
"Siap Ale? untuk trip kita kali ini?. " seru Windu.
"Siap dong, ayo gass. " kata Ale dengan penuh senyum dan semangat.
"Baiklah tuan putri. "
"AAAAAAA. WELCOME JAKARTA. I'M COMING." teriak Ale saat mobil sudah lancar berkendara.
"Baiklah juru gmaps aku hari ini, jangan sampai tujuan kita jakarta menjadi banyuwangi oke?. " canda Windu.
Ya Windu tau jika banyak wanita yang tidak bisa melihat gmaps. Sehingga selalu salah halus bahkan sampai bertolak belakang dari tujuan awal.
"Nyebelin. Bisa lah gue. " kata Ale dengan penuh percaya diri nya.
Mereka menikmati perjalanan sambil Ale bernyanyi dan banyak bercerita. Karena Ale tak ingin meninggalkan Windu menyetir mobil sendirian malam- malam.
Tapi keinginan akan selalu jadi keinginan. Ditambah Ake yang tidak menyalakan ponsel karena Danish yang terus menghubungi nya. Sehingga bosan juga lelah seharian bermain mendera Ale.
Saat mendekati tengah malam akhirnya Ale tertidur pulas di kursi nya karena tak mampu menahan kantuk. Windu hanya tersenyum melihat Ale yang berjanji akan menemani agar tidak sendiri malah tertidur lelap.
Sehingga Windu menyetir seperti pada waktu berangkat. Sendiri dan sepi. Bedanya kalau sekarang tidak sendiri tapi tetap sepi.
"Dasar buncis rebus. " gumam Windu.
"Gue masih dengar Ndu. Cuma mata gue aja yang gak bisa di buka. " gumam Ale.
"Astaghfirullah Le bikin kaget aja. "
"Hmm."
Windu tersenyum melihat tingkah sahabat nya itu.
...*****...
Sedangkan di sebuah cafe. Danish sedang duduk bersama kedua sahabat nya itu. Danish terus menghubungi Ale yang di luar jangkauan.
"Udah lah bro. Mau sampai kapan? Nomer nya gak aktif! " kata Leo.
"Dia gak mungkin ganti nomer. Dia belum pulang. Dia kemana? " jawab Danish.
"Lo sendiri bro yang udah ngelepas, jangan keterlaluan kasian dia. " sarkas Abi.
"Lo tau kan, maksud gue gue mau dia tahan gue. "
"Tapi dia gak nahan. Seperti yang dia bilang " Done" !!!. selesai Danish. Jangan ganggu dia lagi. " kata Abi geram.
"Kenapa lo yang sewot Bi. Gue yang hubungi Ale. " jawab Danish tidak kalah ketus.
"Lo keterlaluan soal nya. "
"Apanya yang keterlaluan. Dia yang keterlaluan!!gak pernah ngabari!! foto sama cowok lain !!" kata Danish dengan suara meninggi nya.
"Lo lebih keterlaluan!! Lo ***** sama cewek!! lo gila!! gue beneran udah gak sanggup temenan sama lo Nish. Brengsek lo! " kesal Abi berdiri dan akan pergi.
__ADS_1
"Abi. Jangan bilang begitu. " kata Leo panik.
"Jangan- jangan lo suka kan sama Ale. Lo suka kan sama cewek sok suci itu. Berasa cantik sendiri sampai jual mahal. Padahal biasa aja. Jangan- jangan dia juga udah bolong. " kesal Danish karena Abi memutuskan pergi.
Tanpa dia tau dia telah menanam kemarahan yang teramat dalam di hati Abi. Wanita yang di claim sebagai calon istri nya di hina di depan mata nya oleh pria brengsek. Wanita yang memang mahal bukan jual mahal, yang menjaga kehormatan dan harga diri nya.
Bugh.
Bugh.
Bugh.
"Mulut lo keterlaluan. Mulut busuk lo gak pantes nge hina Ale. Lo yang BAJINGAN. Gue gak bisa lagi sahabat an sama lo. Gue pergi baik baik lo malah memprovokasi gue. Leo lo ikut gue apa Bajingan ini!!! " kata Abi dengan nada tinggi, mata merah dan tangan yang mencengkram leher Danish.
Danish hanya diam saja. Dia tidak ada keberanian membalas Abi. Karena Daddy Abi orang yang berpengaruh di kota ini.
