Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 21


__ADS_3

...----------------...


''Ohh jadi ini balasan loe? Gue udah baik, merawat loe, selalu mendukung loe, tapi lihat yang loe balas sekarang'' Ucap Clara kepada Yeri.


''Tapi Ra, gue gak bisa bohongi perasaan gue kalau gue juga cinta sama Erick'' Ucap Yeri.


''Tapi loe tau kan gue juga cinta sama Erick, bahkan tiap detik pun gue cerita semua tentang dia.Beraninya loe juga cinta sama dia'' Ucap Clara kecewa.


''Iya gue salah Ra, tapi semua tergantung Erick mau memilih siapa diantara kita'' Ucap Yeri tak menyerah.


''Harusnya loe bilang akan berhenti buat cinta sama Erick, bukan malah mau bersaing. Gue bener-bener kecewa sama loe! Mulai sekarang kita bukan sahabat lagi, orang seperti loe gak pantas buat dijadikan sahabat'' Ucap Clara berbalik dan pergi dari hadapan Yeri.


''Clara, jangan pergi kita masih bisa perbaiki persahabatan kita, Clara'' teriak Yeri memanggil Clara yang semakin menjauh.


''Yeri, bangun, Yeri'' Panggil papa perlahan.


''Claraaa, Claraaa'' Teriak Yeri bangun dari tidurnya.


''Kenapa nak? Kamu mimpi buruk'' Tanya papa khawatir.


''Huffttt'' Yeri menghela nafas panjang dan segera minum air putih.


''Segala sesuatu jangan terlalu difikirkan ya, nanti kamu akan terdesak sendiri'' Ucap papa mengelus rambut Yeri.


''Tapi pah, di mimpi Yeri Clara marah banget karena yeri juga mencintai laki-laki yang sama'' Ucap Yeri mulai bercerita.


''Udah itu hanya mimpi, yang sekarang harus kamu lakuin adalah memilih antara persahabatan atau pria yang kamu cinta. Pilih salah satu, jika kamu salah dalam memilih bisa aja kamu kehilangan keduanya'' Ucap papa.


''Tapi Clara sangat baik sama Yeri pah, gak bisa kalau Yeri harus korbankan persahabatan hanya untuk seorang laki-laki'' Ucap Yeri.


''Keputusan ada di kamu, papa gak bisa mutusin harus gimana, itu semua ada ditangan kamu baiknya gimana'' Ucap papa.


''Iya pah, yeri akan memutuskan gimana baiknya'' Ucap Yeri yakin.


''Yaudah kamu pindah tidurnya ke kamar, tidur di sofa hanya bikin badan sakit semua'' Ucap papa menyuruh Yeri pindah ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


"Duhh jadi gak bisa tidur, baru jam 8 ternyata. Kenapa terasa capek sekali hari ini" Keluh Yeri yang tidak bisa melanjutkan tidurnya.


"Nak, ada Aldo di luar mau ketemu kamu" Ucap papa berbicara dari luar kamar.


"Iyaa pah, nanti Yeri keluar" Ucap Yeri segera bangun.


"Tumben jam segini Aldo ke sini" Ucap Yeri keluar kamar dan mengabaikan penampilannya yang terlihat bangun tidur.


"Yeri, loe udah tidur? Gue bangunin loe ya" Tanya Aldo


"Ah iya gue baru bangun tidur, cuma bukan karena loe. Gue kebangun karena mimpi buruk" Ucap Yeri sambil merapikan rambut.


"Pasti loe lupa berdoa sebelum tidur ya" Ucap Aldo sambil tersenyum.


"Bare face pun loe tetep cantik" Sambung Aldo.


"Loe bisa aja, ohiya loe kesini ada apa ya? Tumben gak hubungi gue dulu kalau mau kesini" Tanya Yeri.


"Yeri, kita nikah yuk" Ucap Aldo tiba-tiba mengajak Yeri menikah.


"Maksud loe? Loe gak mabuk kan do" Ucap Yeri terkejut dengan ungkapan Aldo.


