Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 35


__ADS_3

Setelah Camilla kembali ke ruangannya dia sering tersenyum dan membelai balutan luka yang tadi dibalut oleh Calvin.


''Ternyata dia pria yang lembut juga, aku jadi semakin menginginkannya.'' Ucap Camilla tersenyum.


...****************...


......................


...°Rumah Clara°...


''Kenapa sih aku gak boleh ke kantor Calvin? Memangnya aku gak boleh ketemu sama kakak aku sendiri.'' Ucap Clara keras kepala ingin mengetahui siapa pengganti Calvin.


''Clara! Bukan papa yang melarang, tapi kakak pertama kamu yang gak mau kamu tau identitas dia.'' Ucap Papa mencoba memberi pengertian ke Clara.


''Iyaa sayang, kalau memang kakak pertama kamu itu mau kamu melihat dia, dari awal juga papa dan mama izinin kamu kesana. Bahkan bisa aja dia kesini buat ketemu sama kamu.'' Ucap mama ikut memberikan pengertian agar Clara mengerti.


''Oke kalau itu memang keputusan kakak pertama untuk gak mau ketemu sama Clara, Clara akan coba mengerti sekarang kalau memang Clara bukan adik yang dia harapkan.'' Ucap Clara langsung pergi meninggalkan rumah.


''Clara kapan bisa mengerti sih ma, semenjak kepergian Calvin dia jadi lebih sensitif seperti itu. Setiap hari permasalahannya sama aja ingin ketemu sama Aldo.'' Ucap Papa mengeluh ke mama.


''Wajar pa, dia kehilangan sosok yang dia sayang. Mungkin dia pengen jadikan Aldo sebagai pengganti Calvin'' Ucap mama mencoba memahami perilaku Clara beberapa bulan ini.


''Apalagi Aldo melarang dia dekat sama Erick, orang yang dicintainya.'' Sambung mama.


''Papa juga melarang kalau dia dekat sama Erick! Mama tau kan Erick itu yang menghamili yura.'' Ucap papa semakin emosi mendengar nama Erick.


''Tapi kan pa, Clara masih nerima Erick apa adanya.'' Ucap mama membela Clara.


''Gak bisa, Clara emang harus diberi pelajaran biar dia sadar kalau Erick gak pantas buat dia.'' Ucap papa kesal.


''Pa, orang kalau udah jatuh cinta gak akan peduli seberapa buruknya orang tersebut. Karena dia udah dibutakan oleh cinta.'' Ucap mama tetap membela anak kesayangannya.


''Mama juga selalu memihak Clara, dia kan jadinya gak nurut sama papa. Semua peraturan papa kan buat kebaikan mereka juga, papa gak mau anak papa dapat orang yang menjadi sampah masyarakat.'' Ucap papa kekeh dengan pendiriannya.

__ADS_1


''Iya pa.'' Ucap mama mengalah.


''Setelah kepergian Calvin papa juga semakin gampang emosi, karena biasanya Calvin yang mampu meredam dan mengendalikan emosi papa.'' Batin mama menghela nafas panjang.


...----------------...


Clara yang harusnya masuk kuliah tetapi dia memilih bolos karena suasana hatinya yang masih berantakan. Tetapi dengan begitu ada Erick yang selalu menemani Clara dimanapun dia berada.


''Kenapa loe masih mau nemenin gue kemanapun gue berada Rick, loe tau Calvin juga gak ada disini. Loe gak nurut aja gue juga gak bisa meminta tolong lagi sama calvin.'' Ucap Clara sambil memainkan air di danau tempat pelarian Clara akhir-akhir ini.


''Ya sebenarnya gue juga pengen kabur dari loe Ra, tapi gue kasian liat loe begini.'' Batin Erick sambil memandang wajah Clara. Lalu Erick menarik Clara dan memeluknya.



''Gue tau loe sekarang pasti butuh sandaran, gue siap kok selalu ada disamping loe buat dengerin keluh kesah loe.'' Ucap Erick memeluk tubuh Clara.


''Hiks..Hikss... Makasih ya Rick, loe masih ada disamping gue walau loe bisa aja ninggalin gue di kondisi seperti ini.'' Ucap Clara menangis sejadi-jadinya didalam dekapan Erick.


''Makasih ya rick.'' Ucap Clara yang masih memasang muka sedihnya. Tetapi Erick tidak kehabisan akal untuk membuat Clara kembali tertawa, dia pun akhirnya memeragakan gaya imut agar Clara kembali tertawa.



