
''Enggak kok Ra, gue maklumi kalau loe pasti khawatir sama keadaan Yura sekarang, apalagi dia tanpa seorang laki-laki disisinya.'' Ucap Erick.
''Apa loe mau nemenin gue buat ketemu sama kak yura.'' Tanya Clara penuh harap.
''Ha? Kenapa harus sama gue.'' Ucap Erick kikuk mendengar ajakan Clara untuk menemui Yura.
''Ya gue sama siapa lagi Rick, sekarang cuma loe yang ada di samping gue.'' Ucap Clara menatap serius Erick.
''Gue gak bisa sepertinya Ra, loe bisa ajak Yeri buat kesana.'' Ucap Erick menolak ajakan Clara untuk menemui Yura.
''Gue heran sama diri gue sendiri Rick, kenapa gue masih mencintai loe walaupun rasa kecewa gue sama loe selalu datang karena berbagai macam kesalahan loe.'' Ucap Clara jujur dengan apa yang dia rasakan.
''Apa loe udah mulai sadar bahwa gue bukan yang terbaik buat loe.'' Tanya Erick melihat wajah Clara yang kecewa.
''Entah gue tulus sama loe atau gue yang terlalu bodoh Rick, terkadang gue sampai stres memikirkan ini semua.'' Ucap Clara memegangi kepalanya yang pusing.
''Apa perlu gue menjauh dan gak akan pernah muncul dihadapan loe lagi.'' Ucap Erick berdiri memandang jauh pandangan.
''Dan sekarang loe mau kabur setelah loe melakukan banyak kesalahan Rick? Yang gue harapkan selama ini loe bilang aja mau bertanggung jawab atas semua yang loe lakuin, cuma itu yang pengen gue denger.'' Clara memukul dada Erick berkali-kali.
''Gimana gue mau tanggung jawab Ra, gue ga sengaja ngelakuin kesalahan.'' Ucap Erick membela diri dan menahan tangan Clara yang terus memukulnya.
''Gue selama ini sangat egois ya Rick, gue tau loe gak ada rasa sama gue tapi gue paksa loe buat cinta sama gue. Itukan alasan loe gak mau tanggung jawab atas kesalahan loe? Loe takut gue kecewa dan hilang rasa sama loe, ya kan
'' Ucap Clara meminta penjelasan.
__ADS_1
''Udah Ra, jangan begini. Kita bisa mulai hubungan ini dari awal lagi ya. Gue akan lebih perhatian lagi sama loe.'' Ucap Erick membujuk Clara yang emosi.
''Gue mau loe jadi pacar gue Rick, tapi mengenai loe masih ingin bebas rasanya akan lama buat loe berhenti dari kenakalan loe ini. Tapi gue akan tetap nunggu loe kok, hehehe. Gue bodoh ya.'' Ucap Clara menunduk karena malu.
''Kenapa harus pacaran sih, kita aja kan udah dekat. menjalin hubungan itu rumit, harus terikat, kesana kemari harus laporan, deket sama temen cewek juga di cemburuin. Itu yang buat gue belum siap buat kejenjang yang serius.'' Ucap Erick menceritakan apa yang ada dipikirannya.
''Maaf ya Rick gue meminta lebih sama loe, padahal loe aja belum siap.'' Clara memegang kedua tangan Erick meminta maaf atas keegoisannya.
''Iya Ra, gue suka begini bisa jalan sama loe, nyentuh loe, perhatian sama loe, itu cukup buat gue. Itu juga udah seperti orang yang pacaran kan hehehe.'' Erick membelai rambut Clara dan memeluknya.
''Gue cuma takut kehilangan loe rick.'' Clara memeluk erat tubuh Erick seperti tak mau melepaskan. Dengan kebiasaan Erick yang friendly dan genit, sambil memeluk Clara dia masih saja menggoda pengunjung danau yang sedang menikmati pemandangan.
...****************...
''Ya Bagaskara loe bener-bener ngeselin ya lama-lama! Gue udah bilang jangan bawa bunga, lihat rumah gue seperti toko bunga.'' Marah Yeri melihat Bagaskara datang dengan bunga ditangannya.
Memang sudah hampir 8 bulan setelah Yeri sembuh dari sakitnya, Bagaskara setiap hari datang untuk memberikan bunga kepada Yeri. Walaupun terkadang bunga yang diberikan diantar oleh kurir toko langsung ketika Bagaskara sedang sibuk dengan pekerjaannya.
