
Pikiran Danish berkecamuk, kenapa Windu bisa sampai ingin menghajar nya, ditambah lagi di kamar itu penuh dengan ******* Leo dan Cat.
"Ahh faster baby." manja Cat, tidak seperti dengan Danish tadi.
"Oh shitt, kau sudah mau sampai baby. no tunggu aku baby ." de*sah Leo
Masih dengan menggerakkan pinggul nya berirama.
"Oh ****, kau enak baby ." kata Leo sambil mempercepat tempo nya.
"Kau juga sangat per*kasa baby, besar ahh kuat ahh dan berotot. " manja nya sambi mende*sah.
"Uhh"
"Ahh"
"Baby, i'm coming." keluh Leo.
"Faster baby, ahh." de*sah Cat sambil memilin niple mungil milik Leo, menambah rang*sangan agar pelepasan lelaki itu penuh ken*ikmatan.
Arghhh.
pekik leo sambil menyemburkan bisa dari anaconda nya di dalam mikik wanita itu.
Kemudian mereka saling mel*umat dan men*cium, afters*ex.
Danish dan Abi menatap jengah kelakuan kedua insan di depan mereka itu, dalam pikiran Abi karena si Leo tidak pengertian dengan nya karena sudah menahan hasrat dari tadi dan dia memperlama jatah milik nya.
"Cih, ewe untuk senang dan mengeluarkan bisa saja kenapa harus saling menyanjung dan saling memuji menunjuk kan rasa nik*mat, kayak pasangan saling mencintai saja." gumam Danish sarkas.
"Lo aja yang gak punya hati, masak main ini cewek kasar banget, sampe Cat teriak teriak, dia juga manusia yang bisa sakit." sewot Abi.
Kemudian Leo mengecup sekolah bibir Cat dan berjalan ke sofa.
"Tuh, giliran lo. jangan merengut aja." kata Leo.
"Oke siap." semangat Abi dan langsung beranjak menuju kasur.
Leo duduk di pinggir Danish sambil sandaran dan melihat ekspresi Danish.
"Napa lo, suntuk banget." kata Leo.
"Enggak" sungkan Danish.
...*******...
Eghhhh
"Jam berapa ini? ." gumam Ale bangun sambil mengucek mata nya, kemudian melihat jam di sebelah tempat tidur nya.
"Alhamdulillah jam 3" gumam Ale.
Kemudian Ale bangun dan ke belakang, ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Kalau biasanya dia akan mandi sebelum tahajud kali ini tidak karena air nya dingin sekali karena di pegunungan.
"Mau sholat nduk." kata mama nya, yang notabene asli jawa.
"Iya ma, mama juga." jawab Ale.
"Iya, eh tadi Windu telpon telpon ponsel mama, ponsel kamu mati emang nya? ." kata mama.
__ADS_1
"Iya Ale chargs ma" kata Ale.
Kemudian Ale berjalan menuju kamar untuk sholat, selepas sholat dan dzikir Ale penasaran dengan Windu yang menghubungi malam malam. Ale membuka ponsel sambil menunggu subuh sekalian.
* 11 panggilan tak terjawab *
"Ada apa ya Windu hub gue jam segitu sebanyak itu." pikir Ale mulai cemas.
windu
23.30 : lo tidur le, tumben
23.40 : besok hub gue ya kalau udah bangun
Kemudian Ale mengetik.
^^^me^^^
^^^03.40 : ada apa win, lo gak papa kan?^^^
^^^03.41 : gue udah bangun nih^^^
Masih centang dua abu abu, kemudian Ale membuka akun sosial media nya, men scroll pencarian yang dipenuhi dengan video makan dan video lucu lucu. Hoby Ale melihat orang mukbang.
📞 Windu
Tiba tiba ada panggilan masuk dari Windu. Kemudian di angkat lah sama Ale.
"Assalamualaikum " sapa Ale.
"Waalaikumsalam lo habis sholat Le." tanya Windu.
"Betol. Ada apa woy. Lo gpp kan? jangan bilang lo udah rindu sama gue, baru juga dua hari." canda Ale.
