LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 34 Welcome Jakarta


__ADS_3

Windu hanya melihat kelakuan Ale sambil tersenyum dalam hati tanpa berniat mengulurkan tangan nya.


"Yaudah gue tinggal disini. "


"Nduuuuuu. Jahaaat. Aaaaaaa" teriak Ale karena Windu tak kunjung berbalik.


"Hiks."


Windu berbalik saat mendengar suara tangis Ale. Kemudian kembali berjalan menuju sahabat nya yang tengah menyembunyikan wajah di lutut nya.


"Maaf in gue. Gue cuma bercanda!" kata Windu memeluk tubuh yang menelungkup itu.


"Hiks. Maafin gue juga Hiks. Gue juga cuma bercandaaaaaaa!" teriak Ale tiba tiba dan berdiri kemudian berlari.


Windu memasang wajah terkejut nya kemudian dia tersenyum.


"Dasar lo ya, hehe. Gue seneng lo bahagia" batin Windu.


" Awas ya lo le. Awas kalau sampe gue tangkep!" teriak Windu mengejar Ale kembali.


Ale kembali berlarian menuju paralayang dan Windu mengejar nya.


"Stooop ndu, MasyaAllah capek banget" kata Ale sambil memegang lutut nya sendiri sambil mengatur nafas yang naik turun.


Windu berhenti di sebelah nya melihat sang sahabat yang sedang akting kelelahan.


"Kalau gitu gue tunggu di mobil ya, lo kelelahan gitu gak bisa naik paralayang. " kata Windu sambil berbalik.


Seketika Ale berdiri dengan tegak dan senyum yang sumringah.


"Gue gak kelelahan kok, nih sehat nih gue. " kata Ale dengan senyum pepsodent nya.


Windu berbalik sambil menyeringai. Ale langsung gugup.


"Mampus gue. " batin Ale.


"Lo masak tega sama cewek Ndu, gue minta maaf kali. Janji gak akan jail lagi, serius. Suer. " jawab nya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya.


"Imut sekali lo Le. " batin Windu.


Windu terus berjalan mendekat tanpa menjawab dengan seringai yang tak pernah luntur, seakan sedang meneliti setiap jengkal sang mangsa.


"Aaaaaaa. Gue takut. Nduuu! " teriak Ale karena Windu tak merespon nya.


Grep


Windu langsung memeluk Ale dalam pelukan nya. Entah kenapa Windu sangat menyayangi sahabat nya itu, begitupun Ale.


"Nduu!" lirih Ale.


"Gue seneng lo happy gini, jangan pernah biarin diri lo sedih karena orang lain. " lirih Windu.


Ale sang singa betina itu kini mendadak seperti kucing anggora yang menggemaskan. Ale membalas pelukan Windu.


"Udah ah, Takut jadi candu. Kasian tar Anis harus berbagi pelukan lo sama gue. " canda Ale sambil keluar dari pelukan Windu.


"Mumpung belum punya Anis, puas puasin aja Le. " canda Windu sambil mengusap rambut Ale.


"Ish. Yuk paralayang. " kata Ale dengan puppy eyes nya.


"Hmmm."


Windu hanya membalas dengan deheman dan berlalu menuju kawasan paralayang. Windu membeli tiket dia orang dan mengajak Ale naik paralayang.

__ADS_1



Indah nya pemandangan yang terlihat dari paralayang membuat Ale merasa sangat bahagia.


Di atas udara Ale berteriak dengan kencang.


"DANISH BAJINGAN. PERGI LO DARI HATI GUE!. "


"AAAAAAAA."


Teriak Ale sampai Windu yang dibawah mendongakkan kepala dan memotret Ale saat akan turun.


Setelah itu Ale berlari menuju tempat duduk tempat Windu menunggu Ale bermain paralayang.


"Seru banget Ndu. Lo beneran gak mau naik?. " tanya Ale saat tengah berlari mendekat.


"Gak."


"Beneran enak tau. "


"Gak Ale, gak mau. Gue mau disini aja. "


"Sayang banget tiket lo. "


"Cuma 300 ribu Le"


"Iya iya kak Billionaire, adek yang miskin ini mau tiket nya buat dedek aja. Sayang 300 ribu. " jawab Ale sambil bercanda.


"Hehe. Nih. "


Ale langsung mengambil dan kembali bermain paralayang.


