
...----------------...
''Mana gak bangun-bangun lagi ni cewek! Pingsan atau mati sih.'' Ucap Bagaskara, setelah mengucapkan itu perlahan mata Yeri terbuka.
''Ahh, sakit banget.'' Ucap Yeri memegangi matanya, Bagaskara hanya melihat dari bangku.
''Sialan siapa yang bilang gue mati.'' Teriak Yeri.
''Gue, kenapa.'' Ucap Bagaskara singkat.
''Loe siapa? Aldo sama Erick mana.'' Ucap Yeri mencari mereka diberbagai arah.
''Loe gak perlu tau siapa gue, gak penting.'' Ucap Bagaskara.
''Ahh kenapa gue reflek melindungi Erick, jadi gue yang bonyok.'' Ucap Yeri.
''Aldo bener-bener belum berubah dia masih tempramen.'' Ucap Yeri pelan.
''Aldo itu siapa.'' Tanya Bagaskara.
''Kenapa tanya-tanya? pokoknya gak penting banget buat loe.'' Ucap Yeri sewot.
''Ihh kenapa harus cowok es yang bantuin gue. Mana muka lempeng banget gak menarik sama sekali.'' Gerutu Yeri.
...Muka bosen Bagaskara...
''Yeri ? loe gakpapa? maafin gue ya.'' Ucap Aldo setelah mencari kamar pasien yang dihuni Yeri.
''Gakpapa gimana, loe liat nih muka gue kaya panda.'' Ucap Yeri marah.
''Gue gak sengaja, maafin gue yaa.'' Ucap Aldo memohon maaf ke Yeri.
''Dahlah emang loe begitu dari dulu gak bisa banget nahan emosi.'' Ucap yeri.
Terlihat Bagaskara mengendap-endap keluar.
''Hei mau kemana loe? tanggung jawablah, loe bawa gue kesini ya harus bawa gue balik lagi.'' Ucap Yeri ke Bagaskara.
''Tuh ada cowok loe, kenapa harus gue yang anterin loe balik.'' Ucap Bagaskara.
''Gue lagi gak mau sama Aldo, gue pengen pulang tanpa dia.'' Ucap Yeri.
''Yaudah pulang aja sendiri.'' Ucap Bagaskara cuek, Yeri menatapnya sinis.
''Sama gue aja ya.'' Bujuk Aldo.
''Gak mau.'' Ucap Yeri menolak ajakan Aldo.
''Kalo tetep mau sama gue liat aja konsekuensinya.'' Ucap Bagaskara membopong Yeri.
''Heii,,, Gue bisa jalan! Yang sakit mata gue. Turunin gak turunin.'' Teriak Yeri
__ADS_1
''Jalan loe lama.'' Ucap Bagaskara tidak mendengarkan apa kata yeri.
...----------------...
...----------------...
...Taman Kampus...
''Dihari libur gini siapa yang mau ke kampus, cuma gue doang kaya orang gila.'' Ucap Clara.
''mana Erick gak bisa dihubungin, gue kan pengen tau keadaan dia. Babak belur atau enggak ya dia.'' Sambung Clara memainkan home screen Hpnya.
...Home screen Hp Clara...
''Kelihatan cuma gue yang suka sama Erick, dia gak pernah duluan hubungi gue. Gue Mulu yang chat duluan.'' Ucap Clara menatap foto dihpnya.
''Gue akan berusaha jadi yang terbaik buat Erick, sampai Erick bisa Nerima gue dan cinta sama gue.'' Ucap Clara optimis.
Clara hanya duduk di taman sampai tengah malam.
''Bener-bener gak ada bahu buat bersandar, gue gak mungkin ganggu Yeri yang lagi senang-senang. Gue ke club' aja deh.'' ucap Clara pergi meninggalkan taman kampus yang gelap.
...----------------...
...****************...
...Villa Keith...
''Gue capek menuju rumah bisa 4 sampai 5 jam perjalanan, enak aja gue korbanin diri cuma buat anterin loe pulang.'' Ucap Bagaskara.
''Ini villa gue sendiri, loe bisa istirahat dikamar itu.'' Ucap Bagaskara menunjuk kamar tamu.
''Tapii...'' Ucap Yeri takut.
''Kenapa lagi? gue gak akan apa-apin loe. Gue gak doyan sama loe.'' Ucap Bagaskara yang merebahkan diri di sofa.
''Kalau butuh apa-apa bilang ke Bi Eka dia biasanya di dapur, kamar dia disana.'' ucap Bagaskara memejamkan mata.
''Syukurlah kalau bukan cuma kita berdua disini, gue lebih takut cowok daripada setan.'' Ucap Yeri menuju kamar, Bagaskara hanya mendengarkan tanpa ada reaksi lain.
