Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 25


__ADS_3


...Villa Calvin...


''Untuk sementara kamu tinggal disini gak papa kan'' Ucap Calvin sambil menunjukkan villanya.


''Tapi ini gak terlalu gede Vin? gue kan cuma sendiri disini'' Ucap Yura melihat sekeliling villa.


''Biar kamu gak bosen kalau luas, biar nanti bayi kita gak akan stress'' Ucap Calvin mengelus perut Yura.


''Kenapa kamu baik banget sih Vin, kamu masih bisa terima aku dengan kondisi aku seperti ini'' Ucap Yura.


''Apapun kondisi kamu, aku akan terima kamu apa adanya. Jadi jangan pernah berfikir untuk ninggalin aku ya'' Ucap Calvin menatap Yura dengan tatapan hangat.


''Makasih ya Vin'' Ucap Yura memeluk Calvin dengan erat.


''Ohiya, kamu gak akan sendiri. Disini ada 3 orang yang akan nemenin kamu selama kamu disini. Ada bi Tika bantu-bantu kamu buat kebersihan dan masak, pak Anto buat perawatan kebun dan pak Riyan buat satpam berjaga didepan villa. Jadi kamu gak akan kesepian disini, gak jauh juga banyak villa pasti gak akan terlalu sepi. Sama aku tinggalin mobil satu buat kamu untuk periksa kehamilan'' Ucap Calvin menjelaskan.


''Oke Vin, makasih yaa. Tapi kamu akan sering kesini kan'' Tanya Yura.


''Iya, kalau aku gak sibuk pasti kesini buat ketemu sama kamu. Tau gak, aku khawatir banget gak bisa lihat kamu setiap hari, mungkin rasa rindu akan meledak setiap kali aku ketemu kamu'' Ucap Calvin sambil memeluk erat Yura.


''Janji gak akan tinggalin aku ya'' Ucap Yura mengelus punggung Calvin.


''Iya, kita lihat kamar kamu yuk'' Ucap Calvin menarik Yura ke kamar utama lantai dua.


......................


...****************...


...Rumah keluarga Calvin...

__ADS_1


''Papa udah putusin buat mengirim Calvin pergi ke luar negeri untuk mengurus perusahaan papa yang lain'' Ucap papa Calvin.


''Apa pa? Kenapa harus Calvin yang pergi, bukan menghentikan anak kamu yang berandal itu'' Ucap mama terkejut mendengar putra kesayangannya harus jauh darinya.


''Ini udah keputusan terbaik buat Calvin ma, kita cuma butuh 3 tahun untuk menjauhkan Calvin dengan kakaknya yang kejam itu'' Ucap papa meyakinkan mama bahwa itu yang terbaik buat Calvin.


''Apapun itu yang penting agar Calvin aman, mama akan setuju aja pa. Tapi mama boleh kapan saja melihat Calvin kan pa'' Tanya mama berharap bisa bertemu dengan Calvin ketika sudah di luar negeri.


''Jangan ma, itu berbahaya. Pokoknya keberadaan Calvin harus disembunyikan'' Ucap papa melarang untuk kebaikan Calvin.


''Tapi kalau mama kangen Calvin gimana pa" Ucap mama berharap bisa bertemu nantinya.


''Calvin akan mengorbankan dirinya jauh dari kita ma, jadi kita juga harus menahan diri agar keselamatan Calvin terjamin'' Ucap papa menjelaskan.


''Gimana baiknya aja pa, yang penting Calvin baik-baik aja. Tapi Calvin udah 2 hari gak pulang ke rumah'' Ucap mama khawatir.


''Calvin pergi ke villa yang ada di perbukitan, mungkin hari ini dia pulang'' Ucap papa melihat jam tangannya.


''Mama kenapa? Baru 2 hari Calvin gak pulang, mama udah kangen aja'' Ucap Calvin kaget karena tiba-tiba mama memeluknya tak biasa.


''Kamu harus siap-siap ya, nanti mama bantuin kamu berkemas'' Ucap mama memegang kedua lengan Calvin.


''Berkemas? Calvin udah dari villa ma, nanti minggu depan Calvin ke sana lagi'' Ucap Calvin.


