Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 26


__ADS_3


...Bandara internasional...


''Kamu baik-baik aja di sana ya sayang, mama akan selalu menunggu kabar dari kamu.'' Ucap mama meneteskan air mata.


''Iyaa ma, mama juga jaga kesehatan ya. Pokoknya Calvin pulang kita harus pergi jalan-jalan.'' Ucap Calvin, mama hanya mengangguk setuju.


''Pah, Calvin minta papa jaga baik-baik mama dan Yura ya pa.'' Ucap Calvin memegang tangan papa.


''Iyaa nak, papa akan tepati janji papa sama kamu.'' Ucap papa menepuk pundak Calvin.


''Calvin berangkat ya ma, pa. Jaga diri baik-baik tanpa Calvin ya.'' Ucap Calvin melambaikan tangan ke kedua orangtuanya.


''Makan jangan sampai telat yaa nak.'' Teriak mama dengan air mata yang mengalir, Calvin hanya membalas dengan isyarat tangan oke dan berjalan menjauh.



...Calvin menangis...


''Maafin aku ya Ra, aku gak bilang akan pergi sejauh ini. Semoga kamu tetap setia menunggu aku walau tak akan pernah ada kabar dari aku. Selamat tinggal Ra.'' Ucap Calvin sambil memandangi home screen handphonenya dan menangis.



...Home screen Calvin...


...****************...


......................


...° Rumah Sakit °...


''Loe bener-bener udah sehat gas.'' Tanya Erick memastikan kalau Bagaskara benar-benar sembuh.


''Loe lihat sendiri kan gue udah sehat bugar, lagipula perang juga akan dimulai.'' Ucap Bagaskara membereskan barang pribadinya.


''Maksud loe perang.'' Tanya Erick bingung.


''Calvin pergi dari negara ini berarti gak akan lama bos yang sebenarnya akan muncul. Gue harus cepat-cepat bikin strategi baru.'' Ucap Bagaskara.


''Apa? Calvin pergi keluar negeri? Kapan.'' Ucap Erick terkejut dengan perginya Calvin.


''Mungkin baru aja landing, kepergiannya pun dirahasiakan. Karena cuma mama dan papanya aja yang mengantarkan.'' Ucap Bagaskara berbicara sesuai informasi dari Intel yang mengikuti Calvin.


''Berarti Clara gak tau kalau kakaknya pergi.'' Ucap Erick mengkhawatirkan Clara.


''Bisa jadi, Clara juga pasti akan marah kalau tau kakaknya pergi tanpa pamit.'' Ucap Bagaskara sudah siap meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


''Clara pasti sedih, karena Calvin sangat sayang sama dia. Gue aja belum bisa mengimbangi rasa sayangnya.'' Ucap Erick khawatir.


''Yaudah sekarang loe hubungi Clara, hibur dia kalau memang dia butuh kehadiran loe.'' Ucap Bagaskara sambil merapikan rambutnya.


''Iya gas, tapi loe baik-baik aja kan.'' Ucap Erick menatap serius Bagaskara.


''Loe lihat sendiri kan gue udah sehat.'' Ucap Bagaskara memperlihatkan badannya yang sudah bugar, tapi Erick langsung memeluk Bagaskara.


''Mulai sekarang jangan pernah merasa sendiri lagi ya, apapun keluh kesah yang loe alami loe bisa cerita sama gue. Loe udah gue anggap kakak gue sendiri gas, jadi jangan pernah anggap loe gak ada tempat buat cerita. Ada gue yang siap kapanpun buat dengerin cerita loe.'' Ucap Erick masih memeluk Bagaskara.


''Loe udah tau tentang gue ya.'' Ucap Bagaskara.


''Kenapa loe sembunyikan itu semua sih gas, kalau loe sakit bilang sakit, kalau loe kecewa bilang kecewa. Jika loe pendam semua sendiri akan cuma jadi penyakit. Loe udah berjuang mati-matian sampai di level ini gas, jangan pernah lupa dengan niat loe buat hancurin papa loe. Loe masih muda dan berpotensi, jangan dulu mati sebelum membalaskan dendam mama loe. Itu semua cita-cita loe dari awal loe berjuang.'' Ucap Erick berbicara serius untuk menyadarkan Bagaskara agar tau tujuan utamanya apa.


''Iya Rick, loe tenang aja. Gue tau apa yang harus gue lakuin.'' Ucap Bagaskara menepuk pundak Erick.


''Tapi apa loe tau gimana kondisi papa loe sekarang.'' Tanya Erick mengikuti Bagaskara keluar dari ruang rawat.


