Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 30


__ADS_3

''Yeri? Kamu sakit.'' Tanya Aldo memposisikan Yeri di gendongannya.


''Gue cuma lemes aja do.'' Ucap Yeri lemah.


''Gue anter ke rumah sakit ya, mari om ikut saya pakai mobil saya aja ya.'' Ucap Aldo berjalan menuju mobilnya.


Aldo menancap gas mobil dengan cepat, terlihat Aldo dan papa yeri terlihat canggung. mereka berdua hanya diam tanya berbicara sepatah kata pun. Setelah kurang lebih 10 menit berkendara akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit terbaik di kota itu.


Segera Aldo memanggil petugas kesehatan agar segera membawa Yeri ke unit gawat darurat. Aldo dan papa yeri terlihat khawatir, mereka hanya bisa menunggu agar hasilnya baik-baik saja.



...Aldo khawatir...


''Kenapa sampai Yeri seperti itu om? memangnya om gak cek dia sehat enggaknya.'' Ucap Aldo bertanya bagaimana yeri sampai sakit begitu.


''Saya juga baru tau do, akhir-akhir ini dia sibuk. Mungkin Yeri kecapean, ini salah saya.'' Ucap papa yeri menunduk takut melihat langsung wajah Aldo.


''Om gak usah formal sama saya, nanti orang lain kira om bawahan saya. Selama om mau menyembunyikan identitas saya, saya gak akan pernah nyentuh om lagi. Jadi bersikap baik aja dan yang terpenting jangan sampai mengganggu saya mendekati yeri.'' Ucap Aldo berbicara perlahan disamping telinga papa yeri.


Terlihat papa yeri sangat tertekan mengingat bagaimana dia diperlakukan Aldo sewaktu dia dikurung di gudang dan di siksa dengan tega.


''Tapi om ingin Yeri mendapatkan pendamping yang baik buat dia.'' Ucap papa yeri terbata-bata.


''Saya baik, kalau om dulu gak menyuruh saya untuk menjauhi Yeri, pasti gak akan saya menyentuh om dan tante. Tapi dengan kesombongan om itu yang membuat om hancur ditangan saya.'' Ucap Aldo mengingatkan papa yeri bahwa apa yang dia terima sekarang adalah hukuman bagi dia karena memperlakukan Aldo seenaknya.


Papa yeri hanya terdiam mendengar perkataan Aldo yang menyudutkan dirinya. Sesekali papa yeri menggenggam erat tangannya karena emosi yang ia pendam. Tetapi tak ada yang bisa ia lakukan kecuali menuruti apa pun kemauan Aldo.


Akan tetapi bersitegang itu terhentikan oleh dokter yang selesai menangani Yeri dan melaporkan hasil observasinya.


''Bapak orang tua pasien ini.'' Tanya dokter.


''Iya dok saya papanya yeri.'' Ucap papa yeri antusias.


''Tidak ada yang gawat, pasien hanya kekurangan cairan dan mungkin disebabkan karena kecapekan. Jadi saya sarankan untuk rawat inap agar kondisi pasien segera membaik. Dan yang pasti jangan sampai dia stres atau terlalu banyak berfikir ya. Kamu pasti pacarnya, kamu juga harus lebih perhatian lagi sama dia.'' Ucap dokter menunjuk Aldo sebagai pacar.


Dalam hati Aldo terlihat senang karena ada yang menyebutkan bahwa dirinya pacar Yeri.


''Siap dok, saya akan lebih perhatian lagi. Terima kasih ya dok atas perawatannya.'' Ucap Aldo sambil membungkukkan badan berterima kasih kepada dokter.


Setelah dokter pergi papa yeri langsung menghampiri Yeri yang sedang terbaring lemah. Dan disusul Aldo yang tidak mau kalah dengannya.

__ADS_1


''Anak papa kan kuat, jadi kamu harus cepat sembuh ya sayang.'' Ucap papa yeri membelai rambut Yeri perlahan.


''Dia sedang tidur jangan sampai membangunkannya.'' Ucap Aldo memperingatkan papa yeri, tak lama suster datang untuk memindahkan Yeri ke ruang rawat inap.


''Permisi ya, pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat inap. Kalian bisa mengikuti kami ya.'' Ucap suster.


''Sebentar sus, saya mau Yeri ditempatkan di ruang VIP.'' Ucap Aldo menahan suster yang mau mendorong ranjang pasien.


''Oh mau ke ruangan yang VIP ya? Boleh, tapi salah satu bisa langsung ke administrasi untuk pembayaran pertama ya.'' Ucap suster menyuruh salah satu untuk membayar biaya perawatan pertama.


''Tenang aja, dia dirawat 5 tahun di ruangan VIP juga saya sanggup bayar.'' Ucap Aldo kesal karena harus menyelesaikan administrasi dahulu.


