LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)

LOSER MAN( Ketika Cinta Dibalut Dengan Luka)
Part 32. Pasca Done.


__ADS_3

Hingga helaan nafas panjang Ale menyadarkan Danish.


"HUH. hiks Hiks Huh terserah lo mau mikir apa. Gue Done. Bye.( gue selesai. selamat tinggal) " jawab Ale dengan suara parau dan langsung mematikan telpon sepihak.


"Lo jahat banget Nish" kata Abi lirih.


"Hiks gue harus apa Bi. "


"Lo jahat sumpah Nish. Gue aja sampe gak tega denger suara gadis itu menangis. Lo udah melakukan kesalahan fatal. Lo udah gak mungkin balik sama dia lagi. Lo pun udah tau dengan pasti. Lo yang ceroboh WA mau nyerah. maka lo memang udah harus pergi. " kata Abi panjang lebar.


"Gak mau Bi. Gue sayang banget sama Ale. "


"Terus lo mau paksa lagi. Apa masih kurang sakit yang di derita Ale. "


Tanpa menjawab pertanyaan Abi, Danish berdiri dan mengambil sebotol vodka dari minibar di lantai yang sama dengan kamar Abi.


Abi mengikuti Danish. Dia hanya diam melihat sahabat nya itu minum dari botolnya langsung.


"Ale." kata Danish sambil menenggak vodka nya.


Sambil tangan nya menelpon Ale. Berharap akan di angkat oleh Ale. Tapi mungkin itu hanya angan.


Bahkan Danish sendiri sudah tau jika pembicaraan itu, telpon barusan adalah telpon terakhir nya bersama Ale.


"Gue bodoh Le. Hiks. "


Danish terus meminum dan terus menelpon Ale walaupun tau tak akan ada hasil nya.


"Bi. Gue bodon. Gue udah nyia nyiain bidadari seperti Ale. Gue bodoh Bi. "


"Emang."


Hanya jawaban singkat dan terus mengawasi sahabat nya yang Abi lakukan. Karena Abi takut Danish nekad di rumah nya. Gawat kalau ada masalah di rumah nya.


Danish terus meracau penyesalan nya hingga habis dua botol vodka dengan kandungan 50%. Itu termasuk alkohol yang tinggi. Dan kemudian tumbang.


Setelah itu Abi menyuruh Erga untuk mengantar Danish ke rumah Danish.


...*******...


Sedangkan di tempat yang jauh dari sana, seorang gadis tengah menangis tersedu- sedu.


Gadis yang baru keluar dari rumah sakit itu mencharger ponsel nya di mobil sport milik Windu. Kemudian membuka pesan dan membaca pesan Danish dari notif atas.


Seketika air matanya tumpah ruah. Dadanya terasa di himpit dua batu yang besar, sangat sesak sekali.


Windu yang melihat Ale meneteskan air mata menghentikan mobil nya di pinggir jalan.


"Kenapa Le?. "


"Nih." jawab Ale menyodorkan ponsel nya.


"Ya berarti Allah permudahkan jalan lo, sehingga dia yang ngelepas lo tanpa lo yang seperti meyakiti dia. Alhamdulillah dong"

__ADS_1


"Iya. Tapi tetep aja sakit. "


"Nangis aja. Balas nanti kalau udah gak sakit hati nya. takut nya Danish telpon dan denger lo nangis atau nahan dia. Besar kepala nanti. " kata Windu.


Setelah sekuat waktu menenangkan diri dan membesarkan hati. Ternyata Allah mempermudah jalan untuk jauh dari psikopat macam Danish.


Setelah membalas seperti yang Windu beri tahu. tidak lama ada telpon masuk. Sungguh spektakuler perkiraan Windu dengan apa yang akan terjadi.


Dan Ale Mengangkat telpon dengan santai awalnya. menahan diri agar tidak terdengar seperti orang yang sakit hati.


Semakin lama Danish terus memprovokasi Ale hingga Sesak di dada Ale tak mampu lagi dia bendung. Ale juga Akhirnya berteriak kesal dan menangis terisak.


Windu hanya diam memberi ruang agar Ale juga menunjukkan perasaan nya. Tidak terlalu lama Ale mengucapkan jika selesai dan selamat tinggal kemudian mematikan ponsel nya.


