Love For Live

Love For Live
Love for Live Eps 38


__ADS_3

''Pah, tadi aku lupa gak bagi papa coklat yang diberikan Bagaskara. Tapi masih ada nih camilan manis.'' Yeri memberikan camilan manis ke papa yang sedang fokus menonton tv.


''Kalau kamu mau buat kamu aja, papa sedang diet makanan dan minuman manis. Kamu juga tau kan papa udah gak muda lagi, jadi harus jaga kesehatan.'' Papa menolak camilan yang diberikan Yeri untuknya.


''Oh iya, yaudah buat Yeri aja ya. Tapi mau Yeri taruh ke lemari pendingin siapa tau papa mau nyobain sedikit.'' Yeri meletakkan camilannya di lemari pendingin.


''Kamu udah gak bete lagi nak.'' Tanya papa melihat mood Yeri yang sudah membaik.


''Papa tau gak, Bagaskara beliin coklat kesukaan Yeri. Darimana dia tau yaa.'' Yeri masih bertanya-tanya kenapa bisa Bagaskara tau makanan kesukaannya padahal dia tidak pernah membicarakan makanan favoritnya.


''Setiap laki-laki pasti berusaha semampunya buat orang yang dia suka. Bisa aja kan dia tanya ke Erick atau clara.'' Papa mencoba berfikir realistis.


''Iyaa sih, pasti Erick sih yang bilang.'' Yeri berfikir bahwa Erick yang memberitahu Bagaskara, karena hanya Erick yang dekat dengan Bagaskara.


2 hari yang lalu....


''Rick, kasih tau dong apa makanan atau camilan yang disukai Yeri.'' Bagaskara menanyakan apa kesukaan Yeri kepada Erick.


''Kenapa tanya gue, loe tanya sendiri sama orangnya. Loe udah dapet kontak dia buat apa kalau gak dimanfaatin.'' Erick terlihat tidak senang Bagaskara menanyakan tentang Yeri.


''Yeri kalau gue chat 2 hari baru dibales sama dia, kadang juga cuma dibaca. Ayolah Rick kasih tau gue.'' Bagaskara masih berharap Erick memberitahu.


''Berarti loe bukan prioritasnya, dahlah loe nyerah aja buat dapetin yeri.'' Erick menepuk pundak Bagaskara perlahan seraya tersenyum karena Bagaskara dicuekin Yeri.


''Ga segampang itu buat gue menyerah Rick, pokoknya gue harus dapetin yeri. Hmmm... Nanti gue bebasin loe main sama cewek di kantor gue deh, kantor resmi gue banyak yang cewek sekarang, gimana.'' Bagaskara mencoba segala cara agar Erick mau membantunya.


Erick masih terlihat berfikir mau membantu Bagaskara atau tidak, tapi godaannya adalah wanita yang gak mungkin seorang Erick menolak tawaran tersebut.

__ADS_1


''Oke, tapi 2 cewek yaa.'' Erick menawar untuk 2 wanita.


''Oke, besok gue cariin cewek yang tercantik. Sekarang bilang apa kesukaan Yeri.'' Bagaskara senang karena akhirnya Erick mau untuk membantunya.


''Awas loh ya kalau gak cantik.'' Erick mengancam Bagaskara agar benar-benar mencarikan cewek yang cantik.


''Tenang aja, gue tau selera loe. Sekarang bilang.'' Ucap Bagaskara tak sabar.


''Yeri tuh paling suka coklat XxxxX, Camilan manis, dan mie ayam yang gak jauh dari rumahnya.'' Erick memberitahu Bagaskara makanan kesukaan Yeri.


''Itu aja? Bukannya cewek biasanya suka makanan yang mewah ya.'' Bagaskara tak percaya sepenuhnya dengan apa yang diucapkan Erick.


''Itu cewek yang matre, ini Yeri cewek baik dan gak mau bertele-tele. Loe akan beruntung jika dapetin dia.'' Ucap Erick meyakinkan Bagaskara.


''Oke Rick, tapi loe masih mau bersaing sama gue buat dapetin yeri.'' Tanya Bagaskara tentang Erick apakah masih mau mengejar Yeri ke pelukannya.


