Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 11


__ADS_3

''Emm, btw loe gak mau gitu kenal cewek" Ucap Erick mengalihkan pembicaraan, Bagaskara meletakkan gelasnya dimeja perlahan seperti memikirkan sesuatu.


''Selama ini gue gak pernah liat loe sama cewek, cuma bisnis Mulu yang loe bahas sama gue'' Sambung Erick.


''Belum ada yang menarik'' Jawab Bagaskara singkat.


''Tapi cewek-cewek di perusahaan loe banyak banget cewe cantik, sexy, menggoda banget itu gas'' Ucap Erick membayangkan wanita yang berada di perusahaan Bagaskara, Bagaskara hanya tersenyum dengan tingkah Erick yang mesum.


''Tapi, loe suka sama cewek kan'' Ucap Erick memastikan.


''Memangnya kenapa'' Tanya Bagaskara dengan nada meledek, Erick reflek menyilangkan tangan ditubuhnya.


''Apa loe suka cowok? bahaya dong gue, apalagi selama ini kita selalu bersama. Jangan-jangan ohh tidakkk '' Ucap Erick panik.


''Ckkckck,, loe ada-ada aja Rick. Loe sama aja kaya cewek kemaren. menganggap gue gak suka cewek'' Ucap Bagaskara tersenyum mengingat kejadian di villanya.


''Maksud loe yeri ? Kenapa loe senyum? Loe suka dia'' Tanya Erick kepo.


''Kalau suka kenapa? Loe juga gak bisa dapetin dia. Loe cuma milik Clara'' Ucap Bagaskara mengingatkan Erick bahwa dia gak bisa macam-macam lagi.


''Ya tapi kan.. Hmmmm'' Ucap Erick menundukkan kepalanya.


''Cewek itu terlalu bahaya kalau tidur, bentuk tubuhnya bagus, menggoda juga'' Ucap Bagaskara lagi untuk memancing emosi Erick.


''Maksud loe apa nih? Loe gak apa-apain dia kan? Loe gak nyentuh dia kan'' Ucap Erick mulai panik.


''Hahaha, cuma gak sengaja liat dia gitu dah, gue kira dia sengaja tapi dilihat lagi sepertinya memang kalau tidur dia gak pakai baju'' Ucap Bagaskara mentertawakan reaksi Erick.


''Tapi boleh deh kalau buat main-main" Sambung Bagaskara menghabiskan minumannya.

__ADS_1


''Jangan gas, kalau mau main cewek jangan dia ya dia cewek baik-baik, malah gue sebenernya tertarik sama dia dibandingkan clara'' Ucap Erick memohon.


''Cewek baik ya? Hmm oke'' Ucap Bagaskara berdiri merapikan dompet dan hpnya.


''Loe mau kemana? Baru jam segini'' Tanya Erick heran biasanya Bagaskara tengah malam baru pulang.


''Ke rumah Yeri, gue mau liat dia'' Ucap Bagaskara, Erick langsung berdiri dan menghalangi.


''Eitsss, dia baru mau makan. Loe jangan bikin gara-gara. Dia sedang trauma atas kematian ibunya'' Ucap Erick sambil menahan Bagaskara dan memaksanya untuk duduk lagi.


''Yaa gue baik mau jenguk dia'' Ucap Bagaskara kesal.


''Masalah nya dia cuma mau ngomong sama Aldo doang, bahkan Clara gak terlalu didengerin omongannya, gimana loe orang baru'' Ucap Erick.


''Oke deh'' Ucap Bagaskara.


''Kenapa loe jadi bersikeras mau ketemu Yeri, waktu itu loe bilang kesel sama dia'' Ucap Erick curiga.


''Nyicip loe kira dia makanan! Gue yang nyicip dulu baru loe'' Ucap Erick kesal.


''Kalau udah bekas loe mah gue gak mau'' Ucap Bagaskara.


...----------------...


...****************...


''Yura? Gimana keadaan loe sekarang '' Tanya Calvin.


''Kenapa loe lagi sih yang kesini'' Ucap Yura bete.

__ADS_1


''Loe mau Erick yang dateng kesini'' Ucap Calvin mulai darah tinggi karena selalu dibales nada tinggi sama yura kalau Calvin tanya.


''Gue mau pulang, gue capek disini. Gue butuh udara segar. Gue kangen kamar gue, cuma disana yang buat gue hangat dan nyaman'' Ucap Yura dengan nada rendahnya.


''Gue rumah loe Ra, loe bisa pulang dipelukan gue. Gue akan jadi rumah ternyaman buat loe'' Ucap Calvin memeluk Yura erat.


''Gue seneng bisa peluk loe lagi, jangan pikir apa-apa lagi ya, soal mama itu urusan gue '' Ucap Calvin membelai rambut Yura dan punggungnya.


''Tapi gue udah gak suci lagi Vin'' Ucap Yura mencoba melepaskan pelukannya, Calvin terus menahan Yura agar selalu berada diperlukannya.


''Gue cinta sama loe, gue terima apa adanya loe. Bahkan jika sampai loe hamil anak Erick pun gue akan terima loe, gue mau besarin anak itu. Yang terpenting loe gak ninggalin gue'' Ucap Calvin meyakinkan Yura, Yura akhirnya meneteskan air mata mendengar perkataan Calvin. Yura akhirnya menyesal dengan apa yang terjadi dan menangis sejadi-jadinya dipelukan Calvin dan terus meminta maaf.


...----------------...


...****************...


Terkadang apa yang terjadi adalah karma dari perlakuan kita di masa lalu, atau karma orang tua yang ditanggung anaknya. Tanpa kita sadari dengan selalu berhati-hati, bisa menyelamatkan diri dari karma yang berlaku.


''Uhukkkk,,,, uhukkk '' Ayah Yeri terbatuk-batuk karena berjalan jauh setelah dilepaskan oleh penculik begitu saja.


''Kenapa jauh sekali gak ada pemukiman, benar-benar hutan jauh dari rumah warga. pantas sudah membikin berbagai suara di gudang tapi gak ada penyelamatan'' Ucap Papa yeri duduk beristirahat setelah beberapa kilometer berjalan.


''Tapi apa maksud penculik itu'' Pikir ayah Yeri


...Bayangan ayah Yeri...


''Gue bebasin loe karena ada yang mau Nebus loe, tapi inget jangan pernah ganggu apapun yang bos gue lakuin'' Ucap penculik yang berjaga


''Harus cepat pulang biar cepat tau keadaan Yeri sekarang, dia pasti gak berhenti buat nyari orang tuanya'' Ucap ayah Yeri bergegas melanjutkan perjalanan ke arah manapun yang dilalui mobil.

__ADS_1


''Tapi di gudang ada pabrik kayu, pasti ada karyawannya tapi kenapa gak ada yang bisa nemuin kita'' Ucap papa yeri sambil berjalan dengan berhati-hati karena jalanan licin berlumpur.


__ADS_2