LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 39 Bertemu


__ADS_3

"Nyata nya sahabat lama tidak menjamin Leo milih lo. Dia milih Abi yang jelas lebih baik daripada lo! " jawab Windu masih dengan memejamkan mata.


"Itu karna daddy Abi berpengaruh! "


"Lihatlah, bahkan lo mencari ribuan cara untuk menjatuhkan sahabat lo! " kata Windu membuka mata kare telinga nya sudah sangat panas mendengar celoteh Danish.


"PERGI! " kata Windu dengan penekanan dan tatapan tajam nya seakan menyayat tubuh Danish.


Tanpa bicara lagi, Danish keluar dari kamar Windu dan pulang. Dia menuju garasi setelah pamitan dengan mama nya Windu.


Danish masuk ke mobil nya dan melanjukan mobil dengan pelan keluar dari gerbang Windu sambil mengamati rumah Ale.


"Keluar Le, gue rindu banget sama Lo! " gumam Danish.


Hingga mobil sampai depan pagar Ale tak mendapati sosok Ale. Danish mulai akan melajukan mobil nya lagi dan Ale keluar dari rumah tetangganya yang jualan nasi itu.


Danish melihat Ale terpaku menatap nya di balik mobil.


Danish buru- buru keluar dari mobil nya, berjalan mendekati Ale.


"Le! "


"Stop! " kata Ale dengan ekspresi datar dan ketus nya.


"Dengerin gue dulu! "


"Gak ada yang perlu di dengerin! " jawab Ale sambil memalingkan muka nya.


Jujur saja Ale sangat terkejut mendapati Danish ada di depan rumah nya. Ale mati- mati an mengontrol emosi nya saat ini.


"Apa aku sehina itu? sampai kau tak mau menatap ku!" kata Danish dengan sedih.


"Lo yang pergi. Lo yang mau pergi. Kenapa jadi aku yang seolah bersalah di sini! "


"Kamu tau kan alasan nya! "


"Apapun itu, lo gak mungkin menjilat ludah lo sendiri kan! "


"Kalau itu lo, gue mau! "


"Dan lo akan gitu lagi suatu saat nanti, gue gak mau. Lo dengar? gue gak akan ngebiarin orang lain nyakitin hati gue. Jadi pergilah sampai kapanpun tidak akan ada kesempatan dari aku! "


"Please Le. Gue janji gak akan ngulangi lagi Le! "


"BULSHIT, TAI KUCING! " teriak Ale tertahan sambil berjalan menuju rumah nya.


Ale sudah sangat tidak tahan lagi menahan perasaan nya. Ekspresi wajah Danish yang memelas membuat nya tidak tega. Sehingga Ale memilih mengumpat nya dan pergi.


"Maaf in gue Le! " kata Danish terus mengikuti Ale.


Dan Ale tak kunjung berhenti Danish memberanikan diri memegang tangan Ale.

__ADS_1


Ale menoleh dan langsung mengibaskan tangan nya.


"Jangan sentuh gue dengan tangan kotor lo! " kata Ale dengan tatapan mematikan dengan mata yang merah bukan marah tapi menahan tangis, dengan suara penuh penekanan.


Danish bergidik ngeri dan melepaskan tangan Ale.


"Gue tau semua kelakuan lo. Semua video lo ***** udah masuk di gue. Masih mau menyangkal lagi? lo yang menjijikkan tapi lo yang buang gue. Gue gak ada salah di sini. Gue 100% elo campakkan, lo hianati dan lo sakiti hati nya. Dia gue mustajab! " kata Ale lagi.


"Maaf in gue, itu semua bohong! "


"Apa lagi yang bohong, emang mulut lo gak bisa dipercaya sama sekali. bahkan bukti di depan mata lo masih menyangkal nya! "


Danish hanya diam. Dia sudah kehilangan semua kata- kata nya. Karena memang Dia bersalah disini.


Ale berjalan masuk ke rumah nya. Dan Danish hanya mampu melihat punggung kecil itu menghilang di balik pintu. Danish masuk mobil nya sambil berurai air mata.


Danish melaju kan mobil nya menuju rumah.


Tak ada lagi tempat selain rumah. Sahabat sudah pergi meninggalkan nya, Ale sudah tak mungkin lagi dia gapai, Windu apalagi.