''Sial harusnya gak boleh ada yang tau villa ini tapi cewek itu.. Ahh besok pagi-pagi harus segera pergi biar dia gak tau lebih villa ini.'' Ucap Bagaskara kesal.
...----------------...
...----------------...
...Kringgggggg...
''Hallo bos." Ucap penculik yang menjaga gudang.
''Siksa mereka sekarang juga, gue lagi butuh pelampiasan.'' Ucap bos penculik.
__ADS_1
''Tapi bos saya gak tega bos, selama ini bos yang nyiksa dia.'' Ucap penculik yang menjaga gudang menolak untuk menyiksa orang tua yeri.
''Payahh loe, jangan kerja sama gue kalau masih punya hati.'' Ucap bos penculik menutup telfonnya.
...****************...
''Yura kamu bangun.'' Ucap pria yang membawa Yura ke rumah sakit.
''Loe? Calvin.'' Ucap Yura kaget dan langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
''Gue yang bawa loe ke sini, gak usah sembunyi.'' Ucap Calvin menarik selimutnya.
''Loe mau visum kan? biar gue yang tangani semuanya, dan Erick pasti masuk penjara.'' Ucap Calvin meyakinkan.
''Ini bukan pemaksaan Vin, gue frustasi dan bodohnya gue mau aja.'' Ucap Yura menarik-narik rambutnya.
''Tapi kenapa sama gue loe gak mau? bahkan sama cowok playboy seperti Erick loe mau? bahkan tubuh loe... ahhh.'' Marah Calvin memukul tembok karena banyak luka lebam di tubuh yura.
''Bukannya gue gak mau Vin, tapi gue gak pantes.'' Ucap Yura.
''Gak pantes apanya.'' Tanya Calvin mendekat.
...…Flashback…...
''Kamu itu gak punya harga diri ya! udah sy tanggung hidup kamu, udah saya sekolahin, bahkan semua barang branded saya beliin. Tapi kenapa harus anak saya yang kamu inginkan? hah.'' Teriak mama Calvin kepada Yura setelah tau Calvin menyukai Yura.
''Tapi Tante.. Yura gak bermaksud begitu. Calvin yang ngejar-ngejar Yura Tante.'' Ucap Yura mencoba menjelaskan.
''Mana mungkin anak saya yang ganteng, pengusaha, bisnis dimana mana ngejar cewek seperti kamu! bahkan dia bisa aja punya cewek di setiap cabang bisnisnya. pasti kamu yang goda Calvin.'' Ucap mama Calvin kesal.
''Bener Tante, Yura buat apa ngejar-ngejar Calvin.'' Ucap Yura
''Ya buat apalagi, kamu tau dia muda dan kaya raya pasti kamu cuma mau numpang hidup Sama dia. Pokoknya dari sekarang jangan pernah deketin anak saya. dan mulai sekarang saya gak mau nanggung kebutuhan kamu lagi. Buat apa mama kamu nitipin kamu ke saya cuma buat merusak masa depan anak saya.'' Ucap mama Calvin marah dan memutuskan tanggung jawab yang mama Yura berikan ke mama Calvin.
''Tanteee saya mohon tante, saya janji gak akan deketin Calvin lagi saya mohon Tante jangan buang saya.'' Mohon Yura kepada mama Calvin.
Mama Calvin mendapatkan wasiat dari sahabatnya untuk merawat anaknya jika suatu saat dia tidak bisa menjaganya lagi. Setelah Yura umur 15 tahun mama Yura meninggal dunia karena kecelakaan. Setelah itu semua kebutuhan Yura ditanggung oleh mama Calvin.
''Sampai kamu tidak jauhin Calvin, siap-siap kamu balikin semua yang sudah saya berikan.'' Ancam mama Calvin, Yura hanya mengangguk.
...----------------...
''Yura? gak pantes gimana maksud loe." Tanya Calvin karena Yura melamun.
''Kita gak bisa bersama Vin, gue sadar diri gue berasal dari mana. loe tau kan gue hidup karena keluarga loe! egois Vin jika gue mau sama loe! gue ngerasa serakah.'' Ucap Yura sambil menangis.
''Tapi pada awalnya loe mau Nerima cinta gue! tapi kenapa sekarang berubah.'' Tanya Calvin butuh kepastian.
''Gue bukannya berubah, tapi lebih ke sadar diri kalo gue gak pantes sama loe. udah Vin gue mau istirahat, loe pergi aja. Banyak bisnis loe yang menanti, itu lebih penting daripada gue.'' Ucap Yura berbaring membelakangi Calvin sambil menghapus air matanya.
Calvin bingung dengan sikap Yura yang berubah, bahkan sampai dia mengorbankan tubuh dan masa depannya. Calvin pun keluar dari kamar pasien dengan ketidak percayaannya.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...