Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 27


__ADS_3

"Clara? Bukan maksud mama gak bilang kalau Calvin akan pergi, memang gak ada orang yang boleh tau." Ucap mama kelabakan mencari alasan kepada Clara.


"Tapi ma, Clara juga bisa kerja sama kalau memang gak ada yang boleh tau. Bukan malah nyuruh Clara mencari sesuatu yang gak ada. Waktu Clara juga berharga. Apalagi Calvin kakak yang Clara sayang, setidaknya Clara bisa peluk dia sebelum pergi." Ucap Clara menangis.


"Iyaa mama sama papa salah karena gak izinin kamu ketemu sama Calvin." Ucap mama merasa bersalah.


"Cuma Calvin yang mengerti Clara ma, cuma Calvin yang siap mengabulkan permintaan Clara walau permintaan itu susah." Ucap Clara lagi.


"Iya hal itu yang buat kamu jadi manja, ketika kamu punya keinginan jangan selalu minta tolong orang lain. Kamu harus mengandalkan diri sendiri, ketika kamu sudah biasa dengan orang lain kamu gak akan bisa percaya sama kemampuan kamu sendiri. Seperti sekarang, ketika Calvin pergi kamu merasa orang yang kamu andalkan sudah tidak ada. Jadi kamu harus membiasakan diri tanpa adanya orang lain." Ucap papa.


"Iya ra, kamu sekarang harus terbiasa tanpa bantuan Calvin. Biar kami percaya power yang kamu hasilkan sekarang itu power dari diri kamu sendiri bukan dari bantuan Calvin." Ucap mama memeluk Clara.


"Kenapa sih kalian tega sama Clara." Ucap Clara berlari menuju kamarnya.


"Maaf om tante, bukan Yeri mau ikut campur. Tapi Clara tadinya bersemangat dengan perintah tante untuk mencari barang untuk hadiah Calvin nantinya. Tapi itu semua buat pengalihan Calvin agar bebas pergi dari sini. Yeri cuma kasihan sama Clara om, dia benar-benar menyayangi saudaranya. Apalagi Calvin sosok kakak yang sangat menyayangi adiknya. Ya memang berat tapi ini semua menyakiti perasaan keduanya." Ucap Yeri memberanikan diri mengatakan pendapatnya.


"Iya kami tau Yeri, tapi ini perkara rumit. Calvin harus segera pergi dari sini. Tante minta kamu jaga Clara ya untuk saat ini, pasti sekarang dia marah sama om dan tante." Ucap mama meminta bantuan Yeri.


"Iya tante, Yeri akan coba buat clara paham dengan kondisi yang sekarang." Ucap Yeri menyetujui permintaan mama Clara.


...----------------...


......................


...PERUSAHAAN CALVIN...


Semua pegawai Calvin hatinya sedang berdebar menunggu siapa yang akan menggantikan posisi Calvin sebagai direktur utama di perusahaan tersebut.


"Dengerin semua... Untuk saat ini manager yang akan mengurus semua. Pengganti pak Calvin tidak tau kapan akan memulai memimpin, tapi dari yang kita dengar dari pak Calvin kemaren bahwa nanti kakaknya yang akan menggantikan posisinya. Terima kasih." Ucap juru bicara di perusahaan tersebut.

__ADS_1


"Wahh, kita gak tau kalau pak Calvin punya seorang kakak. Biasanya dalam perusahaan memang anak pertama yang akan pegang perusahaan, apa mungkin pak Calvin di turunkan oleh kakaknya sendiri karena ingin memimpin perusahaan ini." Ucap salah satu pegawai memulai menggosip,


"Bisa jadi, kita tau kan pak Calvin akhir-akhir ini performanya turun. Bisa aja dia didesak untuk turun agar kakaknya bisa berkuasa." Ucap pegawai yang lain.


"Waduh berarti pengganti pak Calvin akan lebih kejam dong. Kita harus benar-benar bekerja agar gak kena masalah. Soalnya pak calvin orangnya tegas tapi dia masih mentoleransi kesalahan, tapi kalau yang sekarang bisa aja gak ada ampun buat kita." Ucap pegawai tadi.


"Bener, apa kakaknya yang kesini pakai pakaian yang misterius itu ya." Ucap salah satu pegawai yang penasaran apakah benar seseorang yang datang dengan pakaian misterius adalah kakak Calvin.


