
"Gak mungkin lah cowok ganteng seperti itu gak suka cewek. Mungkin aja dia nunggu seseorang buat dijadiin pacar, tapi belum berhasil." Ucap salah satu karyawan.
"Wahh tapi kalau memang begitu kenapa gak diterima ya, bos Aldo kan ganteng trus kaya. Sayang banget kalau dicuekin." Ucap sekretaris aldo.
"Ya kan loe cuma lihat dari fisik dan materi, sifat aslinya kita kan gak tau." Ucap karyawan lainnya.
"Iya, kalau dia ternyata suka mukul atau gak pernah ngerhargai perasaan kita gimana? Materi gak bisa buat bahagia." Ujarnya dengan sedih.
"Ya jangan ikutin masalah pribadi loe sama sifat orang lain dong." Ucap sekretaris meledek.
"Kerja woy bukan waktunya menggosip." Teriak manager, semua langsung kembali ke bangku masing-masing.
Semua rencana aldo untuk mendapatkan proyek besar gagal karena ada ikut campur dari musuh. Yang ada difikirannya aldo hanya perusahaan bagaskara yang mengacau.
Disisi lain, bagaskara sudah sampai di rumah yeri setelah pulang dari villa.
"Wahh padahal gue masih pengen disana untuk beberapa hari, tapi loe udah banyak kerjaan ya." Ucap yeri menyayangkan.
"Iya, nanti kapan-kapan gue bisa ajak loe kesana lagi. Tapi yeri, ucapan gue waktu itu bener kok villa itu akan gue beli kalau loe mau." Ucap bagaskara serius.
"Bagas, gue butuh proses buat semuanya. berproses perlahan aja ya, jangan langsung ngomongin nikah. Karena dengan perasaan gue aja, gue masih bingung." yeri masih risih jika bagaskara masih membicarakan tentang pernikahan.
"Oke, gue langsung pergi ya. Sepertinya orang kantor butuh gue segera." Ucap bagaskara langsung pergi tanpa masuk ke rumah yeri terlebih dahulu.
"Tapi gas loe kan.. Yah dia pergi gitu aja, padahal dia pasti capek banget. Dia harus minum vitamin biar gak sakit.'' Ucap Yeri menyayangkan Bagaskara pergi tanpa mampir untuk makan.
Setelah itu, Yeri masuk dan mendapati Clara yang tengah lahap memakan makanan yang disiapkan oleh papa yeri. Melihat Yeri masuk rumah sendirian, Clara menanyakan Bagaskara kenapa tidak ikut masuk.
''Kok loe masuk sendiri, Bagaskara mana?" Tanya Clara.
''Dia pergi, sepertinya kerjaannya penting sampai gak mau mampir dulu. Gue khawatir dia sakit aja, soalnya perubahan suhu dan dia sepertinya kurang tidur. Apalagi dia yang menyetir pasti sangat lelah.'' Ucap Yeri mengkhawatirkan kondisi Bagaskara.
''Kenapa gak loe paksa buat mampir dulu, setidaknya makan atau minum. Pasti dia laper banget.'' Ucap Clara menyalahkan Yeri.
__ADS_1
''Gue paksa, dia pergi gitu aja. Mungkin bener-bener penting.'' Yeri duduk dan mengambil nasi dan lauk dan mulai memakannya.
''Kamu harus baik-baik sama nak Bagas, dia cowok baik jangan disia-siakan.'' Ucap papa yeri memperingatkan.
''Iya pa, nanti Yeri akan lebih perhatian sama dia.'' Ucap Yeri terpaksa.
''Kenapa sih dia selalu ngomongin pernikahan! Gue kan jadi bingung.'' Batin Yeri, ucapan Bagaskara selalu terbayang dipikirannya.
''Udah jangan dipikirin, kita makan aja yang banyak.'' Ucap Clara memperhatikan Yeri yang melamun.
Bagaskara langsung kembali menuju kantornya untuk tau apa yang membuat asistennya selalu menghubungi. Setelah sampai Bagaskara langsung menyuruh asistennya membelikan makanan karena dia sudah sangat lapar.
''Bos jadi gini bos...
''Jangan banyak bicara dulu, beliin makanan kesukaan saya seperti biasa. Gara-gara kamu, saya melewatkan makan siang bareng keluarga dia.'' Ucap Bagaskara emosi, Asistennya pun langsung pergi tanpa aba-aba karena melihat mood Bagaskara yang menyeramkan.
