LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
part 12. kecewa


__ADS_3

"Haha enggak, gue lagi pengen makan manusia dari tadi" canda windu,


" daging gue pahit ndu, serius. gak enak makan gue, beracun kebanyakan dosa" seru anis panik,


" lagi bernafsu buat makan lo" seringai windu,


" aaaaaaaaaa" teriak anis melihat muka windu yang menyeramkan,


" wahahahahaha" tawa windu pecah dengan kelakuan anis,


" muka lo lucu banget kalau lagi panik " kata windu sambil mengusap puncak kepala anis,


" lo ya nyebelin, ih jangan usap usap rambut gue, nanti kalau gue baper gimana? " kata anis sambil cemberut,


"bibir lo kalau di tekuk jadi delapan gini lucu, jadi pengen nyicip" canda windu,


"Pantat lo item, bibir gue buat suami gue, gileee aje lu" sewot anis,


"Emang pantat lo putih " kata windu menggoda anis,


"Yeee, ya item juga sih. cuma gak se item elo" canda anis,


"Hahahaha, gadis jadi jadian" kata windu.


"Enak aja lo ndu, gue tulen ni 100 %" kata anis.


" mana buktinya? " tanya Windu.


" lo ya ndu, semakin kesini semakin kesana aja" sewot anis,


windu hanau tersenyum melirik anis yanga sedang membenarkan tatanan rambut nya,


" kita kemana sih? " tanya anis,


" pertama kita beli baju dulu ke mall, habis itu kita ganti baju, baru deh mikir mau kemana" kata windu,


" lah, serius an" kata anis,


" iya, emang kenapa? " tanya windu,


" kenapa kenapa ketek lu rimbun, mana bawa duit gue, saku gue cuma 20 ribu tadi" kata anis polos,


"tenang, lo jalan sama pria yang bertanggung jawab dan berduit" kata windu sombong,


" amit amit, idih " manyun anis,


anis sebenarnya tau suasana hati windu sedang tidak baik, ditambah lagi luka di wajah nya, dia pasti sedang mengalihkan emosi nya,


yang jadi tanda tanya besar,


"kenapa harus ngajak gue, kenapa gak ngajak sahabat tercinta nya itu, kan ale juga gak sibuk" batin anis,


" yuk turun" kaya windu,


anis kaget ternyata mereka sudah sampai mall,


kemudian mereka turun dan membeli baju yang di pakai untuk saat ini, windu memilih kaos oblong warna putih dan celana levis se dengkul, sepatu cat putih yang sudah dipakai sejak sekolah, keren dan laki banget.


sedangkan anis memilih dress selutut warna navy seperti celana levis windu, dengan potongan lengan diatas siku berbentuk balon, kerah v, dan ditambah sepatu cat putih sekolah nya, sangat pas dengan usia nya,


setelah berganti baju, mereka duduk di depan outlet minuman yang lagi Hits itu menunggu minuman nya jadi,


" kemana kita ndu? " tanya anis,

__ADS_1


" gimana kalau nonton horor? " tanya windu,


" ogah ah, gue gak bisa tidur nanti malam, kan besok ujian" jawab anis,


" manja benget sih lo, orang cuma film" kata windu,


" ye, elo nya aja yang eror, masak ngajak cewek nonton horor" sungut anis,


" wahaha ya udah kemana? " tanya windu,


" timezone gimana? " kata anis,


ya anis pikir windu butuh hiburan, jadi main di Timezone lebih bermanfaat,


" oke siapa takut" kata windu semangat,


anis diam diam tersenyum melihat binar wajah windu yang bersemangat tidak seperti saat pertama datang tadi,


setelah minuman mereka jadi, mereka menuju timezone,


" kalau lo banyak dapet hadiah berarti menang" kata anis,


" oke, gue akan berusaha dapet boneka buat lo" kata windu santai sambil berjalan ke arah mesin capit,


deg


" dasar windu, seenak jidat nya aja bikin anak gadis orang berdebar, ini juga dasar jantung murahan kenapa juga di gituan doang berdebar, udah tau gak mungkin windu suka sama lo juga" gumam anis sendiri,


kalau berjalan ke arah windu,


karena frustasi windu berhenti main capit dan tidak mendapat kan apa apa, kemudian main basket dan balapan, dia terus bermain sampai dia lelah dan mendapatkan banyak kertas hadiah,


kemudian windu ke konter untuk menukar dengan boneka, dan dapet boneka kelinci kecil.


" nih buat lo" kata windu,


" wah. dapet horee" sorak anis sambil melompat lompat memeluk boneka kelinci kecil itu,


" dasar bocil" gemas windu sambil mengacak acak rambut anis,


" dibilang jangan di acak ah, nanti baper gimana?" kata anis sambil manyun dan membenarkan rambut nya,


" ya udah sih, jadian aja kalau baper" kata windu tanpa beban,


" kayak nya elo emang butuh ke Solo dulu deh, beli obat lo. kayak nya obat lo habis" kata anis,


" gue gak gila bocil" sewot windu, dan menarik tangan ale agar mengikuti nya,


windu berhenti di foodcourt di lantai yang sama dengan timezone, ke arah stand nasi goreng,


" nasi goreng Singapore 1 nasi goreng hongkong 1 tanpa wortel, extra udang untuk yang hongkong, ga usah kasih selada ataupun timun ya mas" kata windu,


lalu menarik lagi ke stand minuman,


" bu es cream durian 1, es teh satu ya, tawar buk, sama ice soda gembira deh 1" kata windu,


kemudian ibu mencatat pesanan dan setelah membayar, windu terus menggandeng anis menuju kursi yang ada di pojok ruangan,


" kok lo tau ndu kesukaan gue? " tanya anis,


" apa sih yang gue gak tau" kata windu,


" spot terbaik, pemandangan luar bikin otak gak stress, lo terbaik ndu" tanpa sadar anis memuji windu,

__ADS_1


" emang" singkat windu,


tring tring tring


📞 ale


"aku melihat panggilan masuk itu ale, kenapa buru buru windu lansung membalik ponsel nya, pasti ada yang tidak beres" batin anis


" kenapa gak diangkat? angkat aja kali ndu" kata anis,


" males" jawab windu,


" gue tau lo lagi gak baik baik aja, tapi udah plong kan habis main. kenapa masih marah" tanya anis,


" siapa yang marah? " tanya windu,


" elo lah" kata anis,


" sok tau, dasar buncis rebus" sewot windu,


" enak aja buncis rebus, daripada lo terong rebus, letoy" kata anis,


" enak aja, lo perlu bukti? sini gue buktiin kalau terong gue gak letoy" kata windu,


" orang gila" ketua anis,


" cepetan, lo kenapa? " tanya anis,


" gue kecewa" singkat windu,


" sama ale? kenapa? apa karena danish? lo ga suka ale deket sama danish?" tanya anis,


" bukan"


" lalu? " desak anis,


" gue kecewa sama diri gue sendiri dan ale tentunya, ternyata bersahabat dari kecil dan menjaga dia dari kecil, berbagi banyak hal dari kecil tidak membuat kita saling mengenal "sedih windu,


" maksud lo? apa nya yang tidak saling kenal? " kata anis,


" dia lebih percaya dengan fitnah yang danish ucapkan, dia lebih percaya orang yang baru di kenal nya daripada gue, ternyata dia tidak mengenal gue dengan baik nis" jawab windu,


" fitnah apa? "


" gue ng*ewe cewek"


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like komen dan vote ya,


biar mak semangat nulis nya,


happy reading,

__ADS_1


🌻


__ADS_2