
"Postingan apa?. "
"Foto berdua di ambil dari belakang candid gitu, sedang di pinggir tebing sambil bercanda. Yang di tag Ale sama Reza. Gue cemburu bro. "
"Reza?. "
"Ini ni postingan nya. "
Danish menunjukkan postingan yang tag Ale dengan caption yang bikin panas.
Abi yang melihat juga ikut panas hati nya.
"Lo berani ya Za. Awas aja lo ya. " batin Abi sambil menggeser foto screenshot an yang di lihat nya.
Abi berhenti melihat foto Ale yang super cantik dengan pakaian gunung dan tas gunung yang besar itu.
"Lo emang selalu bikin jantungan Le, bahkan hanya lihat foto lo. Cantiknya calon istri gue. Wanita tangguh dan perkasa. Hahaha Pengen langsung bawa KUA kalau gini. " batin Abi.
"Lo liat apa bi. " kata Danish.
"Enggak. Kayak kenal sama laki laki ini. " jawab Abi santai.
"Gue cemburu tapi tidak di tanggapi malah nonaktif ponsel nya. Aaaaaaaaa Lo nyebelin Aleee. " teriak Danish karena kesal.
Abi membiarkan saja Danish mengeluarkan isi hati nya.
"Terus?. "
"Hah. Gue kesel banget gue chat Ale gini. " kata Danish menunjukan chat yang tadi dia kirim yang kini sudah centang dua abu abu.
"Ini terkirim. "
"Beneran?. " kata Danish antusias.
"Lo beneran udahan gak mau berjuang lagi buat cewek yang lo bilang mahal ini. "
"Gue sayang banget sama dia. Walaupun kata Windu gue cuma berambisi mendapatkan Ale, tapi gue beneran sayang sama dia. "
"Tapi lo bilang udah nyerah. "
"Gue pengen nya di tahan sama Ale. Kalau Ale cinta sama gue dia pasti akan nahan gue. Dia akan meminta gue berjuang lagi. " senyum Danish mengembang memikirkan itu.
"Lo yakin Ale bakalan nahan lo. "
"Gue yakin. "
Tengklung.
Tiba- tiba terdengar suara notif dari ponsel Danish. Danish dan Abi melihat pesan itu bersama.
Alenaku
12.13 : Oke. Semoga dapet cewek yang pantes buat lo.
Danish melongo melihat pesan yang diterima dari Ale. Hatinya sangat perih. Tidak terasa matanya kini sudah berembun dan siap mengeluarkan cairan bening nya. Danish menyeka mata nya.
"Sabar Nish."
__ADS_1
"Kenapa gini Bi. Gue berharap nya gak gini. "
"Cewek banyak di luar sana. "
"Tapi gak banyak yang kayak Ale. "
"Hahaha. Cewek maunya diperjuangin bodoh. Lo yang bodoh udah sejauh ini lo sendiri yang nyerah. Yes gue gak perlu susah payah nyingkirin lo. " batin Abi.
Kemudian Danish menelpon Ale.
"Hallo. Assalamualaikum. "
"Waalaikumsalam."
"Kenapa Nish?. "
"Le lo beneran yang bales pesan gue?. "
"Heem. kenapa?. "
"Le lo ternyata emang gak sayang sama gue ya, gue bodoh percaya kalau lo udah sayang sama gue. " kata Danish dengan nada getir.
Abi hanya diam mendengar percakapan itu, yang memang di loudspeaker sama Danish.
"Gue sayang sama lo. Gue udah cinta malah. Bohong banget kalau gue bilang gak cinta setelah tiga tahun ini. "
"Kalo lo cinta kenapa lo bilang ok. Lo gak nahan gue buat perjuangin lo lagi. "
"Buat apa Nish?. "
"Ya biar kita tetep bareng dan meraih mimpi yang kita rencanakan. "
"Bisa dan gak hancur asal kita bareng. "
"Gue gak akan menahan orang yang mau pergi. Gue gak akan mengemis cinta dari orang yang udah buang gue. Ayolah jangan playing victim Nish. Lo yang memutuskan pergi dan menyerah. Kenapa lo salahin gue. "
"Itu karna gue cemburu liat posting an yang tag lo, dan lo gak kabari gue dari kemarin. "
"Gue capek banget Nish. Gue udah gak ada hak buat jelasin ke elo. Gue gak tau mau lo apa. Lo yang mau pergi dan lo yang marah."
