Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 8


__ADS_3

''Kenapa banyak banget yang halangin gue dapetin dia! Kenapa'' Teriak bos penculik dihadapan papa yeri.


''Siapa yang kamu maksud nak? Saya gak tau, mohon ampuni kami'' Ucap papa yeri, Plakkkk


Pukulan keras mendarat di pipi papa yeri yang membuatnya tersungkur dan mulutnya keluar banyak darah.


''Oh ya, mungkin kamu bisa rasain penderitaan yang amat pedih jika kamu sendirian disini'' Ucap bos penculi melirik tajam ke arah mama Yeri.


''Apa yang kamu maksud uhukkk... Tolong, tolong selamatkan kami nak'' Ucap papa yeri lemah karena pukulan dan tendangan mendarat diberbagai tempat ditubuhnya.


Bos penculik perlahan mendekati mama Yeri.


''Jangan, jangan, jangan mendekat '' Teriak mama Yeri, papa yeri yang tidak berdaya tidak bisa apa-apa.


''Mama, kamu tuh baik sebenarnya! tapi karena kesalahan suami kamu, kamu juga akan tanggung semuanya'' Bisik bos penculik.


''Apa mau kamu? kamu siapa? apa kamu orang yang kami kenal'' Ucap mama yeri takut.


Perlahan tangan bos penculik meraih leher mama Yeri dan mulai mencekiknya.


''Ja..ngaaann nak'' Ucap mama yeri terbata.


''Mama pengen tau kan siapa saya'' Ucap bos penculik sedikit tertawa, mama Yeri hanya bisa meronta tanpa bisa bersuara karena hampir kehabisan nafas.


''Saya ******** '' Ucap bos penculik sedikit membuka masker yang ia pakai.


Mama Yeri terkejut dan terbelalak karena kenal dengan sang penculik selama ini.


''Ka…mmm…muuu…'' Ucap mama yeri perlahan dan wajahnya mulai membiru.


Nos penculik tak memberikan ampun sekalipun. perlahan nafas mama Yeri habis dan meninggal ditangan bos penculik dan ia pun hanya tertawa puas dengan apa yang dilakukannya.


......................

__ADS_1


''Mamaaaaaa'' Teriak Yeri terbangun dari mimpi buruknya.


''Hikss…hikss… Mahh mama baik-baik aja kan hiksss… Yeri takut mama kenapa-napa… Kapan kalian pulangggg hiksss hiksss… Kenapa mimpi buruk yang Yeri dapetin, Yeri tambah khawatir'' Ucap Yeri tidak berhenti menangis.


...Tok tok tok...


Terdengar suara pintu diketuk seseorang, Yeri perlahan menuju pintu dan mengusap air matanya.


Setelah Yeri buka pintunya ternyata Aldo yang datang dan Yeri pun langsung memeluknya dan pecah tangisnya.


'' Hiksss gue takut do, gue takut'' Ucap Yeri menangis dipelukan Aldo.


''Kenapa? Ada apa? Ada yang nyakitin kamu'' Ucap Aldo membelai rambut dan punggung Yeri.


''Gue mimpi buruk do, gue mimpi mama kenapa-napa. Gue takut terjadi sesuatu sama dia'' Ucap yeri menjelaskan.


''Mimpi itu cuma bunga tidur, gue yakin mereka baik-baik aja, besok kita cari lagi mereka ya'' Ucap Aldo menenangkan.


''Tapi perasaan gue gak enak do, gue takut banget'' Ucap Yeri memeluk erat tubuh Aldo.


''Nih loe minum pelan-pelan ya'' Aldo menyodorkan tehnya, Yeri lantas meminumnya dengan sedikit terburu-buru.


''Pelan-pelan aja ini masih panas'' Aldo menahan gelasnya agar Yeri meminumnya dengan perlahan.


''Makasih ya do gue udah sedikit lebih tenang, maaf ya buat loe repot'' Ucap Yeri menghapus air matanya.


''Yuk tidur lagi, gue temenin loe'' Ucap memegang tangan Yeri.


''Hah'' Yeri terkejut.


''Tenang gue gak akan ngapa-ngapain loe, gue cuma pengen loe tidur nyenyak aja'' Ucap Aldo meyakinkan Yeri, Yeri pun mau dia akhirnya kembali tidur di ranjangnya dan Aldo duduk didekat Yeri tidur sambil terus memegang tangannya.


Aldo mengusap kepala Yeri sampai Yeri kembali tertidur pulas, Aldo pun ikut tidur membungkuk dari kursi ke tempat tidur Yeri.

__ADS_1


...----------------...


...****************...


...… Rumah Calvin …...


''Calvin kamu baru pulang nak'' Sambut mama Calvin setelah tau Calvin baru pulang.


''Iya ma, Calvin beberapa hari ini nemenin Yura di rumah sakit'' Ucap Calvin duduk di sofa dan terlihat sangat lelah.


''Yura kenapa memangnya'' Tanya mama Calvin.


''Dia kecelakaan mah, cuma yang bikin Calvin bingung Yura jaga jarak sama Calvin'' Ucap Calvin.


''Ya mungkin dia udah sadar bahwa dia gak pantes buat kamu Vin'' Ucap mama Calvin.


''Maksud mama? kenapa omongan mama sama seperti omongan Yura? apa jangan-jangan mama yang larang Yura buat Deket sama Calvin'' Tanya Calvin curiga


''Mama gak bilang apa-apa, cuma kasih tau aja level dia dimana dan posisi kamu dimana itu aja gak lebih'' Ucap mama Calvin sambil memotong buah.


'' Tuhh kan… Pasti mama yang buat keributan. Calvin udah bilang jangan ikut campur urusan asmara Calvin mah. au mama jodohin Calvin dengan anak temen mama, sama rekan bisnis papa. Cuma Calvin yang bisa tentuin siapa yang pantes buat Calvin'' Ucap Calvin menjelaskan dengan nada yang agak rendah karena dia sayang sama mamanya tidak mau menyakiti hati orang tua nya.


''Tapi Vin jangan Yura juga yang kamu pacarin, kamu butuh partner yang sama-sama hebat buat memperkuat bisnis kamu. Ya minimal satu level sama kamu, sama-sama punya bisnis jadi masa depan kamu jadi lebih baik karena kedua belah pihak sama-sama hebat'' Ucap mama Calvin dengan kepercayaan nya.


''Udah ya mah, Calvin tetep kekeh dengan apa yang Calvin lakuin selama ini'' Ucap Calvin menuju kamar nya dan segera menyegarkan tubuhnya dengan mandi air hangat.


''Apa yang dilihat dari Yura sih Vin, wanita cantik , kaya dan mandiri banyak banget. bahkan udah ngantri pengen jadi menantu mama, tapi kenapa kamu tolak tanpa mencoba menjalin hubungan dulu'' Gerutu mama Calvin walaupun Calvin sudah pergi ke kamarnya.


''Udahlah mah, biarin apa maunya Calvin. Dia udah dewasa, dia tau mana yang pantas buat jadi istri atau bukan. Selama ini dia cuma fokus sama bisnis tanpa mikirin asmara dan disitulah ada Yura yang selalu menemani dia'' Sambung papa Calvin yang sedari tadi mendengarkan percakapan mama dan Calvin.


''Tapi mama malu pah kalau Calvin gak dapet anak konglomerat juga seperti kita, minimal sederajat sama kita'' Ucap mama Calvin ngotot.


''Suatu saat nanti kamu pasti paham kok mah apa yang Calvin cari selama ini'' Ucap papa Calvin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2