"Lo Bi " jawab Leo dengan keyakinan penuh.
"Yuk!" kata Abi kemudian pergi meninggalkan Danish yang terduduk di kursi nya.
Cewek nya pergi, Sahabat nya pergi. Danish semakin frustasi dan berdiri untuk pergi karena sudah menjadi pusat perhatian saat mendapat bogeman mentah dari Abi.
Danish mengendarai mobil nya menuju sebuah sircuit balapan mobil.
Malam ini, dibawa gelap nya cahaya langit, ditemani sedikit gemerlap bintang. Danish memacu mobil nya dengan kecepatan penuh di sircuit itu.
Meluapkan segala beban dan emosi karena tindakan impulsif nya sendiri. Dia memacu mobil hingga beberapa putaran dan mengambil ponsel memfoto spidometer nya saat di pacu hingga kecepatan maksimal.
Dia telah kehilangan serpihan hati dan cinta.
"Hiks. Hiks. Hiks. Gue bodoh. AAAAAAAAA. GUE BAJINGAN. AAAAAAA Hiks!!" Danish menuntaskan sesak di dada nya.
"GUE YANG SALAH. GUE YANG PECUNDANG. AAAAAAAAAA . Hiks . LO BENER LEEE. " teriak nya lagi begitu menggelegar.
Huh Huh Huh
Danish mengatur nafas nya dan menempelkan kening nya di setir mobil nya.
"Kenapa gue mencintai lo Le. Kenapa gue harus chat gitu kemarin. " ratap Danish.
Danish ditemani gelap malam dan sepi dingin nya sircuit meratapi nasib nya ditinggalkan pasangan dan juga kedua sahabat nya.
Sedangkan Abi, Ketika keluar cafe dia memasuki mobil nya dan disusul oleh Leo. Memacu mobil nya dengan kecepatan di atas rata- rata. Leo hanya diam melihat sahabat nya jika sedang mode seperti ini.
Sambil terus beristighfar dalam hati. Abi memacu mobil sport nya dengan gila menuju rumah nya. Memasukkan dalam bagasi dan membanting pintu nya.
Leo hanya mengekori Abi masuk ke rumah dengan aura yang sangat menyeram kan. Kebetulan Mommy dan Daddy nya sedang di ruang keluarga menonton film.
cek lek
Mommy menoleh dan melihat putra nya dengan sahabat nya itu.
"My dear. Hallo sayang. Are you okay?(Cintaku Hallo sayang apa kamu baik baik saja?)" tanya mommy dari kejauhan mendekat dan Abi langsung naik tanpa menjawab maupun melihat kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Maaf mom. Abi sedang marah. " jawab Leo pelan.
"Why sayang?( kenapa sayang) " tanya mommy tidak biasanya Abi marah seperti ini.
"Berantem sama Danish. "
"Oh. Biasa Mom kalau laki laki. " potong daddy sambil merangkul mommy nya.
"Leo ke atas ya mom dad! " pamit Leo.
"Ya sayang. " jawab mommy.
Leo kemudian memasuki kamar Abi dan tidak mendapati Abi di kamarnya nya. Leo mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.
Kemudian Leo rebahan di kasur king size milik Abi sambil menunggu sang tuan dari kasur ini keluar.
Setelah hampir setengah jam Abi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkari pinggang nya.
"Wow. Hot" gumam Leo.
"Pergi lo. Gila. " pekik Abi.
Kemudian Leo tertawa karena melihat ekspresi malu dan jijik karena gumam an nya.
"Gue masih normal Bi. "
"Monyet! " kata Abi berlalu ke walk in closed nya.
"Gue tidur sini deh ya." kata Leo.
Kemudian Abi keluar sudah rapi dengan set piyama melekat pada tubuh six pack nya dan melempar handuk serta set piyama pada Leo.
"Pulang sana! "
.
.
.
.
Disini ada gak ya yang kalau emosi memuncak, bawa sepeda motor nya atau mobil nya sendiri an kencang dengan air mata tak henti nya terus menetes.
mak angkat tangan paling tinggi.
Karena mak gak bisa kalau marah atau emosi gitu ngomong panjang kali lebar. Yang ada malah nangis.
kalau terlalu marah atau emosi gitu nangis mak🤣🤣
eh jadi curhat.
Happy reading semua nya.
__ADS_1