
"Mama, mama udah gak akan rasain sakit lagi ya. Bagas juga gak akan khawatir lagi kalau papa buat jahat sama mama. Mama juga gak akan rasain sakit hati dan badan lagi, cuma bagas yang gak akan bisa ketemu mama lagi. Tapi kalau itu yang terbaik bagas ikhlas kok ma, asal mama seneng " Ucap Bagaskara memeluk tubuh mama.
"Dek, udah ya biar suster dan temen-temen suster yang proses mamanya ya. Nanti kamu tinggal ikut mobil ambulans kalau udah siap" Ucap suster dan bagaskara hanya mengangguk.
...-Proses Pemakaman selesai-...
"Gimana nih kak anak ini gak ada keluarga yang mendampingi kalau kita tinggal sendirian" Ucap sopir ambulans ke temannya.
"Bukannya dia masih punya ayah ya? Tapi kenapa dia gak dateng ke pemakaman istrinya" Ucap temannya berbalik bertanya.
"Dengar-dengar pelaku penganiayaannya adalah suaminya, kita bisa lihat trauma besar di wajah anak itu" Ucap sopir ambulans.
"Kalian pergi saja, saya gak butuh dikasihani. Saya bisa pulang sendiri jika saya sudah selesai disini" Ucap bagaskara.
"Oke deh kalau begitu, kamu yang sabar ya. Kita pergi dulu" Ucap sopir ambulans bergegas pergi sambil sesekali menengok ke arah bagaskara.
''Udah ya ma, mama udah dapat tempat yang enak sekarang. Sekarang giliran bagas buat menghadapi dunia ini sendirian. Bagas pasti kuat, jadi mama gak usah khawatir " Ucap Bagaskara sambil membelai batu nisan.
"Heh bocah" Suara pria tua yang tidak asing memanggil bagaskara.
"Papa" Ucap bagaskara tersontak kaget.
"Sini kamu" Ucap papa menarik rambut bagaskara dan menyeretnya ke luar pemakaman.
"Pa sakit pa, lepas pa" Ucap bagaskara kesakitan, dan dilepas setelah sampai di depan mobil.
"Kamu ikut papa atau hidup sendiri" Ucap papa langsung.
"Bagas mau hidup sendiri pa" Ucap bagaskara sambil menahan sakit.
"Hem.. Bagus deh kalau mau hidup sendiri, jadi papa udah gak ada benalu lagi di kehidupan. Dah sana pergi, kalau perlu ikut mama kamu sekalian" Ucap papa mendorong bagaskara sampai terjatuh dan pergi tanpa ada perasaan bersalah.
"Loe gak akan bisa hidup tenang tua bangka" Ucap bagaskara sambil mengepalkan tangannya.
......................
__ADS_1
...****************...
"Bos, Bos" Ucap sopir bagaskara memanggilnya beberapa kali karena melamun.
"Ahh iya, sorry banyak banget hal yang harus diselesaikan jadi agak pusing" Ucap bagaskara.
"Apa kita ke rumah sakit buat check up? Sepertinya hampir sebulan bos belum check up" Ucap sopir pribadi bagaskara.
"Lain kali aja, banyak hal yang belum selesai" Ucap bagaskara sambil memposisikan bangku mobil agak rebahan.
"Semoga Erick baik-baik aja" Sambung bagaskara sambil menutup matanya dengan tangan dan akhirnya tertidur.
"Kelihatannya capek banget jadi bos" Ucap sopir pribadi bagaskara dalam hati.
...----------------...
...****************...
Erick masih memikirkan apa yang dia dengar di rumah sakit, betapa menyakitkannya menjadi zahra selama ini, apalagi dia menjadi zahra yang tidak dikenali lagi oleh orang lain.
Setelah melewati jembatan yang cukup panjang erick tersadar ada seseorang yang dia kenal, erick langsung keluar dan menghampiri.
"Clara? Loe ngapain di tempat seperti ini" Tanya erick sambil memegangi lengannya yang sakit.
"Erick, loe kenapa? Loe berantem lagi" Tanya clara khawatir dengan luka erick.
"Gue gakpapa hanya luka ringan aja, loe ngapain di tempat bahaya seperti ini. Loe bisa celaka jatuh ke bawah atau preman dateng buat jahatin loe" Ucap erick khawatir, dan clara pun langsung memeluknya.
"Gue hampir putus asa rick, dengan berita yang gue denger" Ucap clara menangis.
"Udah ya kita ngobrolnya di mobil aja" Ucap erick membelai rambut clara untuk menenangkan.
"Gak mau" Ucap clara mempererat pelukannya.
"Oke deh kalau begitu" Ucap erick menggendong clara dengan posisi masih memeluknya.
__ADS_1
"Ihh erick jangan gitu, malu dilihatin banyak orang" Ucap clara memberontak.
"Udah jangan dilihat mereka pasti iri melihat kita seperti ini" Ucap erick yang terus membawa clara ke mobilnya, dalam pelukannya clara terlihat salah tingkah.
"Dahh duduk manis" ucap erick mendudukkan clara di bangku depan mobil dan kembali ke kemudi.
"Rick? Bener loe tidur sama yura" Tanya clara dengan tatapan pasrah atas jawaban yang akan diberikan erick.
"Harus banget gue jawab ya" Ucap erick menginjak rem dan meminggirkan mobilnya.
"Itu yang buat gue frustasi hari ini, jadi jawab rick" Ucap clara dengan nada tinggi.
"Iyaa gue tidur sama yura, kenapa? Gue emang gak pantes buat loe ra. Semua kata-kata calvin bener gue cowok brengsek tapi loe masih kejar-kejar gue" Ucap erick.
"Tapi kenapa harus yura rick, selama ini aku percaya kamu cuma main-main aja sama cewek-cewek diluar sana. Tapi ini cewek yang di cintai sama kakak gue rick, kenapa harus dia" Ucap clara.
"Gue juga gak tau ra kalau dia ceweknya calvin, gue lihat dia seperti putus asa jadi gue deketin dia" Ucap erick mencoba menjelaskan.
"Hiks hiksss.... Gue cuma gak mau kehilangan loe rick" Ucap clara menangis sejadi-jadinya.
"Maafin gue ya ra, udah jangan nangis ok" Ucap erick menenangkan.
"Gue emang gak pernah ada di hati loe ya rick? selama ini apa gak ada perasaan sedikit aja buat gue? Gue udah lakuin yang terbaik buat loe, tapi emang loe gak pernah hargain perasaan gue rick" Ucap clara.
"Cowok gak akan merusak cewek yang dia cintai ra" Ucap erick kembali menjalankan mobilnya.
"Maksud loe" Tanya clara.
"Biarin gue puas dengan masa muda gue seperti ini ra, suatu saat gue juga akan kembali sama loe" Ucap erick.
"Oke rick gue paham, gue akan selalu nunggu loe kembali sama gue" Ucap clara sedikit lega.
"Entah gue bego atau terlalu cinta tapi gue bener-bener gak bisa lepasin erick" ucap clara di dalam hati.
...****************...
__ADS_1
......................