Setelah asisten Bagaskara pergi membeli makanan, manager perusahaan datang untuk memberitahu keadaan yang terjadi.
''Bos, apa ada waktu? saya mau memberitahukan hal yang sudah terjadi.'' Ucap manager dengan rasa takut untuk berbicara dengan Bagaskara, apalagi raut wajah Bagaskara yang terlihat menyeramkan.
''Baik bos, saya nanti akan kembali lagi.'' Ucap manager buru-buru pergi karena takut.
Setelah makanan datang, Bagaskara langsung menyantapnya dengan lahap seperti sudah beberapa hari tidak makan. Ditengah ia makan ada telepon masuk dari Yeri dan langsung mengangkatnya walaupun sambil makan.
''Halo Yeri, ada apa?" Tanya Bagaskara dengan mulut penuh.
''Loe lagi makan yaa?" Tanya Yeri karena mendengar suara Bagaskara yang kurang jelas.
''Ehemm, iya nih maaf ya.'' Ucap Bagaskara karena menurutnya membuat Yeri kurang nyaman.
''Gakpapa, gue yang minta maaf karena gue ganggu makan siang loe.'' Ucap Yeri merasa bersalah karena mengganggu.
''Ohiya ada apa? Kita kan baru ketemu, masa udah kangen.'' Ucap Bagaskara dengan pedenya.
__ADS_1
''Enggak papa kok, gue cuma mau bilang jangan lupa minum vitamin dan makan yang banyak. Udah itu aja, gue matiin ya daahhh.'' Yeri langsung mematikan teleponnya karena gugup.
Bagaskara langsung tersenyum lebar mendengar ucapan Yeri untuk meminum vitamin dan makan yang banyak. Yang lega bukan hanya Bagaskara, tetapi asisten Bagaskara yang lega melihat mood bosnya sudah membaik.
''Apa lihat-lihat, jangan ketawa kamu ya.'' Ucap Bagaskara memperingatkan asistennya yang senyum-senyum melihat Bagaskara salah tingkah.
''Maaf bos, saya baru kali ini lihat bos seperti itu. Indah kan bos yang namanya jatuh cinta.'' Asisten Bagaskara meledek.
''Sekarang bilang ada apa?" Tanya Bagaskara.
''Tapi kan bos lagi makan.'' Ucap asistennya.
''Panggil manager ke sini, saya mau dengerin sekarang.'' Ucap Bagaskara menyuruh asistennya memanggil manager.
Asisten Bagaskara langsung kabur dan memanggil manager dengan cepat. Dan langsung kembali dengan hitungan menit.
''Udah ceritakan ada apa?" Tanya Bagaskara lagi sambil sesekali menyuap makanannya.
''Gini bos, Strategi kita gagal bos. Sepertinya strategi kita sudah diketahui oleh lawan kita, apalagi banyak anggota di lapangan yang terluka.'' Ucap manager memberanikan diri membicarakan masalahnya.
''Kenapa bisa gagal? padahal kita punya 3 strategi! Apa gagal semua?" Tanya Bagaskara serius.
''Iya bos, gagal semuanya. Musuh seperti sudah tau apa yang akan kita lakukan.'' Ucap manager meremas kedua tangannya karena gugup.
''Kenapa bisa!" Teriak Bagaskara membanting sendoknya ke meja.
''Kalian gak lupa buat cek musuh yang menyamar kan?'' Tanya Bagaskara menegaskan.
''Ketika kami akan melaksanakan tugas, kami tidak merekrut anggota baru bos.'' Ucap manager.
''Apa ada penghianat disini? Kalian cek seluruh anggota apakah ada tanda-tanda mereka berkhianat sebelum saya turun langsung.'' Perintah Bagaskara kepada manager.
''Baik bos, sama satu lagi. Perusahan XXX tidak jadi kerjasama sama perusahaan kita bos, dia bilang ada perusahaan lain yang lebih unggul dari cabang luar negeri.'' Ucap manager terbata karena takut.
__ADS_1
Brakkkkk Bagaskara menggebrak meja dengan keras.
''Kita kan udah tanda tangan kontrak dan setuju, kenapa bisa batal? mereka klien yang besar loh, keuntungan dari perusahaan dia aja bisa buat pembangunan gedung baru. Apa kalian melakukan kesalahan?'' Bagaskara penuh dengan emosi karena klien kakapnya membatalkan kerja sama.