Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 10


__ADS_3

Kepergian sang ibunda membuat Yeri syok dan mengalami trauma. Setelah melakukan pemakaman Yeri tak mau makan, berbicara bahkan bertemu seseorang. Clara sebagai sahabatnya senantiasa menjaga dan berusaha agar Yeri kembali ceria seperti biasa. Bahkan Clara setiap hari tidur di rumah Yeri untuk menjaganya.


Sesekali Erick dan teman-teman lainnya bergantian ke rumah Yeri untuk menemani dan menghiburnya. Apalagi Aldo yang bisa setiap saat datang dan khawatir akan keadaan Yeri sekarang.


''Yeri… Kita main ke taman yuk'' Ucap Clara membujuk Yeri agar mau keluar rumah.


Namun Yeri tidak ada respon sedikitpun, dia hanya melamun dan memandang ke luar jendela.


''Mmmm… Aldo belum kesini lagi ya'' Tanya Clara berharap Yeri merespon karena biasanya Yeri selalu menjawab kalau bertentangan dengan Aldo.


''Belum, mungkin dia sibuk dengan bisnisnya. Gue gak bisa maksain dia harus setiap hari kesini'' Jawab Yeri berbalik menghadap Clara yang sedang membereskan barang.


''Gue selama ini ngerepotin loe Ra, loe bisa pulang. Sepertinya sendiri lebih baik'' Ucap Yeri tersenyum seolah-olah dia menyembunyikan sesuatu.


''Gue putusin buat tinggal disini sampai loe ceria lagi, loe bisa Nerima keadaan loe, dan jalanin hidup bahagia seperti biasa'' Ucap Clara menolak.


''Gue jadi gak bisa nyusul mama gue karena loe disini terus'' Ucap Yeri tersenyum lebar.


''Kalau loe nyusul mama, siapa yang nangkap pembunuh nya? loe pikir mama loe setuju kalau anak tersayang nya relain masa depannya demi dia. Pasti dia akan sedih'' Ucap Clara mendekati Yeri dan memeluknya.


''Kita lagi berusaha untuk nemuin papa kamu juga, jadi tetap semangat buat keadilan oke'' sambung Clara.


''Tapi, gue udah ngrasa gak ada harapan lagi Ra, pasti nasib papa seperti mama'' Ucap Yeri menangis lagi.


Aldo datang membawa berbagai macam makanan dan minuman kemasan dan langsung menyusunnya di Lemari es. Clara dan Yeri hanya melihatnya dan melanjutkan percakapan.


''Apa bedanya kalau loe mati'' Sambung Clara, Aldo terdiam dan berhenti menyusun makanan dan minuman.


''Ya gue bisa terbebas Ra, rasa takut gue akan hilang. Gue mau ketemu mama gue tanya dia yang sebenarnya'' Ucap Yeri mencengkram erat rambutnya.

__ADS_1


''GUE CUMA MAU MATI SEKARANG aaaaa" Teriak Yeri sambil menjambak rambutnya, Clara mencoba menahan semua amukan Yeri yang menyakiti tubuhnya sendiri.


''Yeri, sadar! Sadar! Pukul gue kalau loe mau luapin semua emosi loe. Pukul gue sekarang'' Ucap Clara memeluk Yeri biar dia gak melukai tubuhnya lagi.


''Yeri, Gue janji bakal temuin papa ya. Please stop sakiti diri lagi'' Ucap Aldo khawatir karena Yeri sudah beberapa hari sering menyakiti diri sendiri. Bahkan dia hanya mau minum saja sehingga berat badannya turun drastis.


''Loe janji do? Janji bawa pulang papa ya, cuma dia salah satu alasan gue hidup sampai sekarang'' Ucap Yeri berhenti memberontak.


''Iyaa gue akan berusaha agar papa ketemu lagi, tapi loe harus makan yaa. Nanti kalau papa pulang, papa liat kamu begini gue yang disalahin karena biarin anak kesayangannya kurus begini'' Ucap Aldo membujuk.