''Iya saya tau mas, tapi itu sudah ketentuan rumah sakit ini.'' Ucap suster.


''Oke saya bayar sekarang, om disini aja biar saya yang selesaikan ini semua.'' Ucap Aldo dengan sombongnya.


Setelah Aldo membayar administrasi barulah Yeri dipindahkan ke ruang VIP.


''Jika butuh bantuan bisa langsung tekan ini ya pak, mas. Nanti suster yang berjaga akan langsung datang ke sini.'' Ucap suster menjelaskan bagaimana cara untuk memanggil suster yang berjaga tanpa harus memanggilnya langsung.


''Siap sus, terima kasih.'' Ucap Aldo sambil berbaring di sofa. Suster hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Aldo yang termasuk tidak sopan.


''Saya permisi ya.'' Ucap suster meninggalkan ruangan.


''Mungkin, saya gak mau terlewat mengetahui perkembangan yeri.'' Ucap Aldo sambil memejamkan matanya.


''Om mau berterima kasih sudah mau membantu kami do.'' Ucap papa yeri berbicara perlahan. Tapi terlihat Aldo tidak menanggapi ucapan papa yeri, dan terlihat papa yeri melihat dekat ke wajah Aldo ternyata Aldo sudah tertidur pulas.


''Apa dia begitu lelah sampai bisa tertidur begitu cepat. Ah biarin aja, saya harus menyiapkan makanan dan camilan.'' Ucap papa yeri pergi menuju minimarket untuk membeli keperluan selama di rumah sakit dan berbagai macam makanan.


Setelah semua keperluan sudah dibeli, akhirnya papa yeri kembali ke ruang rawat inap. Yeri masih tertidur begitupun Aldo.


''Apa iya harus aku restuin mereka berdua.'' Batin papa yeri melihat dalam ke arah Yeri dan Aldo.


...****************...


......................


...°Tempat latihan Bagaskara°...


Semua anak buah Bagaskara berkumpul didalam hutan yang menjadi markas. Yang menjadikan anak buah Bagaskara lebih kuat, karena anak baru akan digembleng untuk latihan fisik. Setelah semua kuat, barulah mereka terjun ke lapangan untuk siap mengemban tugas masing-masing.

__ADS_1


''Tim H kumpul semua.'' Teriak Rio memanggil semua anggota tim untuk memulai latihan fisik.


Semua anggota langsung berlari untuk menempatkan diri dibarisan masing-masing.


''Kali ini kalian akan langsung dilatih oleh Bos Bagaskara, agar perkembangan kalian lebih cepat.'' Ucap Rio menjelaskan bahwa bukan dirinya yang akan melatih untuk latihan hari ini. Terlihat semua anggota terlihat tegang karena akan dilatih langsung oleh Bagaskara.


''Oke, gue gak akan terlalu memakai tenaga banyak karena gue juga belum terlalu fit. Tapi untuk mengawali latihan hari ini, saya mau melihat kalian bertarung dengan partner kalian.'' Ucap Bagaskara berbicara sambil berjalan kesana kemari.



...Bagaskara Siap Melatih...


''Jangan buat bos menunggu, pilih partner kalian masing-masing.'' Teriak Rio agar segera menempatkan diri.


Semua anggota langsung memilih partnernya masing-masing dan langsung bersama-sama berduel untuk mengasah kemampuan.


Hakkk...Hetttt...Haakkk..Hett...


( Suara latihan)


Bruggg, braggg.. Satu persatu anggota tergeletak karena kalah dengan partner berkelahinya.


''Bangun, jangan lemah'' Teriak Bagaskara.


''Tahan jika ada serangan, balas jika ada kesempatan'' Teriak Bagaskara lagi.


Settt,,,bruggg, bragggg Bagaskara turun tangan mencoba kemampuan tim.


Dalam sekali serangan semua anggota tim langsung terkapar.



...Bagaskara...


Semua anggota kesakitan dengan pukulan yang mendarat di pipi dan badannya.


''Bagaimana bisa kalian kalah dengan gue yang baru sembuh.'' Ucap Bagaskara meregangkan otot-ototnya.


''Maaf bos, tim H memang baru awal dalam latihan.'' Ucap Rio.


''Tapi keahlian berkelahi kalian buruk sekali. Kalian dari anak baik-baik? Gak pernah berantem sebelumnya ya.'' Tanya Bagaskara sambil duduk karena badannya belum terlalu prima.

__ADS_1


''Kami butuh bimbingan bos agar bisa lebih baik lagi.'' Ucap salah satu anggota tim.


''Bagus, tapi kedepannya biar Rio yang melatih. Gue cuma pengen cari keringat saja untuk hari ini.'' Ucap Bagaskara berdiri dan meninggalkan lapangan latihan kembali ke ruangannya.


__ADS_2