
Ayah yeri pun berhenti dan menunduk.
"Apa kamu sudah menemukan jasad mamamu" Ucap papa yeri dengan suara lirih.
"Udah pa, mama udah tenang sekarang. Tapi yeri bersyukur banget papa pulang dengan selamat. Harapan yeri terkabul, walau kehilangan mama adalah hal terburuk buat yeri tapi dengan adanya papa dunia yeri gak runtuh seutuhnya" Ucap yeri menahan air matanya.
"Yeri sempat frustasi pa, rasanya dunia ini gelap banget atas kepergian mama, tapi clara slalu sadari yeri, slalu support yeri. Bahkan dia rela merawat yeri sampai yeri udah setegar ini. Clara bener-bener sahabat yeri yang sangat baik. Apapun yang akan buat clara bahagia pasti yeri akan usahain buat dia" Ucap yeri sedikit tersenyum bangga.
"Maafin papa yang gak bisa melindungi mamamu ya.. Itu penyesalan papa yang selamanya menghantui" Ucap papa meneteskan air matanya.
"Itu diluar kendali papa, papa pasti pengen banget menyelamatkan mama tapi keadaan papa yang tidak bisa. Yeri percaya kok papa udah sekuat tenaga buat selamatkan mama tapi semua ini sudah takdir pa, udah jalan mama harus seperti ini" Ucap yeri memeluk papa, keduanya saling menguatkan dengan begitu tidak ada yang bisa menyalahkan satu pihak atas kematian mama yeri.
"Ohh kalian udah ketemu ya, maafin gue ya ri gue gak bangunin loe, gue liat loe baru banget tidur jadi gue gak mau ganggu istirahat loe. Apalagi loe baru bisa tidur" Ucap clara duduk di hadapan yeri.
"Gakpapa raa, gue makasih banget karena loe mau merawat gue dan papa gue. Sekarang gue tau harus kemana hidup ini berjalan" Ucap yeri tersenyum lebar.
"Udah sewajarnya gue seperti itu, gue gak mau dicap sahabat yang dateng cuma mau senangnya aja hehehe" tawa clara.
"Tapi, ada enggaknya papa, hidup kamu harus terus berjalan ya sayang, jangan cuma gara-gara papa pergi kamu kehilangan masa depan kamu. Jangan sampai kamu kehilangan hidup yang diimpikan orang lain. Oke" Ucap papa yeri mengusap punggung yeri dan yeri pun hanya tersenyum mengangguk.
...----------------...
...----------------...
...Kantor...
"Bos semenjak bos bantuin kakek-kakek waktu itu, kredibilitas bos menurun. Bahkan sering anak dilapangan diejek kalau punya bos yang baik hati. Di dunia mafia seperti ini tidak ada yang namanya belas kasihan" Ucap bawahan bagaskara.
__ADS_1
"Hahaha, Gue gak butuh penilaian orang lain. Apa yang gue lakuin itu bisa untuk kebaikan orang atau kehancuran orang lain. Lagipula itu hanya perlakuan ke kakek-kakek, bukan perlakuan ke musuh" Ucap bagaskara tersenyum tipis.
"Daripada dengerin hal yang gak guna, mending kalian fokus sama strategi baru kita" Sambung bagaskara.
"Baik boss" Ucap semua bawahan bagaskara dengan serentak.
"Nah, dengan strategi baru kita ini bisa dapat keuntungan 10 kali lipat dibanding strategi sebelumnya. Gue gak akan buka strategi barunya sekarang karena gue belum percaya sepenuhnya dengan kalian. Hanya riyan, edo, dan kenzo yang akan gue kasih tau karena mereka sudah bersertifikat mengabdi sama gue. Dan siapapun kalian yang berniat menjadi mata-mata disini tidak akan pernah pulang dengan nama bahkan jasad. Ikan peliharaan gue siap nampung kalian sebagai santapan. Atau mau buaya bahkan harimau kesayangan gue udah menyantap beberapa orang sebelumnya, pasti dia suka dapat santapan lagi" Ucap bagaskara berdiri didepan meja meeting.
"Siap bos kami tidak akan membelot" ucap semuanya.
"Oke hari ini cukup, semua dilanjut dengan mereka bertiga" Ucap bagaskara dengan muka seriusnya.
"Baik bos" Ucap riyan edo dan kenzo, bagaskara kembali ke ruangan kerjanya.
"Sejak kapan bos punya kebun binatang ya" Icap salah satu anggota.
"Ssstttt... Kita yang disini aja gak tau semua tentang bos. Jangankan kebun binatang, kota disini juga bisa dibeli sama bos" Ucap rekannya yang lain.
"Mana pernah gue berfikir jadi seperti reno, gue masih butuh duit buat nyekolahin adek-adek gue" Ucap rekannya.
"Iya deh, sekolahin adek loe, nanti biar gue nikahin hehe" Ucap salah satu anggota.
"Enak aja, gue gak mau adek gue nikah sama penjahat" Saut rekannya.
"Apa bedanya gue sama loe, sama-sama penjahat" Jawab anggota lainnya.
"Ya setidaknya masa depan dia gak terancam, loe kan bisa mati kapan aja" Ucap rekannya.
__ADS_1
"Udah-udah jangan ribut, kita mulai pelajari strategi baru ini" Ucap edo dengan suara keras.
"Iyaa do siap" Ucap mereka berdua segera fokus dan diam.
...----------------...
...----------------...
" kenapa loe kesini lagi sih rick, gue udah bilang ini bahaya. Pergerakan yang keluar masuk kantor gue pasti diincar, loe yang gak ikut campur bisnis gue bisa jadi korban juga" ucap bagaskara khawatir
"Kenapa khawatir ada loe disini hehe, gue bosen dikampus gak ada yeri sama clara, nongkrong juga lagi pada sibuk semua. Cuma loe yang pasti stand by disini" Jawab erick yang sedang rebahan di sofa.
"Loe tau kan bisnis gue menyangkut nyawa, lain kali loe jangan sembarangan keluar masuk ke sini. Kecuali loe di rumah gue pasti aman" Ucap bagaskara bersandar di kursi kerjanya.
"Okee bos tenang aja, BTW ini kantor loe bener cowok semua ya? Pantes loe gak pernah kelihatan bawa cewek hahaha" Ledek erick.
"Bagi gue bisnis itu nomor satu, cewek bisa kapan aja. Selama ini belum ada yang tertarik. Hmmmm.... Ada sih cuma belum waktunya" Ucap bagaskara menatap jauh ke luar jendela.
"Loe bener tertarik sama yeri" Tanya erick serius.
"Gue udah bilang sama loe, gue akan dapetin dia. Loe masih ga percaya" Ucap bagaskara tersenyum.
"Tapi gue juga suka sama dia" Ucap erick menutupi wajahnya dengan bantal kecil.
"Loe punya kasus banyak, cewek yang loe tiduri gak tau dia hamil atau gak, masalah clara loe harus turuti kemauan kakak dia. Jangan berharap buat dapetin yeri" Ucap bagaskara sambil merapikan bajunya siap-siap untuk pergi.
"Pilih salah satu juga gak akan rugi sih, dua-duanya cantik hehehe" Ucap erick beranjak dari sofa.
__ADS_1
"Nanti kita ketemu lagi ke tempat biasa kita nongkrong, gue ada urusan. Inget jangan kesini lagi" Ucap bagaskara sambil keluar dari ruang kerjanya.
"Bener-bener loe bisa gantiin kakak gue yang udah pergi gas" Ucap erick perlahan.