena dia gak mau lepas! " kata Abi sambil terus memeluk Ale tanpa melepaskan sedikit pun dengan menahan rasa sakit di punggung nya.
Windu pun segera mengemudikan mobil Abi menuju rumah sakit terdekat yang kebetulan rumah sakit terbaik dan termahal. Hanya sekitar 8 menit mereka sudah memasuki gerbang rumah sakit dan Abi menggendong Ale yang sudah tidak bersuara dengan tanpa atasan, karena hem nya sudah di gunakan untuk Ale.
Begitupun dengan Windu yang langsung melepas baju nya menutupi bagian bawah Ale karena rok compang camping nya itu memperlihatkan paha mulus Ale dan segitiga sumber kehidupan itu.
Abi berlari menuju ruang dokter yang sudah dia telpon di mobil tadi dengan nama daddy nya sangat mudah membuat janji walau hanya 5 menit. Semua nya aman tak terkendali.
Di rumah sakit ini ada psikiater terbaik, sehingga selalu harus membuat janji temu terlebih dahulu jauh hari, tapi pengecualian untuk pewaris tunggal dhanesa group, pemilik perusahaan terbesar di berbagai bidang dan tentu nya rumah sakit ini.
Rumah sakit yang di bawahi Dhanesa group, lalu apa mungkin berani melanggar titah pewaris tunggal nya.
"Dokter tolong teman saya! " kata Abi saat masuk ke dalam ruangan khusus dokter psikiater yang sudah di siapkan dokter umum untuk mengecek keadaan fisik dan psikiater untuk mengecek mental Ale.
"Baik tuan muda, silahkan tunggu di luar! " kata dokter itu.
__ADS_1
Abi dan Windu keluar dan duduk di ruang tunggu dengan sama sama telanjang dada hingga menjadi bahan tontonan sejak tadi. Sedang yang menjadi tontonan tidak sadar jika mereka tengah diidolakan banyak kaum hawa setelah melihat otot dan dada kekar dua remaja menuju dewasa ini.
Abi mengeluarkan ponsel nya dan mengirim pesan pada orang nya untuk membelikan dua kaos sesuai ukuran nya dan di antar ke rumah sakit setelah Abi kembali ke kesadaran nya.
Hanya butuh waktu 10 menit sudah ada orang berbaju hitam mendekat.
"Selamat sore tuan muda, ini baju pesanan anda! " kata orang itu pada Abi.
"Terimakasih, kamu boleh pergi! " jawab Abi.
Kemudian Abi memberikan satu kantong warna hijau dengan logo kenamaan dunia ada logo GG itu.
"Pakailah, kita dari tadi menjadi tontonan! " lirih Abi sambil mengedipkan mata. Windu pu terkekeh sambil berterima kasih untuk pakaian mahal nya. Dan mereka pun kembali duduk dengan diam menyapa mereka.
"Masuk saja, duduk di ruangan saya! " kata psikiater itu.
"Bagaimana keadaan teman saya dok! " kata Abi.
"Tuan muda, tadi teman anda sempat bangun dan menangis keras. Dia sangat ketakutan kemungkinan dia masih teringat kejadian yang menimpa nya, akan tetap sekarang sudah tenang. Tadi saya sudah hipnoterapi untuk dia tidak merasa kotor karena kejadian naas barusan, karena teman anda merasa dirinya sudah kotor, walaupun setelah saya cek selaput darah nya masih aman dan **** * nya juga masih aman tidak ada tanpa bekas benda masuk! " kata dokter itu dengan pelan.
"Iya dok, kami menolong nya sebelum semua pemerkosaan itu terjadi! " jawab Abi pada dokter itu.
"Syukurlah, mungkin akan sangat sulit di sembuhkan jika kalian menolong nya telat, belum sempat di cium pula dia sudah sangat terpukul dan trauma! " kata dokter itu.
__ADS_1
"Lalu kedepannya bagaimana dok!? " tanya Abi.
"Biarkan rawat inap dulu satu malam sambil saya observasi perkembangan dan sejauh apa trauma yang teman ada alami tuan muda, baru setelah itu saya bisa memutuskan tindakan apa yang harus saya ambil.
" Baik dok! " jawab Abi dan juga Windu.
Kemudian mereka pun keluar dari ruang dokter itu dan menuju ruang rawat Ale yang tengah tertidur karena di beri obat penenang.
Windu mengambil ponsel dan mengabarkan pada Anish karena Windu yakin Anis saat ini sudah sangat gelisah.
"Hallo Assalamu'alaikum, bagaimana Ndu? Hiks! " jawab Anis saat mengangkat ponsel Windu.
"Di rumah sakit sekarang, kesini! "
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading semuanya 😘