...Erick bertingkah lucu...


''Hahahaha.... Kamu kenapa bertingkah seperti itu Rick, kamu gak pantes banget tau gak hahahaha.'' Ucap Clara akhirnya tertawa melihat tingkah lucu Erick.



...Clara tertawa...


Akhirnya Clara sudah tidak sedih lagi dengan keadaannya yang sekarang, karena dia merasa ada Erick yang siap siaga disampingnya, menggantikan posisi Calvin yang selalu ada untuknya.


''Loe tau gak sih kakak pertama pengen banget kita menjauh, setiap hari papa selalu bilang kalau gue disuruh buat jauhin loe.'' Ucap Clara sambil menyandarkan kepalanya di bahu Erick.

__ADS_1


''Kenapa memangnya, kalau kita sepakat buat bersama siapapun gak akan pernah bisa buat misahin kita.'' Ucap Erick merangkul Clara dan menepuk-nepuk pundaknya.


''Tapi kenapa loe gak turutin aja apa kata papa gue buat ninggalin gue.'' Ucap Clara memandang wajah Erick yang sangat dekat.


''Mana bisa gue ninggalin fans berat gue.'' Ucap Erick memalingkan wajahnya ke arah lain menolak tatapan langsung Clara.


''Gue emang selalu ngikutin loe, pasti selama ini loe risih ya.'' Ucap Clara menunduk karena Erick memalingkan wajahnya.


''Gak risih karena cewek cantik kaya loe yang ngikutin.'' Ucap Erick tersenyum lebar.


''Loe tau gak, kak Yura sedang hamil.'' Ucap Clara mengubah topik pembicaraan. Erick langsung terkejut dengan ucapan Clara dan melepaskan rangkulannya.


''Yura hamil? Bagus dong gak lama lagi loe punya keponakan yang lucu.'' Ucap Erick berbicara dengan menatap jauh pemandangan.


''Loe yakin itu anaknya calvin.'' Tanya Clara.


''Kenapa loe tanya begitu, pastilah itu anak calvin.'' Ucap Erick kikuk.


''Kalau itu anak loe gimana Rick, apa loe mau nikahin kak yura.'' Tanya Clara dengan mata penuh harapan.


''Kalau itu memang anak gue, pasti dia akan nyari gue buat tanggung jawab. Selama ini gak ada kabar kalau Yura cari gue.'' Ucap Erick mencoba mencari alasan.


''Iya sih, tapi tau kalau loe pernah tidur sama kak Yura itu yang buat gue kepikiran setelah tau kak Yura hamil dan dia bersembunyi jauh dari sini.'' Ucap Clara menjelaskan.


''Sekarang pun gue gak tau kabar kak Yura gimana, apa kehamilannya baik-baik aja atau dia menjalani hari-hari yang sulit karena jauh dari Calvin. Dia anak yang baik, dari kecil kita tumbuh bareng karena dia ditinggalkan oleh orang tuanya dan diadopsi oleh mama. Tapi mama marah sekali karena dia sangat dicintai calvin. Calvin tau loe pernah tidur dengannya aja dia masih nerima dia apa adanya.'' Sambung Clara bercerita tentang Yura.


''Kalaupun itu anak gue, pasti itu keputusan mereka berdua buat membesarkan anaknya tanpa memberitahu gue kalau gue ayahnya. Tapi kalau sampai dia menderita karena kehamilannya gue juga akan merasa bersalah. Kenapa dia gak gugurin aja kandungannya.'' Ucap Erick tak merasa bersalah, Clara yang mendengar itu agak sedikit terkejut karena Erick bukannya akan tanggung jawab tapi malah ingin menggugurkan kandungannya.


''Erick, loe gak akan pernah ngerasain gimana hancurnya seorang wanita jika harus membunuh anak yang terkandung dalam rahimnya. Sama aja dia seperti membunuh dirinya sendiri walaupun itu seorang anak yang tidak diinginkan.'' Ucap Clara mencoba agar Erick paham.


''Iya Ra, maaf ya gue memang keterlaluan menginginkan anak itu digugurkan.'' Ucap Erick meminta maaf.


''Gue yang salah membicarakan kak Yura yang sebenarnya loe gak suka gue ngomongin dia.'' Ucap Clara kecewa dengan reaksi Erick ketika Yura hamil.

__ADS_1


__ADS_2