''Gue cuma pengen hidup loe berwarna aja kok, katanya cewek paling suka bunga jadi setiap hari gue kirim bunga biar loe gak bosen.'' Ucap Bagaskara seperti tak berdosa.
''Tapi kan gas, gue masih hidup! Kalau gue udah mati baru loe bisa tiap hari ke kuburan gue kasih bunga.'' Yeri kesal karena rumahnya sudah penuh bunga, dan mau dibuang pun sayang karena yeri benar-benar menyukainya.
''Tapi gue lihat loe suka kok, lihat tuh mana ada bunga yang layu. Semua loe rawat. Kalau udah banyak loe bisa aja kan jualan bunga sekalian.'' Bagaskara melihat-lihat bunga yang segar di depan rumah Yeri seperti habis di sirami.
''Kalau loe masih kirim bunga bisa aja gue jadi penjual bunga beneran. Tapi gas, dari awal gue bilang sama loe kan, gue gak suka sama loe. Kenapa loe masih lakuin ini.'' Ucap Yeri dengan nada yang rendah dan hangat agar bagaskara tidak merasa tersinggung.
__ADS_1
''Ya awalnya memang gue sakit hati di tolak loe, tapi gue yakin perasaan kan bisa berubah kapan saja. Gue cuma butuh berjuang aja.'' Bagaskara tersenyum lebar seperti tak lelah mengejar Yeri agar mendarat diperlukannya.
''Tapi orang yang gue suka itu....
''Sstttt... Gue udah tau tanpa loe harus bilang'' Bagaskara menghentikan Yeri berbicara siapa sebenarnya orang yang disukainya.
''Tapi kenapa loe masih kejar-kejar gue.'' Tanya Yeri penasaran karena Bagaskara berusaha sekali mendapatkan hatinya.
''Gue deketin loe bahkan nyatain perasaan gue di depan Erick pun, dia biasa aja kan? Bahkan dia dukung gue buat deketin loe. Loe masih mau berharap Erick akan membalas cinta loe.'' Ucap Bagaskara tau bahwa yang disukai Yeri adalah Erick.
''Disini loe hanya cinta sepihak Yeri, Erick punya dunianya sendiri. Dia cowok yang gak pantes buat cewek baik seperti loe.'' Sambung Bagaskara menekankan ke Yeri bahwa Erick bukan pria baik-baik.
''Terus bedanya sama loe apa? Emangnya gue tau dibelakang sana loe cowok seperti apa? Bisa aja loe lebih parah dibandingkan Erick. Gue gak suka cara loe menjelek-jelekkan Erick di depan gue seperti ini, gue kenal Erick lebih dulu bahkan dia termasuk sahabat gue. Loe bisa pergi sekarang.'' Ucap Yeri marah karena Bagaskara mendeskripsikan Erick sebagai cowok nakal, Yeri akhirnya masuk ke rumahnya meninggalkan Bagaskara di depan rumah.
Bagaskara masih memahami perilaku Yeri yang seperti itu, dan mulai besok Bagaskara sudah tidak lagi mengirimkan bunga untuk Yeri.
''Kamu kenapa begitu sama nak Bagas? Dia cowok baik nak.'' Ucap papa membela Bagaskara didepan Yeri.
''Yeri risih pa, kenapa dia seenaknya begitu bilang Erick cowok gak bener. Padahal mereka kan sahabat bahkan sudah seperti kakak adik.'' Ucap Yeri masih kesal. Tapi terlihat Bagaskara masih berada di depan rumah Yeri sedang duduk dan terlihat letih.
''Mungkin aja yang dikatakan nak Bagas benar, dia kan seperti keluarga jadi lebih tau nak Erick seperti apa. Kamu gak boleh memarahi cowok manapun walaupun kamu gak suka.'' Ucap papa yeri menjelaskan.
''Memangnya kenapa Yeri gak boleh marah pa.'' Yeri bertanya kenapa dirinya tidak boleh memarahi cowok manapun.
''Kamu tidak tau sistem hati seseorang itu bagaimana, kalau dia udah sakit hati dengan apa yang kamu katakan. Bisa aja kan dia melakukan hal diluar dugaan kita.'' Papa menjelaskan dan memberikan pengertian ke Yeri agar dia paham bahwa siapapun bisa berubah setelah disakiti.
__ADS_1