Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 45


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama mereka sampai di villa yang Bagaskara pesan. Mereka langsung bersih-bersih dan makan malam yang telah disiapkan oleh penjaga villa.


''Lumayan bagus juga villanya, loe pinter cari villa gas.'' Ucap Yeri memuji Bagaskara.


''Loe suka? Villa ini bisa gue beli kalau loe mau.'' Ucap Bagaskara dengan sombongnya.


''Huh, omong kosong.'' Yeri tak percaya dengan ucapan Bagaskara akan membeli villa itu.


''Kalau loe mau nikah sama gue villa ini bisa jadi hadiahnya.'' Ucap Bagaskara sambil menikmati makanannya, Yeri yang mendengar langsung tersedak.


''Uhukkk uhukkk'' Yeri langsung mengambil air dan meminumnya.


''Gila loe ya! Nikah apaan, jauh amat fikiran loe.'' Ucap Yeri masih berusaha menenangkan dirinya sendiri.


''Itukan kalau loe mau! Kalau enggak ya gakpapa.'' Ucap Bagaskara dengan raut wajah yang kecewa dengan reaksi Yeri.


''Yeri, jalanin aja dulu. Bagaskara bermaksud baik mau deketin loe perlahan.'' Sambung Clara yang sedari tadi terlihat lesu.


''Gue udah makannya, gue cuci piring trus langsung tidur ya. Gue lelah banget." Ucap Yeri bermaksud menghindar.


Bagaskara dan Clara hanya mengiyakan sambil memakan makanannya yang masih banyak dipiringnya. Setelah Yeri pergi ke kamar, barulah Bagaskara memulai percakapan dengan Clara.


''Yura kasihan sekali ya ra.'' Ucap Bagaskara meletakkan sendok dan garpunya.


''Hmm... Iya gas, kasihan sekali. Hamil seperti itu kan butuh banget support dan kasih sayang pasangan. Tapi ternyata kakak gue sendiri jahat sama dia, ninggalin dia disaat keadaannya seperti ini.'' Clara berpura-pura sedih dan kasihan kepada Yura.


''Tapi dengan datangnya loe bisa buat dia lebih lega, karena dia merasa masih ada yang peduli dengannya.'' Ucap Bagaskara mengikuti drama Clara.


''Andai mama papa restuin kak Calvin dan kak Yura bersama, mungkin dia akan aku ajak tinggal di rumah. Di sana dia pasti kesepian, hanya tinggal dengan Bu Eka dan pekerja yang lain. Villa sebesar itu mungkin baginya sebuah hutan yang gelap.'' Clara memperlihatkan raut muka yang sedih.

__ADS_1


''Ya mau gimana lagi, namanya perjuangan cinta gak selamanya berjalan lancar.'' Ucap Bagaskara lalu memakan makanannya dengan cepat dan meninggalkan piring kotornya begitu aja.


''Piring loe gak dicuci dulu?" Tanya Clara menunjuk piring bekas Bagaskara makan.


''Nanti ada bibi yang beresin.'' Jawab Bagaskara enteng dan segera pergi menuju depan villa yang sangat enak untuk nongkrong.


''Yeri bener-bener punya temen yang bahaya banget, Clara bisa kejam sama siapa aja yang mengganggu kenyamanannya''


''Gak mungkin gue bilang yang sejujurnya sama Yeri, dia pasti bilang gue aneh dan ikut campur. Tapi Clara beneran orang yang berbahaya.'' Batin Bagaskara berkecamuk dan membuatnya merasa pusing akan menyelamatkan Yeri bagaimana caranya.


Dengan banyaknya fikiran yang difikirkan Bagaskara dia langsung kembali ke kamar dan tidur dengan obat penenang yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.


...****************...


...----------------...


...-Kantor Aldo-...


''Maaf bos, untuk para anggota memang kita kalah jumlah bos, dan untuk rencana bisa aja ada penyusup bos. Soalnya kita sudah lama tidak menyelenggarakan pengecekan terhadap anggota.'' Ucap ketua lapangan.


''Kenapa sampai lama tidak di cek? Apa gue harus turun tangan sendiri untuk melakukan hal yang seharusnya kalian lakukan?'' Aldo kesal dengan pernyataan anak buahnya.


''Maaf bos, kami akan segera melakukan pengecekan.'' Ucap ketua lapangan berlutut bermaksud meminta pengampunan Aldo.


''Lain kali kalian harus gue hukum, kalian fikir dana buat rencana kita itu sedikit. Apa Calvin mendiamkan masalah seperti ini sebelumnya?" Tanya Aldo menyinggung cara kerja Calvin.


