
"Heee Pecundang, Gue buang ke laut Lo. " teriak Ale sambil melemparkan kerikil kecil ke laut.
Windu hanya tersenyum melihat tinggal sahabat nya itu.
"Gue benci hati gue. " teriak Ale lagi.
"Mati aja looooo. " lanjut Ale.
Windu yang melihat sahabat nya berteriak membebaskan hati nya dari rasa sesak yang membelenggu hati nya, hanya bisa duduk di atas kap depan mobil nya memandang indah nya laut dan berjejer dengan bukit hijau sebagai pemandangan.
"Nduuuu. Kita camping di sini aja yuk. Ada camping ground nya. " teriak Ale dari kejauhan.
"Siapppp Leeee. " jawab Windu sambil berteriak.
"Aseeeeeekkkkk." teriak Ale lagi kemudian duduk di kap mobil Windu bersebelahan dengan Windu.
"Besok pagi baik paralayang mau?. " tanya Windu.
"Mau banget. Emang ada?. " tanya Ale antusias.
"Ada kayak nya. tuh ada plang nya sewa paralayang. " tunjuk Windu di plang tempat dia masuk tadi.
Pantai Modangan ini ramai pengunjung untuk menikmati sunset maupun berencana camping seperti kita.
Windu senang melihat Ale melupakan sedikit sakit hati nya. Windu tau jika Ale menahan perasaan nya.
"Aku bersyukur Le. Gue kasih tau kebejatan Danish semalam, sehingga rasa sakit nya hari ini sedikit berkurang. Jika Lo gak tau dan hari ini lo di campakkan begini sudah dipastikan lo akan memohon dia berjuang dan merendahkan diri lo. Sudah dipastikan lo akan jauh lebih sakit dari ini. " batin Windu sambil menatap Ale yang terus tersenyum melihat keindahan alam.
"Le." kata Windu.
"Hmm." deheman Ale sambil menoleh pada Windu.
"Lo hebat. "
"Lo yang bikin gue kuat. "
"Gue gak akan ninggalin lo. "
"Gue tau. "
"Kalau gue punya pacar itu bukan berarti gue ninggalin lo Le. Lo tetep sahabat gue. " kata Windu pelan.
Windu Ingin bilang kalau dia menyukai sahabat Ale. Dan pula Windu tidak ingin karena kesedihan nya dan hanya Windu yang menemani nya membuat Ale melupakan rasa sahabat antara mereka dan menumbuhkan benih cinta.
Windu ingin mencegah hal itu terjadi. Dia tidak ingin persahabatan ini hancur karena cinta.
"Lo suka sama cewek? serius. Siapa woy?. " tanya Ale antusias.
Windu tersenyum melihat antusiasme Ale. Dalam hati nya dia bahagia, Ale nya tetap seperti semula dan memang sangat mendukung nya. Perasaan sayang sahabat tetap sama.
__ADS_1
Windu langsung memeluk Ale, meluapkan rasa bahagia nya.
"Anis." bisik Windu di tengah pelukan itu.
"Wahhhh. Amazing. Beautiful love. Gue dukung Ndu. Gue akan bantu lo biar bisa jadian sama Anis. " teriak Ale.
"Lo bahagia?. " tanya Windu.
"Tentu saja, Sahabat gue dua duanya harus bersatu. Biar enak. " kata Ale sambil mengedipkan sebelah mata nya.
Windu terkekeh melihat tingkah Ale.
"Lo juga harus ketemu cowok yang baik dan tepat buat lo. " kata Windu.
"Ahhhh. Itu nanti aja, gue mau kuliah aja yang bener, menata masa depan gue. Sakit cinta itu ternyata. Cinta bulshit. " kata Ale ketus.
"Gak semua cowok gitu Le. "
"Iya. Elo dan ayah. " jawab Ale singkat kemudian berlari lagi ke ujung pantai.
Windu menatap kepergian Ale dengan ekspresi sendu nya. Karena inilah yang Windu takutkan jika Danish menyakiti hati Ale dulu. Ale akan trauma akan cinta dan semakin menutup diri lagi dengan laki- laki.
Windu berlari mengejar Ale dan bermain di pantai berdua. Windu tidak akan membahas lagi Danish atau sakit hari ini. Biarkan Ale bahagia hari ini.
