Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 32


__ADS_3

''Lah, ya harus bawalah. Bisa bawa kue, buah, atau bunga.'' Ucap Erick.


''Ya loe aja gak bawa apa-apa kenapa cuma gue yang ditanyai bawa apaan.'' Ucap Bagaskara membalikkan fakta bahwa Erick juga sama saja tidak membawa apa-apa.


''Hehehe, gue buru-buru jadi lupa. Ehh tapi di depan tadi ada yang jualan bunga. Gue coba kesana aja ya.'' Ucap Erick langsung menuju ke depan, tapi tidak lama Bagaskara langsung berlari untuk mendahului Erick. Mereka pun saling berkejaran agar sampai lebih dulu. Tapi Bagaskara yang lebih cepat untuk sampai di toko bunga.


''Pak mau bunga mataharinya ya.'' Ucap Bagaskara segera mengambil bunga yang tersisa satu.


''Yahh curang loe, kan gue yang lihat lebih dulu ada toko disini.'' Ucap Erick kesal karena dia didahului oleh Bagaskara.


''Bukan tentang siapa yang lihat lebih dulu, tapi siapa yang menang karena berjuang mendapatkannya.'' Ucap Bagaskara senang karena berhasil mendapatkan bunga yang terakhir.


''Oke loe pemenangnya, tapi gimana dengan Aldo? Kalau loe bawa bunga pasti dia tau kalau loe suka sama yeri.'' ucap Erick .


''Kenapa harus takut kalau dia tau gue suka sama yeri, bukan hal besar. sebelum mereka terjun ke pelaminan gue pastikan dia akan terjun ke neraka.'' Ucap Bagaskara tersenyum jahat.


''Yaudah yuk.'' Ajak Erick dengan menarik tangan Bagaskara seperti adik kakak, tapi belum juga melangkah mereka di hentikan oleh penjual bunga.


''Maaf mas, bunganya belum dibayar.'' Ucap penjual bunga agak sedikit takut.


''Ya ampun belum juga loe bayar? Cepetan bayar maaf ya pak kakak saya udah usia jadi pelupa.'' Ucap Erick sedikit meledek Bagaskara.


''Maaf pak, ini uangnya. Kembaliannya ambil aja.'' Ucap Bagaskara memberikan uang senilai 3 kali lipat dari harga bunga yang dijual.


''Wahh terima kasih ya mas, sering-sering lupa ya biar jadi berkah buat pedagang kecil seperti saya.'' Ucap penjual bunga berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Bagaskara karena mendapatkan uang yang banyak.


''Sama aja nyuruh saya buat cepet tua.'' Ucap Bagaskara dengan muka cemberut.


''Hehehe maaf mas, gakpapa tua yang penting muka dan uang masih terselamatkan.'' Ucap penjual bunga tertawa.


''Yaudah yuk, takutnya jam besuknya udah abis.'' Ajak Erick menarik Bagaskara karena tak sabar ingin segera menemui Yeri.


Akhirnya setelah mencari ruangan Yeri yang ternyata di ruang VIP mereka harus menunggu lagi untuk persetujuan keluarga agar bisa masuk.


''Maaf pak, ada teman pasien yang datang untuk menjenguk.'' Ucap suster yang berjaga.

__ADS_1


''Kenapa gak disuruh masuk sus.'' Ucap papa yeri yang tidak tau.


''Ini ruangan VIP pak, jadi siapapun tamu harus ada persetujuan untuk masuk. Apalagi mas yang sedang tidur bilang harus bilang siapapun tamu yang akan berkunjung harus ada persetujuan dari dia.'' Ucap suster menjelaskan kepada papa yeri.


''Biarin mereka masuk sus.'' Ucap Yeri yang baru bangun dari tidurnya.


''Baik kak.'' Ucap suster lalu keluar untuk mempersilahkan Bagaskara dan Erick masuk ke ruangan. Papa yeri sudah menyambut mereka di belakang pintu.


''Hai om, lama banget kita gak ketemu. Om sehat kan'' Ucap Erick bersalaman dengan papa yeri.


''Sehat nak Erick, kenapa kamu jarang main ke rumah. Biasanya hampir tiap minggu kamu dateng buat main.'' Ucap papa yeri sedang fokus hanya ke Erick. Tetapi setelah berbicara dengan Erick papa yeri melihat bagaskara dengan senangnya, tapi bagaskara menggunakan isyarat agar pura-pura tidak mengenalnya.


''Wahh, ini siapa kamu rick.'' Tanya papa yeri menunjuk Bagaskara, bagaskara hanya tersenyum lebar dengan sesekali melihat Aldo yang sedang tertidur di sofa.


