Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 37


__ADS_3

''Jadi Yeri salah ya pa.'' Ucap Yeri mengerti apa yang dikatakan papa.


''Yaudah kamu didalam aja, biar papa yang ngomong sama Bagaskara ya.'' Ucap papa menenangkan hati Yeri dan keluar menghampiri Bagaskara yang masih di luar melihat-lihat bunga.


''Nak Bagaskara belum pulang.'' Tanya papa yeri basa basi.


''Ohh iyaa op, saya masih pengen lihat bunga-bunga ini. Mereka cantik-cantik ya, pasti bapak sama Yeri sangat merawat mereka.'' Ucap Bagaskara sambil mencium bunga yang bermekaran.


''Om mau berterima kasih sama nak Bagaskara, karena berkat nak Bagas om bisa pulang dan berkumpul dengan Yeri lagi. Om juga gak bisa bayangin kalau gak ketemu nak Bagas, bisa aja om sudah mati di jalan.'' Papa Yeri berterima kasih karena bagaskara telah menyelamatkannya didalam situasi yang darurat.


''Itu memang tugas saya om, itu juga kebetulan saya lewat dan gak sengaja melihat om seperti sedang butuh bantuan. Dan lebih senangnya lagi ternyata om adalah papanya Yeri, keadaan yang tidak saya sangka.'' Bagaskara mendudukkan dirinya ke bangku yang berada di depan rumah.


''Tapi saya sangat berterima kasih nak Bagas, dulu setelah saya turun dari mobil saya berjanji akan memperkenalkan nak Bagas sama anak saya Yeri. Tapi ternyata nak Bagas tidak mau orang tau kalau nak Bagas yang menyelamatkan saya. Benar-benar nak Bagas anak yang baik.'' Papa Yeri memegang tangan bagaskara untuk terus berterima kasih.


''Saya mau dekat dengan Yeri atas dasar usaha saya sendiri om, kalau om bilang saya yang menyelamatkan nyawa om bisa aja Yeri hanya mau dekat dengan Bagas karena rasa terima kasih.'' Ucap Bagaskara tersenyum ketika membicarakan Yeri.


''Apa nak Bagas benar-benar menyukai Yeri? Atau memang mau berteman aja.'' Ucap papa menanyakan perasaan Bagaskara ke Yeri.


''Untuk saat ini Bagas cuma mau dekat sama Yeri om, memang awalnya saya salah langsung mengutarakan perasaan saya tanpa dekat dulu sama Yeri. Tapi setelah itu saya jadi introspeksi diri om, harusnya saya benar-benar dekat dulu sebelum menarik kail.'' Bagaskara mengucapkannya seperti malu-malu.

__ADS_1


''Kamu memang gak berpengalaman dalam hal itu nak bagas.'' Ucap papa sedikit tertawa.


''Memang saya gak pernah pacaran ataupun dekat dengan wanita om.'' Bagaskara malu mengakuinya.


''Yang bener? Kok bisa sih nak Bagas gak pernah punya pacar. Kamu itu gagah, ganteng, kaya, gak mungkin kan gak ada wanita yang mau.'' Papa yeri seolah-olah tak percaya dengan apa yang diucapkan Bagaskara bahwa dirinya tidak pernah dekat dengan seorang wanita.


''Kalau wanita yang mendekati sih banyak om, cuma saya selalu menutup diri saya sama wanita. Saya takut kalau kelak saya akan menyakiti hati dan perasaannya.'' Bagaskara terlihat sedih menceritakan kenapa dirinya tidak mau membuka hati untuk wanita.


''Om tau, pasti berat ya hari-hari yang kamu jalani selama ini. Kamu udah hebat bisa sampai dititik sekarang.'' Papa Yeri memeluk Bagaskara.


''Makasih om, saya jadi bisa merasakan bagaimana seorang anak yang mendapatkan semangat dari ayahnya. Bagas gak pernah rasain hangatnya pelukan seorang ayah.'' Bagaskara tersenyum menyembunyikan luka.


