LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 27. Temu kangen


__ADS_3

Windu tahu Ale menangis karena nya. Kemudian Windu merenggangkan tangannya siap menerima pelukan Ale.


Tiba- tiba hatinya juga sangat merindukan sahabat nya itu.


Ale berlari melihat Windu merenggangkan tangan dan masuk dalam pelukan Windu.


"Huaaaaa.. aaaaaaaaaaa. Hiks Hiks Hiks. aaaaaaa. " tangis Ale pecah di pelukan Windu.


Windu merasa sangat bersalah melihat sahabat nya sangat sedih dan menangis tersedu- sedu.


"Huaa. Hiks Hiks. Hiks Nduu Hiks. " tangis Ale sambil memeluk erat Windu dan mulai luruh ke lantai.


Windu yang memeluk Ale beserta tas besar nya itu ikut terduduk di lantai sambil memeluk sahabat nya itu. Mereka tidak perduli dengan orang yang berlalu lalang.


Di bandara tempat bertemu kembali dan berpisah kembali. Jadi selalu banyak tangis dan senyum di sini.


"Le. He kenapa nangis sampai kayak gini. " kata Windu mencoba melerai pelukan itu karena tak tega dan kemeja sudah sangat basah oleh air mata dan ingus Ale, tapi di tahan oleh Ale.


Ale mengeratkan pelukan itu, masih sambil menangis. Ale takut jika dia lepaskan, dia harus menerima kenyataan kalau dia telah kehilangan sahabat nya itu.


"Hiks Ndu. Ke ke kenapa lo tinggal Hiks tinggalin gue. A apa salah gu gue. Huaaaa. gu gu gue minta ma ma maaf Hiks Hiks. " ratap Ale di pelukan Windu.


Windu tidak menyangka Ale ternyata begitu sedih dan begitu menyayangi nya.


"Gue gak ninggalin lo kok. "


"Huaaa. Hiks hiks. " Ale merasa nafas nya sudah sangat berat dan sesak. Pandangan nya memudar, kunang kunang dan Hitam.


Ale tak sadarkan diri dalam pelukan Windu. Windu Cemas karena Ale pingsan.


"Le. Le bangun dong. "


"Pak bantuin saya pak. " panggil Windu pada bapak petugas kebersihan.


Windu mengangkat Ale dan meminta tolong bapak itu membantu membawakan tas Ale yang sangat berat itu.


Setelah sampai mobil. Windu membawa Ale ke klinik terdekat, agar segera di tangani.


Windu berhenti di Klinik yang dia lewati kemudian menggendong Ale ke bangkar rumah sakit itu. Ale di bawa ke ruang IGD dan Windu langsung menyelesaikan administrasi agar segera di tangani.


Setelah selesai semua. Ponsel nya berbunyi dan itu ayah Ale.


"Hallo. Assalamu'alaikum om. "


"Waalaikumsalam nak. Apa sudah ketemu Ale nya. Ale tidak bisa om hubungi. "


"Sudah Om. "


"Alhamdulillah. Dasar anak nakal, ketemu sahabat nya lupa untuk mengabari ayah nya. "

__ADS_1


"Tadi Ale pingsan om, sekarang sedang di IGD. kemungkinan kelelahan habis naik gunung. " kata Windu agar ayah Ale tidak khawatir.


"Astaghfirullah. Tapi tidak apa apa kan nak. "


"Tidak om. Om tenang aja. Windu jagain Ale. Windu ijin dulu ya om tidak mengantar Ale malam ini. Biar istirahat di rumah sakit dulu. "


"Iya nak. Makasih. Tagihan nya masukin ke Om aja ya."


"Sudah Windu selesaikan om tagihan nya. tidak apa. Windu sayang sama Ale juga. "


"Makasih nak. "


"sama sama om"


Setelah mematikan telpon nya Windu menelpon tante nya ijin agar tidak pulang karena menjaga Ale yang pingsan tadi.


Setelah beberapa lama menunggu dokter yang menangani, akhirnya dokter itu keluar dan Windu bergegas menghampiri.