''Niat sih masih ada, tapi gue kan gak mau cuma mengejar 1 cewek aja. Kalau gue gak bisa dapetin yeri, semoga loe yang dia pilih karena gue gak mau Aldo yang akan dapetin dia.'' Ucap Erick menepuk pundak Bagaskara agar dia lebih baik dari Aldo.


......................


''Tapi dari nak Erick, nak Bagaskara dan Aldo. Siapa yang akan kamu pilih sayang.'' Tanya papa kepada Yeri yang sedang fokus menonton tv.


''Papa pasti tau dihati Yeri ada siapa, tapi Yeri takut pa kalau Yeri akan merebut kebahagiaan Clara. Jadi sebisa mungkin Yeri akan hapus perasaan ini secepatnya.'' Ucap Yeri menatap papa dengan tatapan yang sedih.


''Jodoh gak ada yang tau nak, yang kamu benci bisa aja menjadi yang kamu cintai, begitupun sebaliknya. Jadi benci sewajarnya aja ya.'' Papa menasehati yeri dengan lembut.


''Iyaa pa.'' Ucap Yeri bersandar di bahu papa, tapi tak lama suara bel berbunyi dan Yeri langsung berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.

__ADS_1


''Siapa ya.'' Yeri membuka pintu dengan perlahan.


''Yeriii.'' Clara langsung memeluk Yeri dengan senangnya seperti sudah lama tak bertemu.


''Clara kok kamu kesini gak bilang-bilang.'' Yeri memeluk erat tubuh Clara. Dan tak lama Clara melepaskan pelukannya dan langsung memegang kedua pipi Yeri.


''Loe kok tambah kurus sih, loe gak makan yang banyak ya. Tau sendiri kan loe habis sakit dan sering keluar masuk rumah sakit. Apa perlu gue masakin biar loe makan.'' Clara berbicara tanpa berhenti melihat Yeri yang berat badannya berkurang.


''Gue makan yang banyak kok Ra, emang lagi susah buat naikin berat badan. Apalagi kesehatan gue lagi kurang banget. Loe gak usah khawatir ya, gue udah minum nafsu makan dan vitamin kok.'' Yeri membuat Clara agar tidak khawatir tentang dirinya.


''Jangan bohong ya, harus bener-bener makan 3 kali sehari, dan diminum obatnya dan vitaminnya sampai habis ya.'' Clara masih khawatir dengan kondisi tubuh yeri, tapi Yeri tetap membuat Clara agar tidak khawatir.


''Yuk masuk dulu Ra, ohiya tumben loe kesini tiba-tiba. Biasanya kan loe telfon gue dulu.'' Ucap Yeri menanyakan kedatangan Clara.


''Gue sebenarnya mau ajak loe ke suatu tempat.'' Ucap Clara mengawali percakapannya.


''Mau kemana? jalan-jalan ya.'' Tanya Yeri penasaran.


''Gue mau ke villa Calvin, disana ada kak Yura pacar Calvin yang tengah hamil.'' Ucap Clara menjelaskan.


''Gue takut dia kesepian disana. Kemarin gue mau ajak Erick, tapi Erick gak mau. Dan sekarang gue tau alasannya kenapa dia gak mau.'' Ucap Clara dengan suasana yang sedih.


''Memangnya Erick kemana? Dia malah pergi sama temen-temennya ya.'' Ucap Yeri menerka-nerka.


''Dia malah lagi jalan sama cewek lain, mana sama 2 cewek sekaligus. Aku kira dia gak mau karena dia takut bahwa anak yang dikandung kak Yura itu anaknya, ternyata dia udah ada janji sama cewek lain.'' Clara menceritakan semuanya.


''Erick mana mungkin seperti itu Ra, gak mungkin banget kan dia jalan sama cewek lain. Apalagi loe kan pacarnya.'' Yeri tak percaya dengan ucapan Clara yang membuatnya kaget.

__ADS_1


''Selama ini gue tutupin semua dari loe Yeri, gue sebenernya belum jadian sama Erick. Cuma Erick udah janji sama gue bahwa akan kembali ke pelukan gue kalau dia udah puas dengan kenakalannya.'' Ucap Clara berbicara dengan mata berkaca-kaca.


''Kenapa loe mau Ra, loe cuma akan sakit hati aja kalau begini terus.'' Ucap Yeri mencoba menyadarkan clara


__ADS_2