Malam hari nya mereka membuat tenda dan menikmati suasana malam dengan bersenda gurau dan mengobrol banyak hal. Mengabaikan ponsel yang terus berdering. Ale hanya melirik dari ekor mata nya.
Hingga akhirnya Windu mengambil ponsel Ale dan menonaktifkan ponsel nya.
"Hari ini hanya kita berdua, tidak ada Anis, tidak ada Danish, Hanya Ale dan Windu. " kata Windu ambil tersenyum menonaktifkan ponsel Ale.
"Wkwkwk. Kau benar tuan. " canda Ale.
"Hahahha."
Mereka melewati malam dengan gelak tawa dan saat malam semakin larut, Ale beegegas ke mobil untuk tidur, dan Windu memakai Sleeping bag untuk tidur di tenda.
"Gue yakin lo akan bahagia Le. " gumam Windu sebelum memejamkan mata nya.
Keesokan hari nya Ale bangun lebih awal dan suasana pagi sudah mulai ramai. Dia bergegas membangunkan Windu.
"Nduuu. Bangun ndu " kata Ale sambil menggoyang tubuh Windu yang tak kunjung membuka mata.
Kemudian Ale teringat masa kecil nya yang selalu di ganggu Windu saat tidur. Dulu ketika Ale tidur siang Windu masuk kamar dan berteriak "Kebakaran kebakaran. " sehingga Ale yang baru tidur terkejut dan tak bisa memejamkan mata lagi, Alhasil kemudian mereka bermain.
Ale berdiri dan memegang tenda Yang di tiduri Windu. Menggoyang- goyang kencang sambil berteriak.
"GEMPA GEMPA, OMBAK DATANG. " dengan suara keras.
Windu terkejut setengah mati sampai langsung berdiri dan kepentok tenda, berlari membawa tenda mendekati mobil. Setengah badan nya di tenda dan kaki nya keluar tenda.
__ADS_1
Setelah dekat mobil Windu mendengar suara Ale yang tertawa sangat renyah sekali. Windu melihat Ale dan beberapa pengunjung tertawa melihat tingkah mereka membuat Windu sangat jengkel.
Windu melempar tenda dan berlari menuju Ale sambil berteriak seakan ingin menerkam Ale.
"ALEEEEE. SINI LOOO. ALEEEEE. " teriak Windu sambil mengejar Ale yang sudah berlari kalang kabut menyelamatkan diri dari murka Windu.
"AAAAAAA TIDAAAK. JANGAN LARI NDUUU. CAPEKKKK. " teriak Ale masih dalam keadaan berlari.
"STOP NDU. " teriak Ale lagi.
"TIDAK ADA AMPUN. " pekik Windu sambil menangkap Ale yang sudah dalam jangkauan nya.
Windu nemplok sambil meloncat menangkap Ale, Ale yang tidak ada persiapan terjatuh dan mereka berdua bergulung- gulung di pasir.
"Aaaaaaaa." teriak Ale yang digelitik tiada ampun oleh Windu.
"Stop. Geli. Nduuu. Ada yang mati lo karna kegelian. Mati akuuu. aaaaaaaaaaa Stop. " pekik Ale yang sudah sangat geli.
Windu menghentikan gelitikan nya dan turun dari punggung Ale. Hingga posisi mereka duduk berhadapan sambil mengatur nafas karena berlari.
"Lo bener bener Le, apa gak bisa bangunin dengan cara baik. " ketus Windu.
"Udah. Lo gak bangun bangun Ndu. " bela Ale.
Kemudian mereka kembali ke mobil setelah istirahat cukup lama.
"Kata nya naik paralayang Ndu. " kata Ale sambil berjalan ke arah mobil.
"Batal. Karna lo nakal. " jawab Windu.
"Ih. Gamau pulang kalau gitu, sampe naik paralayang. " rengek Ale langsung duduk di tanah.
Windu hanya melihat kelakuan Ale sambil tersenyum dalam hati tanpa berniat mengulurkan tangan nya.
"Yaudah gue tinggal disini. "
"Nduuuuuu. Jahaaat. Aaaaaaa. " teriak Ale karena Windu tak kunjung berbalik.
"Hiks."
.
.
.
.
Happy reading semua nya☺
__ADS_1