"Bagaimana dok. "


"Hanya shock saja. Dia seperti tertekan. Apa ada kabar yang mengejutkan nya?. "


"Kabar? dia bukan kecapek an habis naik gunung dok. Atau kurang tidur?. "


"Tidak dilihat dari tubuh nya dia cukup tidur, Dia seperti baru saja terpukul akan hal yang mengejutkan nya. "


"Tapi gak apa apa kan dok?. "


"Baik. Terima kasih dok. "


Kemudian Windu berjalan menuju ruang rawat nya. Dia akan menunggu Ale di sana. Pikiran Windu juga berkecamuk.


"Apa Ale begitu terpukul mendengar gue pindah Surabaya. " batin Windu.


"Gue kira lo gak sayang gue Le, Gue kira lo hanya mikirin Danish. Ternyata walaupun ada Danish atau cowo manapun tempat gue sebagai sabahat lo tetep ada dan sayang lo ke gue tetep. " batin Windu juga senang.


Setelah sampai ruang rawat. Windu duduk di sofa sambil menyenderkan kepala nya pada sofa.


Perawat datang mendorong bangkar tempat tidur Ale dan Windu membuka mata melihat Ale yang tengah terlelap.


"Maaf Pak, kami tinggal. Kalau ada apa apa silahkan pencet tombol emergency. " kata perawatan tersebut.


"Baik Sus. "


Kemudian windu mendekat dan duduk di sebelah Ale. Windu pegang tangan mungil sahabat nya itu. Tangan yang selalu di genggam sejak kecil. Yang selalu mengekor i nya sejak kecil, dan selalu Windu bela sejak kecil.


"Ndu."


"Sudah bangun. " jawab Windu dengan senyum.

__ADS_1


Mata Ale kembali berkaca- kaca.


"Hiks."


"He. Lo kenapa Le. Apa ada yang nyakitin lo. Apa terjadi sesuatu sama lo. " cemas Windu.


"Huaaa... Hiks." tangis Ale sambil menutup muka dengan telapak tangan nya.


"Lo kenapa jadi cengeng gini sih. Kalau ada yang jahat lo kan bisa taekwondo."


"Hiks. Lo yang jahat sama gue. "


"Gue. Jahat apa sama lo. "


"Hiks. lo diemin gue tiga minggu. Terus lo pindah kesini apa maksud nya? Hiks. Janji kita akan kuliah di UI bersama dengan Anis gimana? Hiks Lo yang jahat. Lo gak bilang kalau pindah. Lo yang udah nyakitin gue. Huaaaaa. " ratap Ale dengan suara parau dan bergetar.


"Ha. Lo nangis cuma karena itu?. "


"Karna itu maksud lo apa? Hiks lo udah gak nganggep gue sahabat lo ya. "


"Lo udah kehilangan gue sejak lo gak percaya sama gue Le. "


Ale tersayat hati nya mendengar perkataan Windu.


"Kapan gue gak percaya sama lo. Kapan gue kehilangan lo. kapannn. " teriak Ale penuh emosi sambil duduk dari ranjang nya dengan berurai air mata.


"Tenang Le. Lo kenapa sih pulang dari gunung kayak gini. "


Ale menekuk kakinya dan menelungkupkan kepala memeluk kaki nya sendiri sambil menangis. Sesak di dada Ale


Windu kemudian memeluk tubuh Ale. Dia tidak tega melihat Ale menangis dalam diam nya. Dia juga merindukan keceriaan gadis ini.


"Maaf in gue. Gue kesel banget sama lo. Gue kecewa banget sama lo. Gue sayang sama lo, gue selalu jadi orang pertama yang berpihak dan percaya sama lo karena gue kenal lo. Lo sahabat gue dari kecil. "


Windu diam sebentar, sedang Ale menunggu kalimat selanjut nya.


"Gue kecewa, orang yang sangat gue percaya dan gue sayang gak percaya sama gue. Padahal gue belain lo. Tapi lo lebih milih orang yang baru lo kenal di banding gue. " jawab Windu lirih sambil mengisap kepala Ale.


"Gue pindah juga gak ada rencana. Gue berangkat ke sini tanpa persiapan. Hanya seminggu terus memutuskan untuk ke sini. Karena gue gak bisa liat lo. Gue udah kehilangan lo juga dari hari itu. " lirih Windu.


"Ndu."


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading semua


Like komen dan vote ya semuanya😊


__ADS_2