Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 31


__ADS_3

Di ruangan terlihat Bagaskara mengatur nafas setelah sekian lama tidak terjun langsung melatih para anggotanya.


''Ini bos air minum dan obatnya, sudah jadwalnya minum obat.'' Ucap Rio memberikan sebotol minum dan obat.


Bagaskara mengecek obat yang akan dia minum dan air yang dia dapatkan, ternyata air minumnya sudah tidak tersegel.


''Kalau sudah terbuka seperti ini kamu pikir saya mau minum? Bisa aja kan di dalam botol ini sudah di racun. Cepat ambil air minum yang baru.'' Ucap Bagaskara sambil membuang air minum yang dicurigainya.


''Baik bos.'' Ucap Rio bergegas mengambil air minum yang baru. Tapi setelah mencari botol minum yang baru ternyata didalam kardus semua botol sudah terbuka. Rio langsung melaporkan kepada Bagaskara.


''Maaf bos ternyata semua air minum yang di kardus sudah tidak tersegel semua.'' Ucap Rio kepada Bagaskara.


''Kamu mau berkhianat sama saya ya.'' Tanya Bagaskara menggertak Rio.


''Tidak bos, saya bener-bener tidak berkhianat sama bos.'' Ucap Rio sambil bersimpuh.


''Oke, nanti juga tau siapa dibalik ini semua'' Ucap Bagaskara terlihat santai.


''Untuk sementara semua pasokan air akan langsung dari saya sendiri, buang yang sudah tidak tersegel.'' Ucap Bagaskara bersiap untuk pergi.


''Tapi untuk hari ini tidak ada minuman untuk anggota bos.'' Ucap Rio menghawatirkan anggota tim yang sedang berlatih.


''Hentikan latihannya, suruh mereka pulang dan nanti saya akan balik lagi untuk memberikan stok air minum untuk yang berjaga disini.'' Ucap Bagaskara.


''Baik bos, saya akan memberikan informasi ke anggota tim yang berlatih hari ini. Terima kasih untuk kunjungan hari ini ya bos.'' Ucap Rio sambil menunduk.


''Oke, tapi saya tidak mau hal seperti ini terulang kembali. Bahaya jika kalian selalu meminum racun yang sedikit demi sedikit akan menggerogoti tubuh kalian. Untung saya kemari, kalau kalian sebulan saja minum air itu semua bisa aja kalian mati karena organ dalam kalian hancur. Kamu saya berikan pinalti pertama, besok datang ke kantor dan bilang ke Gerald bahwa kamu dapat hukuman dari saya. Biar dia yang menghukum.'' Ucap Bagaskara dengan wajah yang serius.


Selesai berbicara ia langsung pergi meninggalkan markas menggunakan motor kesayangannya. Rio yang dijatuhkan hukuman untuk pertama kalinya merasa takut, tetapi dia sedikit lega karena bukan dia pelakunya. Lalu Rio kembali ke lapangan untuk menghentikan latihan yang berlangsung

__ADS_1


''Semua berhenti latihannya.'' Teriak Rio yang berdiri di tengah lapangan. Semua anggota langsung berkumpul.


''Ada apa pelatih Rio? kami latihan belum sampai 30 menit.'' Ucap salah satu anggota.


''Karena ada yang menyabotase air minum kita disini jadi bos Bagaskara menyuruh kalian untuk pulang, kalau bisa kalian check up ke dokter karena kalian tidak tau sudah berapa banyak air yang kalian minum.'' Ucap Rio memberikan informasi yang disampaikan Bagaskara.


''Apakah sebahaya itu pelatih.'' Tanya salah satu anggota.


''Bos Bagaskara orang yang hati-hati, dia selalu mengamati apa yang akan dia makan, minum ataupun tempat yang akan dia tempati. Hal tersebut yang patut kita contoh, saya pun terkejut kalau minuman kita disabotase oleh musuh. Kalau bukan ketelitian bos Bagaskara kita bisa mati secara perlahan. Jadi mulai hari ini kita harus waspada, karena musuh bisa ada dimana saja.'' Ucap Rio menjelaskan, semua anggota setuju dengan apa yang Rio katakan untuk lebih waspada.


