
Setelah kembali dari restoran, yeri dan papanya masih berjalan berkeliling di sekitar rumah untuk melepaskan rindu.
"Pah lihat deh, rumah pak carma masih saja seperti itu ya, dari yeri masih kecil sampai sekarang" Ucap yeri sambil menunjuk rumah yang dimaksud.
"Iyaa, dahulu kamu hampir jatuh dari genteng karena mencuri mangga yang sedang matang di pohon" Ucap papa yeri mengingat masa lalu.
"Untung banget ya ada aldo yang selalu mengawal yeri, jadi yeri dalam bahaya pun dia bisa minta bantuan ke orang sekitar. hmmm, menurut papa aldo orangnya gimana" Tanya yeri.
"Papa sebenarnya tidak suka sama aldo" Ucap papa berhenti dan duduk di bangku jalan.
"Alasannya" Tanya yeri kepo karena yang dia tau papa yeri tidak terlalu memperhatikan cowok yang dekat dengannya.
"Pertama, papa tidak tau jelas asal usul aldo, mama papa nya siapa papa tidak tau walaupun kalian sudah dari kecil bersama" Ucap papa memberikan penjelasan secara perlahan.
"Tapi kalau masalah orang tua aldo, yang yeri tau mereka tinggal di luar negeri. Bahkan kalau aldo rindu mereka pun dia yang ke sana. Memang sih yeri juga belum pernah lihat, tapi itu bukan jadi alasan papa gak suka dia kan" Ucap yeri meyakinkan.
"Memang benar, tapi yang namanya sudah beda kasta kita juga harus tau diri. Gak semua orang kaya mau menerima orang seperti kita apa adanya. Pasti mereka mencari yang minimal setara sama dia. Bukan masalah si aldo tapi ini masalah keluarganya" Ucap papa menjelaskan lagi.
"Bukannya setiap orang tua pasti menerima orang yang dicintai anaknya" Ucap yeri.
"Ya kalau orang tua seperti papa, tapi kalau golongan atas kamu memangnya tau kehidupan mereka seperti apa" Jawab papa lagi, yeri merenung karena memang tidak terlalu tau kehidupan orang kaya.
"Nah yang kedua, aldo terlalu emosional. Lihat bagaimana dia waktu kecil bahkan sampai sekarang, hal kecil aja dia gampang emosi gimana nanti dia punya masalah besar. Bahkan yang papa takutkan dia sampai di pernikahan pun dia kasar sama istrinya" Ucap papa menjelaskan alasan yang kedua.
"Tapi aldo masih muda pah, wajar kalau dia masih emosional" Ucap yeri.
"Kamu suka sama dia" Tanya papa.
"Ahh enggak, cuma aldo emang lagi deketin yeri" Ucap yeri.
"Kalau kamu memang gak suka sama dia, papa gak akan lanjutin obrolan ini. Membuang-buang waktu aja. Coba cerita cowok yang kamu suka" Ucap papa.
"Yang yeri suka? Ada tapi akan rumit nantinya" Ucap yeri malu-malu.
__ADS_1
"Papa tau, pasti kamu suka cowok yang sahabat kamu sukai juga kan" Tebak papa sambil sedikit tertawa.
"Kok papa tau" Ucap yeri terkejut.
"Hubungan apa sih yang rumit kalau bukan tentang persahabatan. Diucapkan takut berantem, di pendam tapi ingin teriak. Papa juga begitu dulu hehehe" Ucap papa.
"Yeri tau, dulu mama sering cerita kalau papa dulu berantem sama sahabat sendiri karena pengen ngrebutin mama. Tapi yang berhasil merebut hati mama cuma papa, hanya karena papa tepat waktu buat nolong keluarga mama yang sedang tertimpa musibah" Ucap yeri menjelaskan.
"hahaha sebenarnya bukan tepat waktu, cuma papa selalu diam-diam ikutin mama kamu kemanapun dia pergi, jadi waktu kejadian papa langsung gerak cepat buat bantu. Ya mungkin udah jodoh jadi tanpa harus berkelahi lagi papa yang jadi pemenangnya" Ucap papa tersenyum membayangkan masa lalunya, yeri memeluk papa dengan erat.
