
''Loe gak usah malu gitu ketemu gue, kan udah biasa loe memperlakukan gue seperti itu.'' Bagaskara sambil fokus ke jalan sambil sesekali melihat ke arah Yeri yang sedari tadi melihat ke kaca mobil.
''Gue gak enak aja gas, gue ngerasa kasar sama loe. Tapi makasih ya buat coklatnya.'' Ucap Yeri melihat ke arah Bagaskara sambil tersenyum.
''Wahh coklat itu bener-bener buat mood loe membaik ya, gak rugi gue keluarin duit banyak buat tau kesukaan loe.'' Ucap Bagaskara tertawa kecil merasa senang karena Yeri benar-benar menyukainya.
''Pasti Erick ya yang morotin loe, jangan mau kalau dia gunain nama gue buat dapet duit dari loe. Dia emang dari dulu gak berubah.'' Yeri menggelengkan kepalanya karena tau pasti itu perbuatan Erick.
''Gakpapa kalau ada hasilnya, uang segitu mah gak terlalu banyak.'' Ucap Bagaskara tersenyum lebar.
''Emang loe kasih uang ke Erick berapa? Jangan aneh-aneh ya, loe kan bisa tanya langsung sama gue.'' Yeri memarahi Bagaskara karena menghamburkan uangnya.
''Ih orang gak banyak cuma 100 juta aja, sama 2 cewek buat nemenin dia. Itu nilai yang kecil buat bisa lihat loe tersenyum.'' Bagaskara melihat dalam mata Yeri yang terlihat sinis karena Bagaskara mau membayar Erick.
''Gila loe ya, jadi loe buat Clara patah hati karena perbuatan loe.'' Yeri marah.
''Sstttt, Clara udah tidur jangan ngomong kenceng.'' Bagaskara takut kalau Clara terbangun.
''Loe sih bikin bete, dah ah gue juga mau tidur.'' Yeri menyandarkan tubuhnya ke samping pintu mobil dan memejamkan matanya.
''Yah jangan dong, gue bisa ngantuk kalau gak ada yang diajak ngomong.'' Bagaskara merengek agak ditemani.
''Bodo amat ah.'' Tolak Yeri untuk menemani Bagaskara.
Tapi Bagaskara tak kehabisan akal agar Yeri mau menemaninya berbicara agar tidak mengantuk.
Bagaskara langsung tancap gas sesuai dengan keahliannya dalam menyetir. Dengan kecepatan cepat Yeri langsung merasa takut, karena Yeri belum sepenuhnya tertidur.
''Aaaaaa,,,, Bagaskara pelanin gak mobilnya!!! Loe mau bawa kita mati yaa.'' Teriak Yeri ketakutan.
''Kenapa? Loe bukannya udah tau gimana gue mengendarai mobil.'' Bagaskara tidak mendengarkan permintaan Yeri untuk memelankan mobilnya, tapi masih lanjut dengan kecepatan tinggi yang biasa dia lakukan.
''Wahahahah,,, ternyata seru juga kalau seperti ini bawa cewek. Makin rame dan tegang.'' Bagaskara tertawa senang melihat jalur yang mulus dan ketegangan yang di rasakan Yeri.
''Bagassssss,,, kalau udah berhenti gue gebukin loe yaa. Mana Clara tidur aja lagi bener-bener cewek yang percaya sama cowok sepenuhnya.'' Ucap Yeri memegangi erat pegangan tangan yang berada di atas pintu mobil.
__ADS_1
''Yeri loe jangan teriak ini lagi seru, udah beberapa minggu gue gak lakuin hobi gue ini.'' Bagaskara menyuruh Yeri untuk diam.
''Tapi ini kan bukan sirkuit tapi jalan raya, kasian sama pengendara lain yang lagi pengen santai.'' Ucap Yeri lagi masih ketakutan.
Perlahan Bagaskara menurunkan kecepatan mobilnya dengan bertahap.
''Lihat kan, harusnya kita sampai sini memakan waktu setengah jam tapi baru 10 menit udah sampai sini.'' Ucap Bagaskara dengan bangga.
''Tapi gue rasa nyawa gue ketinggalan di sana gas, loe bener-bener ya.'' plak, Yeri memukul lengan Bagaskara karena kesal.
''Awh,,, tangan kecil begitu sakit juga kalau mukul.'' Ucap Bagaskara menahan sakit.
