
''Gimana kalau kita ke villa Calvin sekarang? Gue udah penasaran sama kabar kak Yura, mudah-mudahan dia baik-baik saja.'' Clara mengajak Yeri ke villa Calvin untuk menemui Yura yang tengah hamil.
''Oke deh, tapi gue siap-siap dulu ya.'' Yeri bergegas menuju ke kamar untuk berganti baju.
''Nak Clara udah makan? Tadi om bikin capcay loh kamu mau coba?" Tanya papa yeri ke Clara apakah dia mau mencicipi masakannya.
''Yah om maaf bukannya gak mau, tadi saya kesini udah makan. Om tau sendiri kan mama saya kalau saya belum makan pasti bawel banget. Maaf ya om.'' Clara menolak untuk makan makanan yang dibuat papa yeri, tapi papa yeri memaklumi apa yang dilakukan Clara. Karena benar-benar mama Clara akan marah kalau Clara sampai telat makan.
''Iya om ngerti, kalian mau pergi ya?" Tanya papa yeri.
''Iya om, saya ajak Yeri ke villa kakak saya buat melihat keadaan pacar kakak saya yang sedang hamil. Bolehkan om saya ajak Yeri?" Clara meminta izin kepada papa yeri untuk membawa Yeri ke villa Calvin.
''Boleh, tapi hati-hati ya dijalan jangan ngebut.'' Ucap papa yeri menasehati.
''Siap om.'' Clara mengangguk setuju dengan permintaan papa yeri.
''Tapi nak Clara, usahakan buat comblangin Yeri sama nak Bagas ya. Om paling setuju sama nak Bagas, om kurang suka sama Aldo dan Erick." Ucap papa yeri meminta tolong ke Clara untuk mendekatkan Yeri dan Bagaskara.
''Iya om. Memangnya Yeri dekat dengan Erick ya om?" Tanya Clara penasaran.
''Wah saya lupa kalau Clara pacarnya Erick. Saya harus cari alasan yang masuk akal.'' Batin papa yeri kelepasan membicarakan Erick.
''Nak Erick kelihatan dekat dengan Yeri, takutnya nak Erick suka sama Yeri. Tapi kan nak Erick sepertinya sudah punya pacar, jadi nak Erick sudah dipastikan bukan cowok yang pantas buat deketin Yeri. Om butuh bantuan nak Clara ya.'' Ucap papa menjelaskan alasannya kenapa tidak mendukung Erick.
''Oh begitu ya om, oke nanti Clara coba buat deketin Yeri sama Bagaskara ya.'' Ucap Clara setuju dan menerima alasan papa yeri tentang Erick.
''Kalian serius amat lagi ngomongin apa sih?" Tanya Yeri yang baru selesai berganti pakaian.
''Bukan apa-apa, nak Clara papa tawarin makan dia gak mau.'' Ucap papa alasan.
''Owh, Yeri kira kalian ngomongin Yeri. Awas aja ya kalau kalian merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan yeri.'' Ancam Yeri ke papa dan Clara agar tidak merencanakan sesuatu diluar pengetahuannya.
__ADS_1
''Enggak kok Yeri, yuk kita berangkat. Kita pergi dulu ya om dahh.'' Ucap Clara segera mengalihkan perhatian, dan mendorong Yeri menuju pintu dan berpamitan kepada papa Yeri.
...****************...
...----------------...
...°Mall°...
''Tas, sepatu, baju udah, sekarang mau apa lagi. Biar gue yang traktir.'' Ucap Erick kepada 2 karyawan Bagaskara yang sudah dijanjikan ke Erick sesuai perjanjian dengan Bagaskara.
''Beneran nih kak, tapi kita berdua udah habisin uang 50 juta buat ini semua. Emang masih boleh beli lagi?" Tanya Elina kepada Erick.
''Boleh dong kalau buat kalian, mall ini aja bisa gue beli hehehe.'' Erick memperbolehkan Elina dan Kelly untuk belanja sepuasnya.
''Tapi sekarang kita laper kak, kita makan dulu aja ya. Boleh gak kita ke restoran itu.'' Ucap Kelly menunjuk restoran yang terkenal dan mahal.
''Boleh, yuk kita kesana. Kalian boleh pesan apapun yang kalian pengen.'' Erick menyetujui permintaan Kelly yang ingin makan di restoran mewah.