Ale langsung menatap Windu dengan tatapan yang sulit di artikan penuh derai air mata.


Windu merentangkan kedua tangannya.


"Proud of you. Come on. "


"Huaaaaaa. aaaaaa Hiks Hiks. Sakit Nduuu. " pecah sudah tangis Ale sambil masuk dalam pelukan Windu.


"Dia brengsek, sangat brengsek. PECUNDANG. Lo harus bisa lupain cepet Le. Air mata lo terlalu berharga buat sampah seperti dia. Dia yang salah tapi lo yang di salahin, gimana kalau lo yang mulai dulu tambah lo yang babak belur. Allah sungguh sangat baik pada mu Le. " batin Windu sambil mengusap kepala yang tertutup hijab itu.


Ale memeluk begitu erat sambil menangis, meraung dan meratap. Berharap sesak di dada nya berkurang.


Cinta pertama yang sangat tragis.


Baru kemarin Ale mengetahui kenyataan kehidupan kelam sang pemilik hati, dan akan menyelesaikan baik baik nanti. Langsung di jawab hari ini juga dengan jalan dari nya pula.


"Huh huh huh huh Ndu. Apa yang bisa gue lakuin biar sakit Hiks ini hilang. Huh. Ndu Hiks. Gue mau sakit ini hilang. Hiks. Sesak ini pergi jauh Hiks. " kata Ale tersendat- sendat.


"Harusnya lo sholat. Karena sedang gak bisa sholat lo banyakin istighfar. Berdoa Agar Allah kuatkan tubuh dan ikhlas kan hati lo. Dan. "


"Dan apa?. "


"Karna lo punya sahabat yang super baik dan tampan ini, dia akan membawamu ke pantai hari ini. kita bermalam di pantai saja. Bagaimana?. "


"Serius."


"Tentu saja. "


"Mau."


"Hahaha. Semangat kalau mau. "


"Semangat." jawab Ale penuh semangat walaupun pada nya bengkak, bibir bengkak, pipi bengkak.


Windu ingin tertawa melihat kondisi wajah sahabat nya itu, tapi tidak di waktu yang benar.


Ale kembali masuk dalam pelukan hangat sahabat nya itu. Hingga tertidur karena lelah.


Windu memotret wajah bengkak Ale saat tidur, kemudian melajukan mobil nya ke pantai tanpa pulang dulu ke rumah tante.

__ADS_1


Dari Surabaya Windu melajukan mobil nya menuju malang. Windu berencana untuk menginap di paralayang setelah main ke pantai. Akan sangat seru.


Ditambah peralatan mendaki Ale masih lengkap. Jadi bisa bikin tenda nanti.


Kurang lebih 4 jam perjalanan, mereka sampai di pantai Modangan, Malang.



Dari pantai Modangan ke bukit paralayang sekitar dua jam setengah. Untuk anak jakarta segitu dekat karena disana yang terbiasa macet dan jauh sehingga terasa dekat.


Apalagi kalau ke puncak sekita 7 sampai 8 jam baru bisa menikmati udara dingin.


"Le bangun. Udah sampe. "


"Le. Bangun woi Kebooo. " teeiak Windu.


"Egrhhhhhh bentar Ndu. Masih ngantuk. "


"Ya udah gue tinggal ya. "


"No. Gue udah bangun kok, kata siapa tidur. Yuk mau ke mana?. " kata Ale cepat serta langsung membuka mata nya.


"Hahaha. Udah sampai pantai. "


"Serius. Deket banget. "


"Empat jam Le. Lo aja yang tidur gak ada aturan. Dipikir gue sopir lo apa lo tinggal tidur. "


"Jangan marah dong sahabat ku berbaik dan tee tampan sedunia. " puji Ale.


"Ishh. Gak mempan. Yuk keluar. "


"Siap pak bos. " Jawab Ale antusias dan langsung membuka pintu mobil.


Ale melihat sekeliling yang sangat Indah dan asri.


"Heee Pecundang, Gue buang ke laut Lo. " teriak Ale sambil melemparkan kerikil kecil ke laut.


Windu hanya tersenyum melihat tinggal sahabat nya itu.


"Gue benci hati gue. " teriak Ale lagi.


"Mati aja looooo. " lanjut Ale.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading semua,


Semoga suka, jangan lupa like komen dan vote ga☺


__ADS_2