"Papa janji ya selalu ada di samping yeri, walau nanti yeri sudah menikah papa harus ikut yeri, papa gak boleh sendiri. Kalau ada cowok yang nerima papa, yeri pastikan dia gak akan bisa jadi suami yeri" Ucap yeri dalam pelukan papa nya.
"Jangan terlalu memaksakan ya nak, kalau pun nanti suami kamu tidak menerima papa, kamu harus hidup bahagia. Papa bisa hidup sendiri. Memang begitu kan orang tua, pasti akan ditinggalkan anak-anaknya dengan pilihannya masing-masing. Yang terpenting jangan nomor duakan kebahagiaanmu demi papa, kamu bahagia papa juga bahagia" Ucap papa membelai rambut yeri, yeri hanya mengangguk sambil menahan tangisnya.
...----------------...
.....................
"Apa-apaan nih vin! Kamu bisa kerja gak? Kamu gantiin kakak bukan buat kakak rugi" Teriak kakak calvin memarahi calvin karena kerugian.
"Maaf kak, calvin akan berusaha lagi biar perusahaan kakak bisa bangkit lagi. Cuma memang kompetitor kita sekarang lebih banyak dan canggih-canggih kak" Ucap calvin menjelaskan keadaan.
"Apa kamu gak fokus karena harus pegang dua perusahaan" Tanya kakak calvin.
"Bisa kak, untuk perusahaan papa calvin udah percayakan orang kepercayaan, jadi calvin hanya survey gimana kerja mereka" Ucap calvin takut.
"Pokoknya kakak gak mau tau, laba bulan depan harus dua kali lipat dari ini. Baru kamu benar-benar adik yang tersayang" Ucap kakak calvin.
"Baik kak, calvin akan berusaha lebih keras lagi" Ucap calvin meyakinkan kakaknya.
"Jangan gara-gara wanita karir kamu hancur, kakak kamu aja belum nikah kamu udah mau dahului kakak" Ucap kakak calvin memberantaki rambut calvin.
"Tapi kan kalau nunggu kakak gak ada kepastian hehe, apalagi menunggu teman masa kecil yang perasaannya entah gimana ke kakak juga butuh perjuangan keras" Ucap calvin bermaksud bercanda tapi raut wajah kakaknya seperti tidak terima.
__ADS_1
BRUGGG Tendangan mendarat ke perut calvin
"Awwhhh" Teriak calvin kesakitan.
"Jangan pernah becanda sama kakak masalah perasaan disini, biar kakak yang atur itu sendiri" Ucap kakak calvin.
"Iyaa kak calvin minta maaf" Ucap calvin memohon maaf karena bercanda.
"Clara gimana? Sepertinya dia tumbuh sebagai wanita yang manja M" Ucap kakak calvin lagi.
"Ya namanya wanita pasti manja kak, apalagi dia kalau sudah cinta sama cowok pasti dikejar abis-abisan" Ucap calvin.
"Aku gak mau clara berhubungan dengan siapapun, apalagi dengan cowok yang sudah tidur dengan wanita yang kamu sembunyikan" Ucap kakak calvin tegas.
"Tapi sulit kak, clara orangnya keras kepala" Ucap calvin bingung.
"Bilang ke clara itu perintah kakak" Ucap kakak calvin tidak mau tahu.
"Baik kak, nanti calvin coba untuk menjelaskan pelan-pelan ke clara kak" Ucap calvin pasrah.
"Kalau bisa habisin cowok itu" Perintah kakak calvin.
"Kalau itu susah kak, dia berteman dengan musuh kita. Bahkan kemarin dia hampir tertembak tapi meleset" Ucap calvin.
"Kakak gak mau tau, yang terpenting dia tersingkirkan" Ucap Kakak calvin.
"Baik kak nanti akan calvin usahakan ya" Ucap calvin, kakak calvin hanya mengangguk dan pergi meninggalkan kantor calvin dengan pakaian yang sangat tertutup.
"Fiyuhhhh... Kenapa kakak datang pas kantor berantakan sekali keuangannya. Harus ada yang diperiksa lagi" Ucap calvin.
...****************...
...****************...
__ADS_1