"Ya kan pria harus begitu, banyak uang dan harus royal. Yuk kita makan bersama.'' Ajak Erick sambil merangkul Elina dan Kelly secara bersamaan.
Terdengar pengunjung mall membicarakan Erick yang sedang bersama dengan 2 wanita dan terlihat mesra.
''Lihat deh pasti si cowok banyak duitnya, belanjaannya juga mahal-mahal." Bisik pengunjung mall kepada temannya.
''Ya pastilah, asal ada duit juga banyak cewek yang mau. Apalagi itu cowok ganteng mana nolak, gue malah pengen daftar juga jadi salah satu ceweknya hahahaha.'' Ucap temannya membicarakan Erick dan 2 wanitanya.
Erick yang mendengar itu malah terlihat bangga dan juga mengedipkan matanya ke pengunjung mall lainnya yang dilihat Erick terlihat cantik.
Setelah memesan makanan yang dipesan mereka, tak berhenti Erick menanyakan banyak hal dengan Elina dan Kelly.
''Kalian emangnya baru pertama kali makan disini ya?'' Tanya Erick sambil memegang tangan Elina.
__ADS_1
''Iya kak, soalnya kita juga baru ini diperbolehkan bos Bagaskara buat libur dijam kerja. Biasanya hanya hari libur aja, itu juga kita cuma dirumah gak kemana-mana.'' Ucap Elina manja, Kelly tak mau kalah dengan Elina yang dipegang tangannya oleh Erick. Dia menyandarkan kepalanya dibahu erick dan memeluk tangan Erick.
''Yaudah kalian puas puasin belanja dan makan ya, habis ini mau nggak ikut ke klub malam. Kita hilangin stres bareng-bareng." Erick mengajak Elina dan Kelly ke klub malam bersama, dan sesuai dengan kebiasaan Erick yang selalu mempermainkan wanita.
''Oke kak, kemanapun kita akan ikut asal sama kak erick.'' Ucap Kelly setuju dengan ajakan Erick ke klub malam untuk bersenang-senang.
''Kalian suka kerja sama Bagaskara?" Tanya Erick ke Elina dan Kelly.
''Suka, bos Bagaskara orang baik. Perusahaannya juga berjalan lancar dan melesat cepat. Mungkin karena bos Bagaskara orang yang pekerja keras jadi membuahkan hasil.'' Ucap Elina menjawab pertanyaan Erick.
''Tapi bos Bagaskara gak seperti kak Erick, dia seperti gak tertarik dengan wanita. Tapi baru-baru ini dia kayaknya lagi jatuh cinta, selalu lihat foto wanita dihpnya.'' Sambung Kelly.
''Iyaa, tapi aneh. Karyawan yang paling cantik di kantor aja bos Bagaskara gak tertarik sama sekali.'' Ucap Elina lagi aneh dengan Bagaskara yang tidak terlalu tertarik dengan wanita.
''Mungkin aja dia lagi fokus ke bisnis dia, kalau bisnis jalan dan semua sudah tersedia wanita manapun bisa dia dapatkan kan.'' Ucap Erick dengan bangganya.
''Iyaa lebih dari satupun dia pasti dapat dengan wajah ganteng dan harta yang begitu banyaknya itu.'' Ucap Elina setuju dengan pernyataan Erick.
''Nanti kalau kak Erick mau kita temani lagi, tinggal bilang bos Bagaskara ya atau hari libur kita bisa jalan lagi.'' Ajak Kelly untuk bertemu lagi.
''Tapi gue mau satu hal ke kalian.'' Erick meminta permohonan ke Elina dan Kelly.
''Apa itu kak, pasti kita turutin.'' Elina langsung antusias dengan ucapan Erick yang meminta sesuatu.
''Gue mau main sama kalian, gimana?" Ucap Erick mengucapkan permintaannya dengan senyuman diwajahnya.
''Oke apa sih yang enggak buat kak Erick .'' Ucap Elina dan Kelly memberikan kode setuju dengan permintaan Erick. Wajah Erick terlihat senang dan bersemangat karena Elina dan Kelly setuju dengan permintaannya.
Tak lama makanan yang dipesan sudah datang dan mereka pun antusias dengan makanan yang datang karena terlihat sangat lezat.
......................
__ADS_1
...****************...