''Ini temen Erick om, udah seperti kakak Erick. Kenalin dia Bagaskara.'' Ucap Erick memperkenalkan Bagaskara dan mendorong Bagaskara agar segera bersalaman dengan papa yeri.


''Halo om, saya Bagaskara.'' Ucap Bagaskara memperkenalkan diri.


''Oh nama kamu Bagaskara, kamu gagah sekali ya, ganteng, sepertinya orang baik.'' Ucap papa yeri memuji Bagaskara.


''Kalian berisik sekali sih.'' Ucap Yeri mencoba bangun dari tidurnya.


''Loe jangan asal bangun, loe kan lagi sakit. Harus pelan-pelan.'' Ucap Erick membantu Yeri bangun dengan memegang kedua lengannya.


''Makasih ya rick.'' Ucap Yeri dengan jantung yang berdetak kencang.


''Loe kenapa bisa sakit sih, jangan karena orang lain loe jadi rugi sendiri.'' Ucap Erick sambil mengusap rambut Yeri perlahan.


''Ekhem,,, Ini buat kamu. Semoga cepat sembuh.'' Ucap Bagaskara memberikan bunga matahari.



...Bunga yang diberikan Bagaskara...


''Makasih ya gas.'' Ucap Yeri sambil mencium bunga yang diberikan oleh Bagaskara.

__ADS_1


''Bunga matahari bagus buat menambah energi positif orang yang lagi sakit.'' Ucap Bagaskara menjelaskan arti dari bunga yang dia berikan.


''Iyaa gas, tapi loe sendiri gimana? Apa loe udah bener-bener sehat.'' Ucap Yeri masih mengkhawatirkan kondisi Bagaskara.


''Aku bisa dateng kesini berarti aku udah sehat, sekarang malah kamu yang sakit.'' Ucap Bagaskara.


''Gue cuma kecapekan aja kok, kalian gak harus dateng seperti ini. Gue jadi gak enak.'' Ucap Yeri merasa sungkan karena di jenguk oleh Bagaskara dan Erick.


''Kenapa gak enak, gue juga gak bawa apa-apa. Soalnya gue denger loe sakit gue langsung ke sini. Maaf ya gue dateng dengan tangan kosong. Besok gue bawain mie ayam kesukaan loe gimana.'' Ucap Erick menawarkan untuk datang membawakan makanan kesukaan Yeri.


''Gak usah repot-repot Rick, kalian ke sini aja gue udah seneng.'' Ucap Yeri tersenyum lebar. Aldo yang merasa berisik bangun dari tidurnya dan mendapati Erick dan Bagaskara yang sudah ada di ruangan Yeri.


''Kalian kenapa disini? Memangnya kalian di izinkan buat masuk.'' Ucap Aldo dengan muka yang tidak senang.


''Gue yang mempersilahkan mereka masuk do, jangan marah ya.'' Ucap Yeri mencoba menenangkan Aldo dan Aldo langsung mencoba meredam emosinya.


''Nak Aldo nih makanan dan minumannya, kamu pasti laper.'' Ucap papa yeri memberikan makan dan minum yang diletakkan di meja. Bagaskara diam-diam memperhatikan bagaimana papa yeri memperhatikan Aldo yang tidak biasa.


''Iya om, tangan loe diem deh Rick jangan pegang-pegang begitu. Loe kan udah punya pacar.'' Ucap Aldo menepis tangan Erick yang dari tadi memegang tangan Yeri.


''Kenapa sih loe ikut campur urusan gue, Yeri aja oke-oke aja.'' Ucap Erick tidak suka tindakannya dilarang Aldo. Terlihat Aldo cemburu dengan tindakan yang dilakukan Erick.


''Cowok tuh harus punya pendirian, kalau udah punya cewek jangan malah deketin cewek lain. Kalau emang loe gak serius mending tinggalin Clara sekarang.'' Ucap Aldo marah.


''Punya hak apa loe nyuruh gue buat ninggalin Clara, gue sama Yeri udah sedekat nadi sebelum ketemu sama Clara. Orang kita sahabat apa salahnya.'' Ucap Erick, terlihat Bagaskara hanya diam dan selalu membaca situasi.


''Hak gue....


Aldo hampir keceplosan bahwa dirinya adalah kakak dari Clara, walaupun sebenarnya Bagaskara dan Erick sudah tau.


''Gak ada kan, loe tuh jangan posesif belum jadian aja udah kaya gitu apalagi udah jadi suami, bisa aja loe kurung Yeri di rumah gak boleh ketemu sama siapa-siapa.'' Ucap Erick kesal



...Erick kesal...

__ADS_1


__ADS_2