"Bahkan dari suara lo gak ada sedih sedih nya. Gue disini udah banjir air mata Le. "
"Air mata gue terlalu mahal buat nangisin orang yang udah memutuskan pergi. Gak akan kembali juga. "
"Bisa kembali kalo lo tahan. "
"Dan gue gak mau tahan. "
"Cinta lo palsu Le. "
"Ternyata lo lebih pecundang dari yang gue tau."
"Iya gue pecundang, makanya lo gak mau kan. Gue gak pantas buat lo. " teriak Danish penuh emosi dengan air mata yang terus menetes.
"Terserah lo. "
"Lo emang gadis gak punya perasaan. " teriak Danish lagi.
"Lo bener bener mau mancing emosi gue Nish. "
"Lo tega Le, Gue sakit berjuang sendirian selama tiga tahun ini. Gue berharap banyak sama lo. Gue menyerahkan hati gue sepenuhnya, cinta gue, sayang gue. Dimana hati nurani lo. "
__ADS_1
"Lo yang memilih pergi Nish. Ingat itu. " jawab Ale tegas karena dia mulai emosi dan lelah menahan air mata dan emosi nya. Seolah biasa saja.
"Hiks. Lo kejam Le. "
"Maka menyesal lah kenal gue. "
"Lo gadis ter kejam sepanjang gue kenal gadis. "
"Lo yang datang dalam hidup gue, lo yang ngikutin gue kemanapun, Lo yang memaksa gue buat buka hati gue, Lo yang merebut perhatian gue, Lo yang berjanji tidak akan menyakiti gue, Lo Nish ELO." Teriak Ale dengan suara bergetar menahan tangis juga emosi.
"Lo yang membawa mimpi gue melambung tinggi dan lo hancurkan dalam sekejap. ELO. Elo yang hancurkan mimpi kita dan lo yang udah memilih jalan ini. Lo pergi maka silahkan." lanjut Ale dengan suara melirih nya yang bergetar.
"Gue gak serius Le. Gue cuma mau di tahan sama lo. Maaf in gue, gue gak akan ulangi lagi. Maafin gue. gue gak pergi. Gue akan terus berjuang. "
"Hahahahahahahah." Tawa Ale begitu menyayat hati, tawa yang penuh kesedihan.
"Le."
"Sayangnya pintu hati gue udah gue tutup dari gue baca pesan lo. Cinta lo menyakiti gue. Udahan ya, mungkin ini terakhir kali gue baik hati angkat telpon lo"
Danish yang tau Ale tidak pernah main- main dengan ucapan nya gelisah.
"Itu alasan lo aja kan Le. Lo beneran ada hubungan sama Reza itu kan. Ngapain malam malam bercanda berdua. I love you in 3265 mdpl. " Danish terus memprovokasi Ale.
"Haaaaaaaaaaa." teriak Ale
"Hiksi Hiks Hiks Hiks Hiks. " suara tangis Ale begitu menyayat hati dan terdengar nafas yang tak beraturan hingga Danish hanya terdiam. Sudah bisa dipastikan dad Ale kembang kempis menahan sesak.
Danish tidak menyangkan akan mendengar suara tangis Ale yang menyayat hati.
Abi mengepalkan tangan nya semenjak suara Ale muali bergetar. Cemburu karena mendengar Ale mencintai Danish juga tak tega mendengar suara tangis gadis pujaan nya itu.
"Lo beneran baji*ngan Nish. Jelas jelas lo yang salah lo malah melimpahkan pada Ale. Jelas jelas Ale sudah sangat elegant menghadapi lo. Tapi dia memang tetaplah wanita. Wanita yang udah mencintai lo Nish. Hati gue sakit banget lo nangis gini buat pecundang ini Le. " batin Abi.
Diam, suasana hening hanya suara tangis Ale yang terdengar.
Hingga helaan nafas panjang Ale menyadarkan Danish.
"HUH. hiks Hiks Huh terserah lo mau mikir apa. Gue Done. Bye.( gue selesai. selamat tinggal) " jawab Ale dengan suara parau dan langsung mematikan telpon sepihak.
"Lo jahat banget Nish"
.
.
.
.
.
Huhuhu mak jadi kebawa suasana nulis ini.
Emang bener bener laki laki pecundah super nyebelin.
Awas aja ketemu mak, mak jadiin rujak.
jangan lupa like komen dan vote ya semua,
Happy reading 😊
__ADS_1