''Tumben loe kepo amat Rick, pokoknya urusan papa gue itu urusan gue. Gue gak mau orang lain ikut campur.'' Ucap Bagaskara memberikan tasnya ke asisten.


''Barang di dalam masih banyak, kalian bawa ya.'' Ucap Bagaskara ke asistennya yang lain.


''Siap bos.'' Ucap asisten Bagaskara kompak.


''Tapi gue sebagai temen loe mau bantuin loe gas.'' Ucap Erick.


''Iya gas, gue nurut aja apa kata loe. Tapi loe harus lebih hati-hati ya, jangan sampai loe terluka.'' Ucap Erick.


''Iya anak kecil, loe fokus kuliah aja. Kalau udah lulus baru masuk ke perusahaan gue.'' Ucap Bagaskara menawarkan.


''Gak mau.'' Ucap Erick menolak.


''Kenapa? gaji dari gue besar sesuai dengan kerjaannya.'' Ucap Bagaskara heran.


''Gue mau bangun perusahaan gue sendiri.'' Ucap Erick percaya diri.


''Syukurlah kalau itu impian loe, semoga perusahaan loe bisa melebihi perusahaan gue.'' Ucap Bagaskara sambil tersenyum.


''Emang loe gak takut kesaing nantinya kalau gue juga punya perusahaan.'' Tanya Erick heran Bagaskara malah mendukung impiannya.


''Gue bukan orang seperti itu Rick, gue selalu dukung apapun yang temen gue lakuin. Yang terpenting ke arah yang positif bukan yang negatif.'' Ucap Bagaskara menjelaskan.


''Loe tuh ketua gengster loh gas, jangan baik apa jadi orang. Nanti loe dianggap remeh sama musuh loe.'' Ucap Erick mengingatkan.


''Loe tuh belum tau apa-apa Rick. Ya udah gue pergi dulu ya atau loe mau ikut sama gue.'' Tanya Bagaskara apakah Erick mau ikut di mobilnya.


''Gue ada urusan lain, gue cuma memastikan kalau loe beneran udah sehat.'' Ucap Erick menolak ajakan Bagaskara.

__ADS_1


''Oke deh gue duluan ya.'' Ucap Bagaskara sambil menutup pintu mobilnya dan meninggalkan Erick yang masih terdiam sampai mobil Bagaskara berjalan jauh. Barulah Erick menelepon Clara.


''Hallo Rick, ada apa? ada sesuatu yang loe butuhin.'' Tanya Clara langsung merespon telpon dari Erick.


''Loe sekarang dimana.'' Tanya Erick.


''Gue lagi di taman sama Yeri, ada apa.'' Ucap Clara.


''Berarti bener dong loe gak tau.'' Ucap Erick kesal.


''Maksud loe.'' Tanya Clara tak tau maksud Erick.


''Calvin pergi ke luar negeri, belum lama mungkin 1 jam yang lalu.'' Ucap Erick memberitahu Clara.


''Apa? Pergi gimana maksudnya? Cuma pergi dinas doang kan.'' Ucap Clara masih bingung.


''Dia akan lama di luar negeri bisa bertahun-tahun, gue kira loe tau.'' Ucap Erick.


''Gila ya dia gak bilang sama gue! Gue akan pulang tanya sama mama papa. Makasih atas infonya ya Rick.'' Ucap Clara buru-buru dan menutup telponnya.


''Calvin loe bener-bener mau kabur ya.'' Ucap Erick menggenggam erat handphonenya.


...****************...


...----------------...


...°Rumah Clara°...


Braaakkkk Clara membanting pintu dengan kerasnya.


''Ra, sabar, oke jangan marah-marah. Kita dengerin alesan orang tua loe dulu ya.'' Ucap Yeri mencoba menenangkan.


''Paa, Maaa.'' Teriak Clara memanggil mama dan papanya.


''Maaf non, tuan dan nyonya belum pulang.'' Ucap bi Eka asisten rumah tangga Clara.


''Kemana mereka? Calvin juga gak dirumah.'' Tanya Clara dengan muka marah.


''Anuu non, mereka...


Belum sempat bi Eka berbicara papa dan mama Clara datang.


''Eh om tante, hallo apa kabar.'' Ucap Yeri menyapa orang tua Clara.


''Hai Yeri, om tante baik. Kamu kok lama gak main kesini.'' Ucap mama.


''Iya tante, Yeri akhir-akhir ini sedang sibuk. Jadi gak bisa main seperti biasanya.'' Ucap Yeri, Clara langsung datang dan menanyakan Calvin sang kakak.

__ADS_1


''Ma! Bener Calvin pergi ke luar negeri.'' Tanya Clara to the poin.


__ADS_2