...****************...


...----------------...


Diperjalanan Handphone Bagaskara terus berbunyi, itu yang membuat Bagaskara tidak fokus dan harus menghentikan motornya dibahu jalan.


''Siapa sih ganggu banget'' Ucap Bagaskara sambil membuka helm yang dia pakai.


''Hallo Rick ada apa? Gue lagi dijalan nih.'' Ucap Bagaskara sambil melihat sekeliling.


''Yeri sakit gas, dia sedang dirawat di rumah sakit.'' Ucap Erick memberitahu informasi kalau Yeri sedang sakit.


''Sakit apa dia? Dirawat di rumah sakit mana.'' Tanya Bagaskara tak sabar ingin langsung melihat keadaan Yeri.


''Sabar dong, emang loe mau langsung ke sana.'' Tanya erick.


''Iya, gue lagi gak ada jadwal untuk sekarang. Kasih tau sekarang dia di rumah sakit mana.'' Tanya Bagaskara dengan serius.


''Di rumah sakit XxxxX, tapi disana ada Aldo. Dia juga yang jagain Yeri bersama papanya yeri.'' Ucap Erick memberitahu kalau Aldo disana turut menjaga Yeri.

__ADS_1


''Cuma Aldo kan, dia juga gak tau siapa gue. Gue langsung ke sana ya.'' Ucap Bagaskara langsung menutup teleponnya.


''Hallo gas, kenapa langsung ditutup telfonnya. Gue kan juga mau ikut, gue gak boleh kalah start sama dia, gue harus lebih dulu dateng dibanding bagaskara.'' Ucap Erick segera bergegas menuju ke rumah sakit menggunakan motor agar lebih cepat sampai ke rumah sakit.


Erick dan Bagaskara sama-sama mengebut agar lebih dulu sampainya. Tetapi titik Bagaskara lebih jauh dibanding posisi Erick yang sedang didalam kota.


Tapi hal itu membuat skill mengemudi Bagaskara terlihat kembali karena sudah lama dia tidak mengendarai motor.


Tak di sangka keduanya sampai berbarengan, hanya jeda waktu 5 detik Bagaskara sampai lebih dulu.


''Payah loe Rick, rumah loe dekat sini aja loe datengnya lebih lambat dari gue. Harusnya loe dateng 10 menit sebelumnya.'' Ucap Bagaskara meledek Erick yang datang terlambat dari dirinya.


''Ya jangan samain gue sama loe yang mantan pembalap dong gas, level gue jauh banget dibawah loe.'' Ucap Erick berkecil hati.


Baru Erick dan Bagaskara meletakkan helm miliknya mereka berdua didatangi satpam rumah sakit yang memperhatikan kedatangan mereka berdua .


''Mohon maaf mas, ini rumah sakit. Jadi bukan garis finish buat balapan.'' Ucap pak satpam.


''Saya mau jenguk temen saya yang sakit.'' Ucap Erick memberitahu pak satpam bahwa mereka datang bukan karena balapan.


''Ohh, saya kira kalian sedang balapan. Soalnya kalian datang dengan kecepatan penuh, saya takut kalau suara motor kalian mengganggu pasien di rumah sakit ini.'' Ucap pak satpam mengingatkan.


''Ah maaf ya pak tadi kita cuma cek motor kita aja, soalnya motor ini jarang sekali dipakai.'' Ucap Erick menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


''Oh iya mas gakpapa, yang terpenting kedepannya jangan sampai merugikan orang banyak ya mas.'' Ucap pak satpam.


" Baik pak, terima kasih.'' Ucap Erick dan Bagaskara berbarengan.


''Loe kesini gak bawa apa-apa.'' Tanya Erick ke bagasku

__ADS_1


''Memangnya ke rumah sakit harus bawa sesuatu ya.'' Ucap Bagaskara


__ADS_2