''Itu baru awal, awas kalau udah sampai bisa babak belur loe sama gue.'' Ancam Yeri.
''Loe kalau marah makin cantik.'' Gombal Bagaskara membuat Yeri agak melayang.
''Loe apaan sih.'' Wajah Yeri memerah dan memalingkan wajahnya dari Bagaskara.
''Ohiya, bukannya Calvin ke luar negeri ya? kok kalian mau ke sana.'' Tanya Bagaskara kepo belum tau tujuan mereka kesana.
''Apa hamil semenyakitkan itu?" Tanya Bagaskara dengan serius.
''Pastilah, dia harus merasakan perubahan tubuhnya. Mood yang berubah, keinginan yang diluar kendali, bahkan tiduran pun gak ada posisi yang enak.'' Ucap Yeri menjelaskan.
''Kalau hamil sebegitu menyakitkannya gue gak akan tinggalin pasangan gue nantinya. Gue akan siaga di samping dia, menyiapkan semuanya sendiri, bahkan nanti pasangan gue gak boleh memegang pekerjaan rumah yang melelahkan.'' Ucap Bagaskara sambil tersenyum ke arah Yeri.
''Ah ngomong mah gampang, tapi pada akhirnya eksekusinya juga berbeda.'' Yeri mencoba menyangkal dengan ucapan Bagaskara.
''Loe gak percaya?" Tanya Bagaskara.
''Enggak sama sekali.'' Ucap Yeri tidak mempercayai Bagaskara.
''Yuk jadi istri gue, biar nanti loe ngerasain apa yang gue bilang tadi.'' Ucap Bagaskara tersenyum lebar sambil melihat ke arah Yeri.
''Apaan sih.'' Yeri tersipu malu dengan ucapan Bagaskara yang ingin menjadikannya istri.
__ADS_1
''Eh liat deh muka loe merah banget.'' Ejek Bagaskara sambil tersenyum senang.
''Apaan sih gas, udah deh gue tinggal tidur beneran nih.'' Yeri semakin salah tingkah.
''Gampang tinggal nambahin kecepatan pasti loe juga gak akan bisa tidur.'' Ucap Bagaskara mengancam.
''Jangan macem-macem ya gas.'' Yeri memukul bahu Bagaskara dan dihentikan oleh Bagaskara. Dan tubuh Yeri tertarik oleh tangan Bagaskara dan menyebabkan wajahnya sangat dekat dengan Bagaskara.
Mereka berdua saling bertatapan mata, semakin dalam dan lama mereka baru tersadar setelah mobil yang dari lawan arah membunyikan klakson panjang.
''Ahh, untung gak nabrak.'' Ucap Bagaskara dengan sigap mengendalikan mobilnya kembali.
''Loe bener-bener mau bawa kita ke alam lain ya gas.'' Antara malu dan takut berkecamuk menjadi satu dalam hati Yeri.
''Maafin gue ya.'' Ucap Bagaskara merasa bersalah.
''Udah fokus ke jalan aja, ya kali gue belum nikah udah mati duluan.'' Ucap Yeri cemberut.
''Iyaa bawel.'' Ucap Bagaskara sambil membelai rambut Yeri dengan lembut.
''Entah kenapa hati ini berdebar kencang ketika Bagaskara berbicara lembut dan perlakuan dia yang halus. Huh gue harus sadar, jangan sampai gue kelihatan salah tingkah.'' Batin Yeri sambil mengelus dadanya dan menarik nafas panjang.
Setelah 2 jam melakukan perjalanan akhirnya mereka sampai di villa Keith. Namun, Bagaskara tak langsung membangunkan Yeri dan Clara yang sedang tidur. Bagaskara menunggu Yeri dan Clara bangun dengan sendirinya sambil sesekali ia meregangkan otot-ototnya.
Namun tak lama security penjaga villa Keith datang menghampiri untuk memastikan kedatangan mereka.
Tok tok tok ( kaca mobil diketuk security)
Bagaskara membuka kaca pintu mobil, dan karena bunyi tersebut Yeri terbangun dari tidurnya.
''Ada perlu apa ya mas?" Tanya security villa.
''Mau ketemu dengan Yura, ini dibelakang adik Calvin pemilik villa ini.'' Ucap Bagaskara.
''Ohh baik mas, silahkan masuk saya bukain pagarnya ya.'' Ucap security bergegas membukakan pagar agar mobil Clara bisa masuk ke villa.
__ADS_1