Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 15


__ADS_3

Drettt drettt drettt handphone erick bergetar, erick mengangkat telfon sambil berjalan keluar kantor bagaskara.


"Siapa" Tanya erick karen nomor tidak dikenali.


"Apa hubungannya loe dengan bos BG COMPANY" Tanya seorang pria yang menelfon erick.


" BG company? Ohh perusahaan yang ada dibelakang gue sekarang" Tanya erick sambil menoleh ke belakang melihat nama perusahaan yang terpampang besar.


"Iya! Loe siapanya? Mata-mata ? Atau orang kepercayaan" Tanya pria itu lagi.


"Apa hubungannya gak ada urusannya sama loe" Ucap erick mulai terganggu.


"Kalau loe gak ngomong sniper gue siap menembak loe disana" Ancam pria dalam telefon.


"Memangnya apa yang loe butuhkan" Tanya erick melihat sekeliling secara perlahan.


"Gue cuma mau loe kasih tau siapa bos BG COMPANY" Ucap pria tersebut.


"Hahahahaha.... Bener-bener lawan yang mudah sampai kalian gak tau siapa bosnya hahahaha" Ucap erick sambil tertawa.


"Dahlah jangan berharap lebih, gue ada urusan" Ucap erick menutup telfonnya.


DORRRRR suara tembakan mengarah ke erick


"Sial hampir aja kena" Ucap erick setelah menghindar dari tembakan.


DORRR Tembakan dilepaskan lagi


"Ahhh, sial lengan gue kena. Gue harus pergi dari sini" Ucap erick berlari menuju mobilnya.


DORR DORR DORR Tembakan beruntun mengarah ke erick tapi meleset, akhirnya erick bisa pergi dari kepungan musuh.


...Dalam mobil...


"Gue udah belajar lama buat menghindar dari serangan tapi masih aja kena" Ucap erick berhenti di tepi jalan sambil melilit lengannya dengan kain agar darah tidak keluar banyak, setelah selesai erick pun menelfon bagaskara.


"Hallo rick, baru kita ketemu ada apa lagi" Tanya bagaskara.


"Gue lagi ke arah rumah sakit, gue diserang didepan kantor loe" Ucap erick.


"Tapi loe gakpapa? Gue udah bilang kan jangan ke sana lagi gak aman" Ucap bagaskara.

__ADS_1


"Cuma lengan doang tertembak ini mah udah biasa , musuh loe bener-bener payah. Masa dia maksa buat tau siapa bos di perusahaan loe" Ucap erick.


"Mereka ingin tau gue dan latar belakang gue, kalau gue punya keluarga pasti itu menjadi senjata mereka" Ucap bagaskara.


"Ohh itu sebabnya gue gak pernah tau siapa orang tua dan saudara loe selama ini. Tenang gue gak bilang ke mereka" Ucap erick.


"Okk thanks, apa perlu gue kesana" Tanya bagaskara.


"Gak perlu, takutnya mereka ngikutin gue diem-diem. Gue bisa sendiri" ucap erick menolak tawaran bagaskara untuk menemaninya di rumah sakit.


"Oke kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya" Ucap bagaskara.


"Okk, udah dulu ya gue udah sampai rumah sakit" Ucap erick mematikan telfonnya dan keluar dari mobilnya menuju UGD.


"Bisa tolong dok keluarin peluru di lengan saya" Ucap erick santai.


"Masnya baru tertembak? Sini mas biar ditangani. Kalian sini keluarin peluru di lengan pasien ini ya" Ucap dokter menyerahkan tugas ke suster disana.


"Baik dok" Ucap suster yang bertugas.


"Untung banget ya bukan di luka sebelumnya" Ucap suster sambil menangani luka erick.


"Sama aja menurut gue, luka lama terulang lagi" Saut erick menahan sakit.


"Loe udah nikah" Tanya erick.


"Belum, malah gak pengen buat nikah" Ucap suster.


"Kenapa, belum move on dari gue" Tanya erick melihat suster dengan wajah serius.


"Karena loe gue gak percaya lagi sama yang namanya laki-laki! Loe bisa gak sih kalau sakit gak kesini! Banyak kan daerah sini rumah sakit yang lebih bagus, kenapa loe harus ngerepotin gue terus disini. Lama-lama gue bisa pindah dari rumah sakit ini" Ucap suster kesal.