"Tapi menikah bukan lelucon do, harus saling mencintai dan udah siap untuk keduanya" Ucap Yeri mundur selangkah dari hadapan Aldo


"Gue udah siap, gue udah cinta sama loe. Dan gue gak becanda gue serius, sekarang gue cuma menunggu keputusan loe aja" Ucap Aldo memegang tangan Yeri.


"Tapi do, bahkan sampai sekarang gue belum ada rasa apa-apa sama loe" Ucap Yeri menarik tangannya.


"Tapi gue udah berkorban banyak buat loe Yeri, gue selalu ada buat loe, mencari keberadaan papa loe, bahkan rela berbuat apa saja demi kebahagiaan loe. Apa itu kurang buat loe bisa cinta sama gue" Ucap Aldo sedikit berteriak'


"Karena dari kecil sampai sekarang gue cuma anggap loe sebagai kakak gue do, maaf ya kalau gue belum bisa cinta sama loe. Tapi kalau urusan menikah gue gak bisa menikah dengan orang yang sama sekali belum menempati hati gue. Maaf" Ucap Yeri dan segera masuk rumah dan menutup pintu dengan cepat.


"Yeri, buka pintunya.. Apa perjuangan gue selama ini sia-sia ? Buka pintunya" Teriak Aldo sambil menggedor-gedor pintu rumah Yeri.


"Gak ada yang sia-sia do, tapi ini terlalu cepat" Ucap Yeri lirih sambil mendengarkan dibalik pintu.

__ADS_1


"Yeri sampai kapan pun gue akan mengejar loe sampai loe jatuh dipelukan gue" Teriak Aldo sambil menendang pintu dan berlalu pergi.


"Kenapa nak? Kalian berkelahi" Tanya papa melihat Yeri ketakutan.


"Enggak pah, cuma Aldo menyatakan hal bodoh dan temperamennya kambuh jadi Yeri agak takut menghadapinya, Yeri kembali ke kamar ya pah" Ucap Yeri berjalan menuju kamarnya.


"Aldo benar-benar cowok yang menakutkan, dia penjahat. Tapi kalau papah ungkap semua pasti nanti papa jadi korban selanjutnya. Papa belum mau berpisah sama kamu nak" Ucap papa dalam hatinya.


...****************...


...----------------...


"Vin, harusnya tanggal segini aku udah dapat haid" Ucap Yura khawatir.


"Kenapa kamu gak cek aja" Ucap Calvin dengan santai.


"Tapi aku belum siap vin" Ucap Yura gelisah.


"Aku kan akan terima bagaimana kondisi kamu, jadi kamu jangan takut apalagi khawatir. Ada aku disini" Ucap Calvin mendatangi Yura dan memeluknya.


"Maafin aku yaa" Ucap Yura meminta maaf dengan apa yang ia telah lakukan.


"Maaf aja nih ? bahkan aku aja belum mencicipi pacar aku sendiri" Ucap Calvin menggoda Yura.


"Aaaaa" Teriak Yura karena trauma yang ia derita.


"Sayang, maaf ya aku gak akan begitu lagi" Ucap Calvin sambil mendekati Yura yang menjauh darinya.


"Jangan yaa aku mohon jangan" Ucap Yura histeris, dan Calvin mencoba menenangkannya lagi.


"Maaf yaa, maaf" Ucap Calvin sambil memeluknya.


"Sial loe rick, Yura sampai trauma gara-gara loe" Batin Calvin'


" Besok kita balik lagi ke rumah sakit ya buat cek kesehatan kamu " Ucap Calvin dengan lembut.

__ADS_1


"Tapi gue gak mau ke psikolog lagi ya vin, gue gak gila bener gue gak gila" Ucap Yura ketakutan.


"Yang terpenting kamu ikutin aja apa mau aku ya, aku gak akan nyakitin kamu" Ucap Calvin menenangkan dan Yura hanya mengangguk.


__ADS_2