Setelah bermain mereka makan berdua di sana. Ada rumah makan khusus makanan laut gitu.


"Lo lihat apa Le?" tanya Windu saat menghampiri Ale setelah memesan makanan.


"Liat jam. Udah jam 11 aja Ndu. Kita pulang kapan?" tanya Ale.


"Habis makan langsung pulang, pamit tante istirahat. Kemudian selesai sholat isya kita berangkat ke Jakarta. " kata Windu.


"Naik apa?. "


"Mobil gue lah. Apa lagi?" tanya Windu.


"Hehe. Kirain naik pesawat. Uang gue habis soal nya. Belum telpon ayah sama sekali dari sampe ke Surabaya. " jawab Ale sambil cengenegsan.


"Dasar." gemes Windu sambil mencubit dia pipi Ale.


"Sakit. Kebiasaan. " kesal Ale.


Kebiasaan Windu memang selalu mencubit pipi Ale.


Kemudian Makanan mereka datang.



Menu Khas rumah makan dekat pantai. Windu memesan Kerang rebus sambel, kepiting saus padang, kepiting saus telur asin, bawal goreng dan bawal bakar dan tak lupa udang goreng serta sayur pakis. Sungguh menggugah selera.


"Lo lapar banget Ndu? " tanya Ale.


"Enggak juga, biar kita rasain semua menu nya. " kata Windu.


"Percaya yang banyak duit nya. "

__ADS_1


"Murah ini le. Beda jauh banget sama di jakarta. "


"Ya jelas, ontong pisang. bikin emosi deh. " kata Ale.


Windu kemudian tertawa di juluki ontong pisang sama Ale. Kemudian mereka makan dengan lahap nya.


Setelah selesai makan mereka segera kembali ke mobil dan kembali ke Surabaya untuk meminta ini tante nya.


Setelah 4 jam lamanya mereka sampai di rumah tante Windu, dan langsung untuk kembali ke Jakarta.


"Te, Windu pulang ke Jakarta ya?. "


"Loh gak jadi kuliah di sini? apa gak betah di runah tante?. " tanya tante sedih.


"Jangan sedih te, Windu senang disini tapi gimana Windu bisa nolak te, kalau yang jemput Windu aja secantik ini?. " kata Windu sambil melirik Ale.


"Loh kok aku? gak tante. Itu mau nya Windu sendiri. Ale gak minta dan maksa Windu buat balik ke Jakarta." kata Ale panik karena Windu melempar kesalahan pada nya.


"Hahahahha." tante dan Windu tertawa bersamaan sambil saling memeluk.


"Ya sudah nanti tante telpon mama mu. "


"Jangan tante. Biar surprise buat papa dan mama. " jawab Windu.


"Ya sudah hati hati. Kami juga hati hati ya Le. " kata tante Windu sambil memeluk Ale.


"Pasti te. Makasih ya. Serius te bukan Ale yang maksa atau minta Windu buat balik ke Jakarta. " kata Ale dengan ekspresi memelas.


"Iya. Tante tau Le. Tadi Windu hanya bercanda. " kata nya.


"Hahahaha. Takut banget sih lo Le. " ketawa Windu.


"Lo sih nyebelin banget, gue deg deg an tau Ndu! " sewot Ale.


Tante om dan Windu tertawa bersamaan melihat kekesalan Ale.


"Lagian, mama nya Windu juga berat kalau Windu di sini. Ini anak aja yang nakal prank semua orang. " keluh tante.


"Ya udah te. Berangkat ya. " pamit Windu.


Tante hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian Ale dan Windu mencium tangan tante dan om dengan takzim dan mengucap salam.


Setelah nya tante dan om membantu membawakan barang Windu kembali ke mobil.


Ale dan Windu masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan ke tante dan om.


"Siap Ale? untuk trip kita kali ini?. " seru Windu.


"Siap dong, ayo gass. " kata Ale dengan penuh senyum dan semangat.


"Baiklah tuan putri. "


"AAAAAAA. WELCOME JAKARTA. I'M COMING."


.


.


.


.


Seru banget ya trip sama sahabat emang. Aduh jadi rindu kali mak. Eh maksud nya kalau jadi Ale pasti rindu berat☺

__ADS_1


happy reading semua nya. Semoga suka ya


__ADS_2