LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 26. Surabaya


__ADS_3

"Apa yah?. " kaget Ale.


"Windu di Surabaya! ngapain?. " tanya Ale.


"Windu pindah dari tiga hari yang lalu ke Surabaya kak. Mau kuliah di sana. " kata Ayah.


"Ayah bohong. " kata Ale lirih sambil meneteskan air mata.


"Iya kak. Windu titip kotak gak tau isinya apa untuk kamu. " kata Mama.


"Mah bilangin ke ayah, suruh telpon Windu buat jemput kakak di bandara ya. " kata Ale


"Iya kak hati- hati kabari ya. " kata Mama.


Kemudian telpon nya Ale matikan, Ale langsung menelungkup kaki dan menangis.


"Hiks. Hiks. Hiks. "


Kemudian Chia dan Putri memeluk Ale.


"Le kenapa?. " tanya Chia.


"Huaaaa. Hiks. Hiks. " Ale terus menangis semakin tersedu- sedu karena usapan tangan chia dan Putri.


"Windu ja jahat Chia. Hiks. aaaaaa. Hiks. " jawab Ale dengan suara parau dan gemetar nya.


Baru kali ini mereka semua melihat Ale menangis sejadi- jadi nya. Ale sosok yang sangat kuat dan baik itu jarang menampilkan kesedihan.


Kali ini dia tak mampu membendung kesedihan hati nya. Sesak di hati nya membuat nya surat bernafas.


kelima teman nya bingung melihat Ale yang begitu sedih.


"Sabar Le. Sabar. " kata Chia.


"Huaa. Kita udah jan janji bu buat ku kuliah di UI ber Hiks. Hiks bersama." ratap Ale sambil menepuk- nepuk dada nya keras.


Hingga Chia mempererat pelukan nya.


"Jangan sakiti diri lo sendiri Le. " kata Chia ikut menangis. Dia tidak tega melihat kesedihan Ale.


"Gue temenin ke Surabaya. oke. " kata chia.


"Huaaa. Hiks Hiks ja jahat. Sa salah gue apa. Ke ke kenapa Windu tega pergi jauh. " kata Ale putus putus dengan suara yang parau.


Chia terus menangis, Putri ikut meneteskan air mata dan Reza, Kendra dan Jojo hanya diam. Mereka semua baru melihat Ale se sedih ini karena Windu. Sahabatnya.


Setelah cukup lama hingga mobil berhenti di parkir bandara.


Ale baru bisa menetralkan tangis nya. Walaupun sesekali air mata nya jatuh. mata Ale sudah bengkak, merah dan berair.


"Kalian duluan terbang ke Jakarta gih. " kata Ale.


"Kita tungguin lo." kata Putri.


"Gue temenin ke Surabaya. okey?. " kata Chia.


"No. Gue harus selesai in kesalah pahaman ini sendiri." kata Ale tegar.


"Ya udah lo boarding dapet tiket, kita juga boarding. " kata Reza.


Kemudian mereka berhasil boarding walaupun di gate yang berbeda dan arah tujuan yang berbeda.


Di tengah menunggu pesawat yang akan terbang 4 jam lagi. Ale menelpon Danish.


"Hallo sayang. " jawab Danish.


"Hallo Nish. "

__ADS_1


"Dimana. Udah turun. "


"Aku udah ada di bandara. Mau ke Surabaya, samperin nenek gue. "


"Oh. udah dapet tiket sayang. "


"Udah. Udah boarding juga. "


"Alhamdulillah. Sayang aku kangen banget kamu. Katanya selepas ujian bisa jalan berdua. "


"Haha. Ijin ayah gih. "


"Gak mungkin boleh. Aku mana berani. Ketemuan aja di tempat ya. "


Deg


"Aku mau jalan kalau di jemput di rumah. "


"Yah. Bisa jalan kapan dong. "


"Gak tau. Seberani nya kamu ke rumah"


"Sayang kangen aku gak? aku kangen banget lo sama ayang. "


"Haha. Masak kangen banget. "


"Iya sayang. "


"Ya udah aku matiin ya. "


"Iya. I love you. "


"Hmm too" jawab Ale.


Ale seperti tidak merasakan yang aneh dari kata kata Danish.


"Apa sih sebenarnya masalah kalian. Apa yang Reza ucapkan semalam bener ya. Sampai tega Windu ninggalin gue dan melepas mimpi kita. Hiks. " batin Ale kembali tak bisa membendung air mata nya.