"Mam! " sapa Danish saat melihat mama nya di ruang keluarga sedang duduk dengan adik nya.


"Hay boy! tidur dimana semalam? "


"Windu mam! "


"Mam pikir di rumah Abi! "


"Danish sudah tidak berteman lagi dengan Abi mam! "


"Paling juga berantem mam! " potong papa yang berjalan mendekat dari arah dapur membawa secangkir kopi nya.


"Pap, mereka kan berteman dari SMP! "


"Namanya laki laki mam! "


"Pap, Danish gak mau kuliah ya! " kata Danish lesu duduk di sebelah papa nya.


"Kenapa Nish? " tanya mam bingung.


"Danish mau sekolah kesinasan. Masinis kek, pilot kek gitu mam pap! "


"Buat apa? siapa yang akan lanjutkan usaha mam dan pap? " tanya papa.


"Kan ada Sleya!"


"Sleya cewek Danish! " geram mam.


"Pap gak mau tau. Pokok nya kuliah ambil makro business! "


"Pap. Oke tapi gak di jakarta ya pap! "

__ADS_1


"Dimana maumu? "


"Danish pikirin dulu pap! " kata Danish kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar nya.


Danish benar- benar tidak ingin tinggal disini lagi, bertemu dengan Leo dan Abi, juga teringat dengan Ale terus.


Pertemuan nya dengan Ale tadi sudah cukup menjadi alasan kuat, dan sudah sangat jelas jika tidak ada lagi kesempatan sampai akhir.


Tidak ada lagi kata maaf.


Danish menuju kamar mandi nya dan mengguyur kepala nya yang penuh dengan suara membuat nya pening. Otaknya tak mau berhenti.


Kesedihan ini tak akan berkurang dengan Danish membiarkan diri nya sendiri terpuruk.


"Ini terakhir gue menangisi lo Le. Gue akan lupain lo dan akan pergi jauh! " gumam Danish di bawah pancuran shower nya.


"Huh, Huh, gue gak akan biarin diri gue sesakit ini lagi. Lo kejam le. Lo gak akan ketemu cowok yang lebih baik dari gue. Lo akan menyesal menyia-nyia kan gue Le! " gumam Danish dengan nafas tersengal nya karena sesak dada penuh emosi juga kesedihan nyata nya masih bersarang dalam hati nya.


"Huh. Kenapa sakit banget sih, sesek banget dada gue. Hiks! " emosi yang meluap itu mencapai puncak dan hanya bisa dikeluarkan lewat derai air mata Danish di bawah shower nya.


Danish terduduk di lantai sambil menekuk kedua kaki nya menyembunyikan wajah nya pada kedua kaki.


Menangisi sakit hati nya, dan menangisi emosi nya. Emosi yang tak mampu dia kendalikan karena hati yang patah.


"Hiks."


"Hiks! "


"Tega nya kau Le, Hiks. Aku gak menyangka jika melepaskan mu akan sesakit ini! " ratap Danish dalam dekapan dirinya sendiri.


"Huh. HAAAAAAAAA. LO JAHAT LE. LO KEJAAAAAAM!" teriak Danish karena dia rasa sesak nya semakin me dera.


"HIKS. LO KEJAAAAM. LO CEWEEEK TERKEJAM SELAMA GUE HIDUP. LO GAK AKAN BAHAGIAAAA! " teriak nya kembali sambil dengan linangan air mata yang tak mau berhenti.


"Huaaaa! " tangis Danish luruh setelah teriak nya.


Beban di hati nya tan mampu dia pikul.


Danish dengan sadar tau, jika dia yang bersalah. Dia yang telah melepaskan ikatan nya pada Ale. Dia sadar dengan penuh jika dia berdosa dengan bermain dengan wanita di belakang Ale.


Danish sangat sadar jika dia yang sudah menyakiti hati Ale. akan tetapi di terus menanamkan pada otak nya jika dirinya tidak bersalah dan Ale yang memilih pergi karena dia pecundang.


.


.


.


Kan Danish mulai deh, mak tempeleng ya gigi geraham mu. Hisshhh


Sekali pecundang memang PECUNDANG.

__ADS_1


Bukan nya instropeksi malah melempar kesalahan pada orang lain.


Happy Reading ya semua nya😍


__ADS_2