''Loe tau kan, gue terus yang disalahin kalo loe kenapa-napa" Sambung Aldo sambil tertawa kecil dan duduk disamping Yeri dan merangkulnya.


''Inget kan waktu itu loe jatuh di taman karena kesalahan loe sendiri, gue udah bilang jangan kencang-kencang tapi loe ngeyel dan akhirnya jatuh. Ketika gue bantu loe buat bangun, loe nangisnya makin kenceng. Dan apa yang terjadi gue yang dimarahi dan dihukum seminggu gak boleh main sama loe'' Ucap Aldo sambil mengingat masa lalu, Yeri tertawa dan menyenderkan kepalanya di bahu Aldo.


''Loe tau, gue sampai gak mau keluar rumah karena gak dibolehin main sama loe'' Ucap Yeri.


''Makanya jangan sampai dia pulang liat loe seperti ini, pasti nanti gue gak boleh ketemu sama loe lagi'' Ucap Aldo menepuk-nepuk bahu Yeri.


''Loe mau kan kalau iya gue siapin dulu'' Tanya Aldo sekali lagi dan akhirnya Yeri mengangguk, Clara menghela nafas panjang merasa lega karena Yeri sudah mau makan.


Aldo menyiapkan mie ayam kesukaan Yeri.


''Okee nih mie ayamnya, sambel 3 sendok kecapnya 5 tetes'' Aldo menyerahkan mie ayamnya dengan takaran sesuai dengan apa yang disuka Yeri.


''Wahh enak do'' Ucap Yeri memakan mie ayamnya dengan lahap.


''Enak kan, kalo loe mati gimana mau ngrasain mie ayam kesukaan loe lagi'' Canda Aldo menyeka pipi Yeri yang berantakan terkena bumbu.


''Gue mau coba dong, seenak apa sih" Ucap Clara melihat Yeri sangat lahap jadi dia tertarik dengan loe ayamnya juga.

__ADS_1


''Itu gue beliin buat loe juga, pasti hari loe beberapa hari ini sangat melelahkan karena jagain yeri'' Ucap Aldo memberikan sebungkus lagi mie ayam.


''Wahh makasih ya do'' Ucap Clara berterima kasih.


''Panggil kakak, enak aja loe panggil gue nama doang'' Ucap Aldo


''Emang loe kakak gue'' Ucap Clara sambil menikmati mie ayamnya.


''Gue kan lebih tua dari loe'' Ucap Aldo tersenyum.


''Siap kakak Aldo'' Ucap Clara dengan nada meledek.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


''Bener-bener kejam yang bunuh mama Yeri'' Ucap Erick terhadap Bagaskara


''Luka ditubuhnya banyak, dicekik, bahkan setelah mati mereka buang dengan cara digantung. pokoknya gak berperi kemanusiaan'' Sambung Erick sambil menikmati secangkir kopi yang masih panas, Bagaskara hanya mengangguk dengan penjelasan Erick.


''Loe gak ngeri dengernya" Tanya Erick ke Bagaskara.


''Ngapain ngeri, bahkan pembunuhan yang lebih sadis dari itu gue udah biasa'' Ucap Bagaskara.


''Oh iya gue lupa loe bos gengster. Tapi gimana bisa mereka Setega itu, mereka kan juga punya orang tua'' Ucap Erick penasaran.


''Orang yang ikut gengster gak pernah rasain gimana rasanya kasih sayang orang tua. jadi mereka gak pandang bulu siapapun target sasaran nya'' Ucap Bagaskara.


''Untung orang tua gue sayang gue , kalau gak gue bisa ikut loe'' Canda Erick kepada Bagaskara.


''Loe ngeledek gue karena gak punya orang tua? Mau jadi target selanjutnya? Lama-lama loe ngeselin juga loh Rick'' Ucap Bagaskara menatap tajam Erick.

__ADS_1


''Ahh enggak, gue mana berani sama loe. Kita kan temen best friend jangan kaya gitu ahh'' Ucap Erick takut dengan ucapan Bagaskara.


__ADS_2