Kemudian Ale naik pesawat dan lepas landas setelah ada pemberitahuan. Dia menelpon mama nya sebelum naik pesawat.


...*******...


Windu yang tengah menyantap makan malam setelah magrib, dia mendengar suara ponsel nya berbunyi.


"Om te. Ndu angkat telpon dulu ya. "


"Iya sayang. "


Kemudian Windu mencuci tangan dan menuju kamar untuk mengangkat telpon.


"Hallo. Assalamualaikum om. "


"Waalaikumsalam nak. sibuk tidak malam ini?. " tanya ayah Ale to the point.


"Tidak om. Windu kan belum ada kegiatan. Hanya berkeliling saja. "


"Bisa tolong om. "


"Apa yang bisa Ndu bantu om. "


"Nanti jemput Ale di bandara ya. Anter di tempat budhe nya. Om gak tega dia naik tadi. "


"Ha. Ale kesini om. " kaget Windu.


"Iya turun gunung tadi dia telpon mau ke nenek nya, trus om bilang nenek nya di surabaya kalau mau ke sana nanti om minta kamu jemput. Eh Ale kaget ndu. Kalian sedang musuhan ya. "


"Gak kok om. Cuma sibuk sama kegiatan masing- masing jadi tidak berkabar. "

__ADS_1


"Pantas dia tidak tau kamu pindah. Jadinya tadi om denger dia nangis. Kasian. Jemput ya nak minta tolong."


"Iya om. Pukul berapa ya. "


"8 nak. "


Kemudian Windu yang juga sangat terkejut terduduk di kasur nya. Kenapa harus kesini. Windu bingung harus bicara apa dengan Ale. Setelah 3 minggu lamanya tidak saling bicara atau berkabar.


Lebih tepat nya Windu yang tidak membalas pesan Ale.


Kemudian Windu bersiap keluar dan pamit pada pada Om tante nya.


"Om tante. Ndu keluar ya. " pamit nya.


"Mau kemana ndu?. " tanya tante.


"Ale kesini tante. Mau jemput ke Bandara. "


"Wah beneran. Sebelah rumah kamu itu kan. Nanti nginep sini dong?. " tanya tante Windu antusias.


"Gak tau tante. Nanti Ndu tanya Ale dulu. "


"Ya udah. Hati-hati hati ya. "


Kemudian Windu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju bandara dengan perasaan kalang kabut juga.


Dia bingung reaksi apa yang akan Ale berikan dan akan merespon seperti apa. Entahlah Windu hanya melajukan mobil ke bandara karena jarak nya ke juanda jauh. Masuk Sidoarjo bukan Surabaya.


Setelah kurang lebih pukul 7.30 Windu sampai di Bandara Internasional juanda terminal 1. Setelah memarkir mobil Windu berjalan ke arah terminal kedatangan sambil mencari makan di fastfood sepanjang gate itu.


Windu berhenti di Awal sebelah nya pusat informasi dan makan sebentar karena lapar. Tadi tidak menyelesaikan makan nya.


Setelah selesai makan Windu menunggu di depan pintu keluar dan juga dekat dengan layar monitor besar, agar bisa melihat jadwal kedatangan.


Dia mendapat pesan nomer dan kode pesawat yang di naiki Ale.


Kemudian di monitor sudah tertulis Landed.


Windu berdiri agar Ale bisa melihat nya.


Dari kejauhan Windu melihat Ale dengan tas ransel gunung nya dengan tangan mengenggam tiket berjalan ke arah nya.



Berjalan menuju Windu, semakin dekat dan Windu semakin menatap mata merah, bengkak penuh air mata itu.


Windu tidak tega melihat sahabat nya yang sangat tegar dan tak pernah menangis itu berjalan dengan linangan air mata di mata bengkak itu.


Windu tahu Ale menangis karena nya. Kemudian Windu merenggangkan tangannya siap menerima pelukan Ale.


Tiba- tiba hatinya juga sangat merindukan sahabat nya itu.


Ale berlari melihat Windu merenggangkan tangan dan masuk dalam pelukan Windu.


"Huaaaaa.. aaaaaaaaaaa. Hiks Hiks Hiks. aaaaaaa. "


.


.


.


.


.


Kenapa mak yang nulis jadi banjir air mata ya,

__ADS_1


sedih banget, serasa mak pernah ngalamin tapi dimana ya wkwkwk


Gara gara Ale nih, mak juga jadi melow deh.


__ADS_2