"Zahra... Gue kesini karena gue percaya sama loe. Kalau bukan loe yang nangani belum tentu gue bisa cepat sembuh" Ucap erick menggoda.


"Plis stop panggil gue nama, panggil gue suster kek atau yang lain" Ucap zahra suster yang menangani erick adalah mantan pacar erick.


"zayang" Goda erick dengan panggilan sayang mereka dahulu ketika masih berpacaran.


"Awhhhh" Teriak erick karena lukanya ditekan oleh zahra.


"Gue udah lupa semuanya, sekarang PR gue hanya belajar menganggap loe orang lain di hidup gue" Ucap zahra seperti kecewa dengan erick di masa lalu, erick hanya terdiam.

__ADS_1


"Hmmm, apa yang gue lakuin ke loe itu memang kelewatan ra" Batin erick sambil sesekali memandang wajah zahra yang fokus.


...-FLASHBACK-...


"Kenapa harus aku terus yang ngalah sih rick, kamu pikir aku selalu baik-baik aja ? Setiap kali kamu egois aku diem, aku pendam itu semua, karena aku tau kalau aku bela diri aku sendiri kamu akan marah" Teriak zahra sambil menangis.


"Siapa yang egois sih? Aku kaya gini biar kamu sadar sikap dan perlakuan kamu tuh harus diperbaiki. Apa salah" Jawab erick dengan nada tinggi.


"Tapi jangan dengan kata-kata yang nyakitin hati kaya gini, aku kalau membalikkan semua perkataanmu aja kamu juga marah bilang sakit hati. Tapi kalau kamu ngomong seperti gak mau tau kalau hati aku juga terluka" Ucap zahra.


"Dahlah capek ngomong sama kamu, selalu aku yang disalahin. Bener-bener kesalahan besar keluarga kita jodohkan kita buat bersama. Buang-buang waktu, bener-bener buang waktu. Kuliah gue tertunda cuma buat deket sama loe, nikah pun kita gak akan bisa lama. Mending hubungan kita cukup disini aja. Kita temenan aja, cukup dalam 2 tahun ini kita bersama tapi selalu aja endingnya kita berbeda prinsip" Ucap erick sambil sesekali memukul tembok.


"Tapi rick, keluarga kita berharap besar sama hubungan kita. Kita gak bisa putus begitu aja. Aku bener-bener udah cinta sama kamu rick" Ucap zahra memohon.


"Kalau cuma kamu yang cinta tapi aku enggak gimana? Kamu mau ngerasain hubungan yang pincang? Kamu bisa slalu ngertiin aku? Ketika kamu mencintai sepenuhnya kepada laki-laki siap-siap kamu akan disakiti sesakit-sakitnya. Ini keputusan yang terbaik, gue akan bilang baik-baik ke keluarga loe bahwa kita gak bisa sama-sama lagi, bye zahra" Ucap erick pergi meninggalkan zahra yang menangis.


Hiksss,,,, Hiksss, Hiksss.....


Isak tangis zahra sambil mengingat kenangan selama 2 tahun berlalu


"Aku cinta sama kamu ra" Erick.


"Nanti kalau kamu bener-bener jadi perawat, aku mau jadi pasien kamu setiap hari" Erick.


"Lihat nih, ini desain rumah kita nanti, karena kamu suka rumah yang luas jadi aku desain seperti ini, kamu suka kan" Erick memperlihatkan desain rumah ke zahra.


"Pokoknya kita harus punya 5 anak, 2 cewek 3 cowok setuju kan kamu hehehe" Ucap erick dipangkuan zahra.


"Cuma kamu yang bisa ngertiin aku sampai sekarang" Ucap erik mengusap pipi zahra.


...----------------...


"Awwww,,,, pelan-pelan ra. Sakit banget" Teriak erick.


"Sorry rick, gue gak sengaja" Ucap zahra kaget.


"Gue sakit beneran ini, kok ngelamun sih. Siapa cowok yang bikin loe galau kaya gini? Biar gue kasih pelajaran" Ucap erick melihat wajah zahra yang sedih.


"Cowok siapa sih, gue mau fokus karir. Cowok cuma jadi penghambat gue buat menggapai masa depan" ucap zahra.


"Tapi loe harus punya cowok ya" Ucap erick.

__ADS_1


"Cowok cuma merepotkan, gue udah bahagia seperti ini. Luka loe beres, loe bisa pergi" Usir zahra.


"Oke" Ucap erick singkat karena tau mood zahra sudah jelek.


__ADS_2