"Tai lo, apaan ih." kepo Ale.
"Enggak ada apa apa tiba tiba aja kepikiran elo, pulang kapan lo." tanya Windu.
"Gak biasanya, besok lusa." kata Ale.
"Elo udah beneran pacaran sama Danish Le." tanya Windu.
"Belom, lo tau gue lah." jawab Ale.
"Tapi lo udah mulai sayang kan, jujur sama gue." kata Windu.
"Iya sayang, aku ternyata beneran wanita Win, sama kayak kata lo. Dua tahun lebih bukan waktu yang sebentar untuk nyuekin dia." kata Ale.
"Berapa persen sayang lo." tanya Windu.
"Berapa ya, masak bisa dijelasin ." kata Ale.
"Kalau gue suruh lo gak lanjutin sayang lo, lo bisa gak?. " tanya Windu.
"Alasan nya apa dulu." kata Ale.
"Misal kamu terlalu berharga buat dia." kata Windu hati hati.
"Hahahahhahaha, elo khawatir ke gue ni ceritanya." ketawa Ale.
__ADS_1
"Gue sayang sama lo Le, kita temenan udah dari orok. Gue mau yang terbaik buat lo." kata Windu.
"Emang Danish salah apa? kenapa elo tiba tiba gini." kata Ale.
"Ya kata lo kan Danish gak gentle, dia emng kayak e gak cocok buat lo. Dia pecundang. Bener kata lo. Lo kubur sayang lo sebelum tumbuh subuh bisa? ." tanya Windu.
"Aku jujur gak tau, setelah sekian tahun win. Gue udah luluh ni hati nya, masak belum sempet mekar udah disuruh kubur, Danish gak punya salah apa apa juga." kata Ale.
"Kalau gue kasih tau kesalahan dia, apa lo baik baik aja. Apa lo bakalan gak galau dan tetap bisa fokus ujian kelulusan dua minggu lagi." tanya Windu.
Deg
"Apa kesalahan nya? ." tanya Ale.
"Au ah, lupakan aja le. Gue cuma asal doang. Hahahha." kata Windu.
"Sialan lo." kata Ale.
"Yaudah gue matiin, tetep jadi Ale yang hati hati sama cowok mana pun selain pengecualian ." kata Windu.
"Ya, ayah adek gue sama elo. " sarkas Ale.
"Wakakkakak." tawa Windu kemudian telpon dimatikan oleh nya.
Ale hanya tersenyum, karena tingkah sabahat nya itu, dia memang sahabat yang baik dan care banget. Dia selalu kasih wejangan agar tau tipe tipe cowok dan gak terserah oleh cowok baj*ingan.
Sedangkan di belahan kota yang kain windu sedang sangat galau dan di lema.
Dia guling guling di kasur nya
"Gue harus gimana ya, kalau gue kasih tau Ale hancur gak fokus ujian terus gak lulu gimana. Ale udah terlanjur sayang sama baj*ingan itu, duhhh kalau gue biarin dulu kasian Ale dapet laki laki modelan tai anjing gitu. " gumam Windu.
"Apa sebaik nya aku simpen dulu, aku kasih tau selepas ujian kelulusan. Iya begitu aja kali ya. " galau nya.
"Au ah mending gue mandi. " gumam Windu kemudian beranjak ke kamar mandi dan mandi.
Lamat lamat Windu mendengar suara Danish ada di kamar nya.
"Suara Danish tuh, sialan. Sabar Win, tunggu setelah ujian kelulusan. Jangan terbawa emosi, sabar sabar. " gumam nya sambil mandi.
Dan benar saja Windu keluar kamar, sudah ada Danish duduk di kasur sambil memegang ponsel.
"Lo ngapain di sini?. " sewot Windu.
"Sewot amat, lo kenapa sih Win. pms ya. " kata Danish.
" Daripada elo, gila"
.
.
.
.
.
Happy Reading semua nya.
__ADS_1
Semoga suka sama karya mak ini,
Like komen dan vote ya, mawar atau kopi juga boleh☺