''Bisa aja dia orangnya, soalnya waktu kejadian itu pak Calvin seperti habis dipukul seseorang.'' Ucap pegawai lain mencocokkan dengan kejadian yang lain.


''Kalau memang kejam bisa mati di tempat kita.'' Ucap pegawai takut. Tiba-tiba ada segerombolan orang datang dengan mengawal satu orang.


''Kenapa kalian bergerombol seperti ini? Ini sudah jam kerja, kembali ke meja masing-masing." Ucap seorang dengan tegasnya, semua pegawai berhamburan kembali ke mejanya masing-masing dan fokus ke komputer dan sesekali memperhatikan siapakah orang tersebut.


''Bos, maaf para pegawai memang sedang menunggu siapa pengganti pak Calvin.'' Ucap manager mencoba mencari alasan agar tidak dimarahi.


''Wah, bos baru kita ganteng juga ya.'' Bisik pegawai ke yang lain.


''Sebenarnya saya bos asli kalian, Calvin hanya menggantikan posisi saya untuk sementara. Kalian bisa panggil saya Birawa.'' Ucap seseorang yang memperkenalkan diri sebagai Birawa. Tanpa ada kata lain langsung pergi menuju ke ruangan direktur utama.


''Kalian sadar gak sih, Birawa kan marga. Kenapa dia gak pakai nama dia sendiri.'' Tanya para pegawai.


''Nakutin banget, kalian lihat gak sih dia seperti malaikat tapi sifatnya maut.'' Ucap salah satu pegawai ketakutan.


''Mungkin gak boleh ada yang tau nama asli dia, yaudah kalian kembali bekerja jangan sampai membuat bos baru kita marah.'' Ucap manager memperingatkan.


...°Kantor direktur°...


''Sial, bukan waktu sekarang gue harus muncul! Kenapa sih kalian kerjanya gak becus! Mantau Calvin aja kalian gak bisa sampai gue kehilangan dia gak tau pergi kemana.'' Ucap bos Birawa marah karena Calvin pergi dan anak buahnya kehilangan informasi.

__ADS_1


''Maaf bos, memang Calvin terakhir yang kita tau dia istirahat ke villa dia. Dan waktu jalan pulang memang kami kehilangan dia. Sepertinya memang kepergiannya di rencanakan.'' Ucap anak buahnya.


''Tapi kenapa pesaing kita tau kalau Calvin pergi dari negara ini? Emang kalian aja yang gak bisa kerja dengan bener.'' Ucap bos Birawa kesal.


''Maaf bos, teknologi mereka lebih canggih bos, kami saja belum tau siapa bos yang sebenarnya.'' Ucap anak buahnya sambil menunduk takut.


''Jangan salahin teknologi dia lebih canggih atau tidak yang jelas kalian cuma leha-leha kerjaannya.'' Ucap bos Birawa mendaratkan pukulan ke perut anak buahnya dang langsung tersungkur.


''Ampun bos, uhukk... Kami akan bekerja dengan benar mulai sekarang.'' Ucap anak buahnya yang kesakitan memegangi perutnya.


''Sekarang pergi dari sini.'' Teriak bos Birawa sambil menendang anak buahnya sampai tersungkur di depan kantor direktur dan dilihat banyak pegawai yang berlalu lalang dengan pekerjaannya.


''Sial, gue dipermalukan seperti ini.'' Ucap anak buah bos Birawa segera pergi karena malu, walau perut dan badannya sakit tapi tidak ada yang berani membantunya.


''Gilaa cuy bos kita serem banget.'' Ucap pegawai yang menyaksikan.


''Udah kembali kerja, kalian gak mau kan jadi yang selanjutnya.'' Ucap temannya.


...****************...


...................


...°Rumah Bagaskara°...


''Apa? Jadi dia bos yang sebenarnya'' Ucap Bagaskara terkejut.


''Wahh.. Benar-benar tak terduga. Dia kelihatan kalem loh, cuma ya sedikit emosional dikit.'' Sambung Bagaskara tak menyangka.


''Iya bos, sepertinya dia kesal karena harus keluar sekarang.'' Ucap asisten Bagaskara.

__ADS_1


''Apa Erick harus tau tentang ini.'' Tanya Bagaskara kepada asistennya.


__ADS_2