Bagaskara hanya mengangguk dan tersenyum atas tawaran papa yeri yang siap menjadi ayah yang selalu ada untuk Bagaskara. Tapi Bagaskara sadar bahwa jangan ada banyak orang disekitarnya, karena bisa aja musuh siap untuk menyergap orang-orang disekitarnya.


''Maafin Yeri ya karena tadi dia marah sama nak Bagas. Mood dia akhir-akhir ini memang lagi naik turun, jadi nak Bagas jangan tersinggung ya dengan ucapan yeri.'' Papa Yeri meminta maaf karena ulah Yeri yang memarahinya tadi.


''Bagas paham kok om, kan gak sekali dua kali Bagas ditolak sama Yeri. Yang terpenting saya minta dukungan sama om ya.'' Bagaskara meminta dukungan agar pendekatannya dengan Yeri berhasil.


''Om sebenarnya memang dukung nak Bagas dibandingkan dengan Aldo dan nak Erick. Karena nak Bagas benar-benar anak yang baik, cocok sama yeri. Tapi balik lagi semua keputusan ada ditangan Yeri ya nak bagas.'' Ucap papa yeri memberikan dukungannya kepada Bagaskara.

__ADS_1


''Iya om, terima kasih ya atas dukungannya. Ohiya saya ada janji setengah jam lagi sama klien jadi saya pamit pulang dulu ya. Ohiya saya nitip ini buat Yeri ya, tadi belum sempat saya kasih.'' Bagaskara memberikan sekotak coklat yang dibalut dengan hiasan yang didalamnya ada sebuah surat.


''Baik nak Bagas nanti om berikan ke Yeri ya, hati-hati jangan ngebut ya.'' Papa Yeri menerima kotak hadiah yang diberikan Bagaskara dan melambaikan tangan ketika Bagaskara pergi berjalan menuju ke mobilnya.


Setelah Bagaskara pergi, Yeri keluar untuk memastikan bahwa Bagaskara benar-benar pergi dari rumahnya.


''Bagaskara benar-benar pergi pa.'' Tanya Yeri menatap jauh ke arah parkiran mobil .


''Iya, nih nak Bagas menitipkan ini katanya tadi dia belum sempat kasih ke kamu.'' Papa Yeri memberikan kotak hadiah dari Bagaskara dan Yeri langsung menerimanya.


''Kamu jangan terlalu kasar ke nak Bagas ya, dia anak yang baik. Jangan sampai dia menyerah untuk mendapatkan kamu, nanti kamu bisa menyesal karena kehilangan orang seperti dia.'' Sambung papa yeri menepuk pundak Yeri dan berharap dia memperlakukan Bagaskara dengan baik.


''Papa gak usah ikut campur sama urusan percintaan Yeri, biar Yeri yang menentukan semuanya sendiri. Lain kali kalau Bagaskara menitipkan sesuatu jangan diterima, cukup ini aja yang terakhir. Papa tau sendiri kan beberapa bulan ini dia selalu mengirimkan bunga, sampai Yeri pusing akan diletakkan dimana lagi.'' Ucap Yeri terus mengoceh, papa yeri hanya mengangguk dengan semua ucapan Yeri yang tak ada hentinya.


Setelah itu Yeri pergi ke kamar dan membuka kotak hadiah yang diberikan Bagaskara. Terlihat isinya adalah coklat kesukaan Yeri, camilan manis, dan sepucuk surat. Tapi Yeri tak menghiraukan surat yang dia terima, dia langsung membuka coklat yang dia suka untuk mengembalikan moodnya.


''Wahh enak banget, sudah lama gue gak makan coklat ini. Tapi darimana bagas tau kalau gue suka coklat ini, mungkin aja dia gak sengaja memilih.'' Gumam Yeri sambil menikmati coklat yang diberikan Bagaskara.


Yeri terus menikmati coklatnya sampai tak tersisa, dia pun merasakan perasaannya menjadi lebih baik setelah memakan coklat yang diberikan Bagaskara. Setelah ingat Yeri lupa memberikan sedikit coklat untuk papanya, tapi untungnya masih ada camilan manis yang diberikan Bagaskara dan langsung memberikannya ke papa.

__ADS_1


__ADS_2