''Sebelumnya tidak pernah bos, bos Calvin ketika punya rencana selalu menyiapkan rencana cadangan, karena dia tau tidak setiap rencana itu berjalan lancar.'' Ketua lapangan membanggakan cara kerja Calvin.


''Oh jadi ini yang bikin uang perusahaan berkurang banyak, selalu menggagalkan rencana pertama dan mensukseskan rencana kedua. Itu suatu pemborosan! mulai sekarang apapun caranya, lakukan yang terbaik pada rencana pertama kita. Gue gak mau uang gue habis untuk kalian main-main." Ucap Aldo memperingatkan ketua lapangan.

__ADS_1


''Baik bos kami akan lakukan yang terbaik kedepannya bos.'' Ucap ketua lapangan, Aldo hanya menatapnya serius dan mengisyaratkan untuk segera pergi.


''Kerja apaan mereka! Hanya main-main. Uang yang seharusnya buat anggaran lain malah terpakai. Memang Calvin tidak bisa bekerja lebih tegas!" Aldo mengomel sendiri.


Setelah memusingkan anggota yang tidak bekerja dengan benar, Aldo memainkan handphonenya dan didapati status Yeri yang semalam bermalam di villa. Tapi yang membuatnya kaget adalah status Clara yang memotret Yeri dan Bagaskara yang sedang berpelukan sewaktu di villa Keith milik Calvin.


''Cowok ini! Kenapa dia jadi dekat dengan Yeri. Kenapa mereka pelukan? Ahh gue udah lama gak ke rumah Yeri. Masa mereka udah jadian, gak mungkin! Yeri cewek yang sulit didapatkan gak mungkin dia nerima dia begitu aja. Gue harus telfon Clara apa maksud postingan dia.'' Aldo langsung mencoba menelepon Clara, tapi tidak diangkat olehnya.


"Sial loe Ra, apa loe gak tau gue kakak loe jadi remehin gue! Lihat aja loe ketika pulang.'' Ancam Aldo dan gak berhenti mengomel.


Sekertaris Calvin yang masih dipekerjakan Aldo datang untuk menyerahkan data yang harus ditanda tangani.


''Selamat pagi bos, boleh minta tanda tangannya.'' Ucap sekertaris meletakkan proposalnya.


''Kerjaan kamu bagus, itu sebabnya saya gak pecat kamu. Saya mau hal yang menguntungkan bagi perusahaan, tapi kalau ada yang merugikan kamu langsung bisa hentikan.'' Ucap Aldo memuji pekerjaan sekertaris Calvin yang dia pertahankan


Memang setelah perusahaan dipegang Aldo, semua karyawan yang dipilih Calvin dipecat tanpa adanya alasan. Aldo takut semuanya akan menghambat kepemimpinannya dan malah membangkang darinya. Jadi semua karyawan yang bekerja sekarang adalah orang-orang baru kecuali sekertaris yang masih muda dan cantik.


''Terima kasih bos, saya akan lakukan yang terbaik untuk perusahaan ini.'' Ucap sekertaris dengan lembut.


''Sudah kembali ke ruangan kamu.'' Aldo menyuruh sekertaris untuk segera kembali ke ruangannya, dan sekertaris pun memberikan hormat sebelum pergi.


''Fokus Aldo jangan tergoda dengan sembarang wanita, cuma Yeri wanita yang ada di hati''


''Benar-benar godaan yang besar kalau terjun langsung ke perusahaan, tapi kenapa Calvin hanya setia sama Yura? benar-benar adik yang bodoh.'' Batin Aldo.


Diluar ruangan sekertaris dan karyawan membicarakan Aldo.


''Gimana? loe udah coba menggoda bos. Kalau loe berhasil itu hal yang bagus karena bos Aldo ganteng dan kaya.'' Ucap salah satu karyawan.

__ADS_1


''Gue hanya menggoda sedikit, tapi sepertinya lebih mudah daripada bos Calvin sebelumnya. Bos Calvin yang setia sama pacarnya sampai gak ada yang berani menggodanya, tapi bos Aldo sepertinya belum punya pasangan jadi lebih mudah tergoda.'' Ucap sekertaris sambil terkekeh.


''Bagus, tapi denger-denger bos Aldo gak pernah pacaran loh. Jadi dia gak pernah sekalipun terlihat dengan wanita, apa dia takut sama wanita? Atau gak suka sama wanita?" Salah satu Karyawan membuat gosip.


__ADS_2