''Bukan ke villa sayang, tapi ke London'' Ucap mama memberi tahu.


''Maksudnya? Pa, mama baru bangun tidur ya'' Ucap Calvin menanyakan keadaan mama karena bersikap aneh.


''Vin, sini duduk dulu. Mama juga jangan histeris dulu, biar papa jelasin pelan-pelan ke Calvin. Kalau seperti ini Calvin pasti bingung'' Ucap papa sambil duduk di sofa.


''Memangnya kenapa pa? terus London? Siapa yang mau kesana'' Tanya Calvin bingung.

__ADS_1


''Begini, papa udah memutuskan bahwa kamu akan meneruskan perusahaan papa yang ada di London. Mungkin ini mendadak, tapi ini juga buat kepentingan kamu dan kebaikan kamu Vin'' Ucap papa perlahan.


''Apa-apaan nih pa, kenapa mendadak sekali? bahkan perusahaan disini aja belum berjalan baik'' Ucap Calvin terkejut.


''Ini demi kamu, papa udah siapin rumah dan tiket penerbangan buat kesana. Disana juga ada paman Roy yang akan dampingi kamu. Papa percaya sama kamu'' Ucap papa menepuk bahu Calvin.


''Tapi ada alasan yang bisa aku percaya gak pa buat meyakinkan Calvin bahwa Calvin harus ke sana'' Ucap Calvin masih ragu menerima perintah papa.


''Kakak kamu akan kembali ke perusahaan, papa dan mama khawatir kalau kamu akan dijadikan kambing hitam olehnya. Jadi ini pilihan terbaik papa buat kamu lepas dari dia. Apalagi kakak kamu orang yang kejam, papa gak mau kamu terluka'' Ucap papa menjelaskan keadaan yang sebenarnya kepada Calvin, terlihat Calvin menggigit jarinya seperti khawatir akan suatu hal.


''Oke Calvin mau ke sana, tapi ada hal yang harus papa setujui'' Ucap Calvin sambil menggenggam erat tangannya.


''Apa permintaan kamu? Akan papa kabulkan'' Ucap papa.


''Calvin cuma mau kalian menerima Yura nantinya jadi istri Calvin, sekarang dia sedang di villa Calvin dan tinggal di sana. Calvin mau kalian menggantikan Calvin untuk mengunjunginya seminggu sekali. Cuma itu aja pa permintaan Calvin, yang bikin Calvin berat buat ke sana hanya Yura. Jika kalian bersedia dengan permintaan Calvin, pasti besok Calvin siap terbang ke London'' Ucap Calvin memberikan permintaannya dikabulkan.


''Itu hal yang mudah Vin, papa pasti sanggup'' Ucap papa tapi mama bereaksi kurang setuju.


''Kamu cuma minta permintaan buat wanita seperti dia Vin? Kamu gak minta buat mama bisa ketemu kamu gitu'' Ucap mama.


''Ini persembunyian ma, akan bahaya buat kita kalau kita ketemu. Pasti papa juga sebelumnya sudah memberitahukan kalau kita gak bisa ketemu. Mama di rumah aja ya, Calvin pasti kangen juga sama mama. Ini akan buat Calvin lebih mandiri karena Calvin jauh dari mama yang selalu nyiapin keperluan Calvin'' Ucap Calvin memeluk mama.


''Mama juga sebenarnya ga rela kamu jauh dari mama Vin, kamu tetap anak kecil di mata mama. Kamu jaga diri baik-baik ya'' Ucap mama mengusap pipi dan kembali memeluk Calvin.


''Iya tenang aja ma, Calvin akan baik-baik aja'' Ucap Calvin menenangkan mama.


''Sekarang tinggal kamu beres-beres dan selesaikan semua hal yang harus kamu selesaikan. Apalagi masalah kantor, hari ini kamu harus pamitan ke karyawan kantor tapi jangan sampai kamu bilang kamu kemana'' Ucap papa.


''Siap pa, Calvin pergi dulu ya biar semua beres hari ini'' Ucap Calvin berlalu pergi.


...****************...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2